Bisnis & Ekonomi

Aida S. Budiman Resmi Terpilih Menjadi Deputi Gubernur Senior BI

×

Aida S. Budiman Resmi Terpilih Menjadi Deputi Gubernur Senior BI

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Profil Aida S Budiman yang Resmi Jadi Deputi Gubernur Senior BI - Market

jurnalistik.co.id – Komisi XI DPR RI sepakat memilih Aida S. Budiman sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia untuk periode 2026–2031. Keputusan itu diambil setelah Aida menjalani fit and proper test pada Rabu, 26/8/2026.

Penetapan Aida sebagai Deputi Gubernur Senior BI memperpanjang keterlibatannya di jajaran pimpinan bank sentral. Dengan demikian, kariernya di institusi yang dipimpinnya saat ini akan terus berlanjut ke fase peran yang lebih senior.

Menurut informasi yang dirujuk dari situs Bank Indonesia, Aida saat ini menjabat sebagai Deputi Gubernur BI sejak 2022. Pengangkatan periode berikutnya menjadi kelanjutan dari masa tugas yang telah berjalan.

Dalam proses fit and proper test, Komisi XI melakukan penilaian terhadap rekam jejak dan kompetensi Aida. Setelah tahapan itu selesai, Komisi XI menyepakati pilihan tersebut dan menetapkan Aida sebagai Deputi Gubernur Senior.

Profil kelahiran dan jejak pendidikan

Aida S. Budiman lahir di Bogor pada 1965. Ia memulai pendidikan sarjana di bidang Sosial-Ekonomi Pertanian, dengan konsentrasi Agribisnis, di Institut Pertanian Bogor (IPB), dan lulus pada 1987.

Setelah menyelesaikan pendidikan tahap awal di dalam negeri, Aida melanjutkan studi ke Amerika Serikat. Ia kemudian memperoleh gelar Master of Economics dari University of Southern California (USC) pada 1996.

Perjalanan akademiknya berlanjut di Claremont Graduate University. Dari jenjang tersebut, Aida meraih gelar PhD di bidang Ekonomi pada 2001.

Rekam jejak pengalaman di bidang strategis

Karier Aida di Bank Indonesia tidak dibangun secara instan, melainkan dibentuk melalui pengalaman pada sejumlah bidang strategis. Fokus pengalaman tersebut terutama terkait kebijakan ekonomi dan moneter serta hubungan internasional.

Dengan latar seperti itu, Aida memiliki pijakan yang selaras antara pendidikan akademik dan kebutuhan penguatan kebijakan di lingkungan bank sentral. Kombinasi tersebut juga tercermin dari rentang waktu perannya di institusi.

Langkah penetapan sebagai Deputi Gubernur Senior BI membuat Aida bergerak dalam kerangka periode 2026–2031. Perpanjangan peran ini sekaligus menegaskan posisi Aida dalam struktur kepemimpinan BI untuk periode mendatang.

Sebagai Deputi Gubernur Senior, Aida akan melanjutkan kontribusinya setelah sebelumnya menjabat sejak 2022. Keputusan yang lahir pasca fit and proper test pada 26/8/2026 menjadi dasar formal perubahan level tanggung jawabnya.

Melihat rangkaian pendidikan dan pengalaman yang telah ditempuh—mulai dari IPB hingga USC dan Claremont Graduate University—Aida datang dengan fondasi yang menekankan ekonomi dan kebijakan. Sementara itu, rekam jejaknya yang mencakup kebijakan ekonomi dan moneter serta hubungan internasional menjadi bagian penting dalam profil profesionalnya.

Dengan penetapan ini, DPR RI menutup proses seleksi pada tahap Komisi XI, sementara Aida bersiap melaksanakan tugas sebagai Deputi Gubernur Senior BI untuk periode 2026–2031. Perpanjangan kiprah di pimpinan BI itu sekaligus menunjukkan kesinambungan perjalanan kariernya di bank sentral.

Rangkaian penilaian di Komisi XI tidak berhenti pada formalitas, melainkan diarahkan pada kesesuaian kemampuan Aida dengan kebutuhan peran yang akan diemban. Tahapan fit and proper test menjadi pintu final sebelum penetapan resmi dilakukan.

Dengan dipilihnya Aida untuk periode 2026–2031, proses pergantian level tanggung jawab berjalan sebagai kelanjutan yang terukur. Hal ini juga memperlihatkan kesinambungan kontribusi yang sebelumnya sudah berlangsung sejak masa jabatan 2022.

Jejak pendidikannya memperlihatkan perjalanan yang berlapis: diawali dari studi sarjana di IPB pada 1987, lalu berlanjut ke program ekonomi tingkat lanjut di USC pada 1996, sebelum mencapai jenjang doktoral di Claremont Graduate University pada 2001.

Fondasi akademik tersebut dipadukan dengan pengalaman profesional yang berhubungan erat dengan kebijakan ekonomi dan moneter serta hubungan internasional. Kombinasi ini memberikan kerangka berpikir yang relevan untuk posisi strategis di lingkungan bank sentral.

Penetapan ini menegaskan bahwa proses di Komisi XI sudah mencapai tahap akhir, sementara Aida akan menindaklanjuti keputusan tersebut pada masa tugas berikutnya. Dengan demikian, transisi peran berjalan dengan dasar penilaian yang telah dituntaskan.