jurnalistik.co.id – Andrew dan Tristan Tate kembali berada di meja persidangan di Florida, saat tim kuasa mereka meminta pengadilan agar keduanya dilepaskan dari tahanan. Permohonan itu diajukan dengan tujuan agar mereka bisa menghadapi sengketa kemungkinan ekstradisi ke Inggris, terkait tuduhan pemerkosaan dan perdagangan manusia.
Dalam sidang, Andrew dan Tristan hadir dengan seragam tahanan berwarna krem. Keduanya menegaskan bahwa mereka tidak melakukan kejahatan yang dituduhkan, sekaligus menyoroti kondisi penahanan yang mereka jalani selama proses berjalan.
Jaksa pemerintah berargumen bahwa Andrew dan Tristan merupakan risiko melarikan diri. Mereka menyebut kedua terdakwa pernah membanggakan kepemilikan lebih dari satu paspor, serta menilai Andrew-Tristan dapat menggunakan sumber daya untuk mendukung upaya kabur.
Di sisi lain, penasihat hukum menyatakan justru ketenaran keduanya di media sosial akan membuat pelarian menjadi hampir tidak mungkin. Pembela juga menekankan kepatuhan mereka terhadap syarat-syarat pelepasan yang pernah ditetapkan, sepanjang menghadapi perkara di Inggris dan perkara lain yang masih berjalan di Rumania.
Hakim Pengadilan Magistrat AS, Lauren Louis, akan mengeluarkan putusan tertulis pada waktu yang akan datang untuk menentukan apakah permohonan jaminan (bail) akan dikabulkan. Andrew dan Tristan menunggu keputusan tersebut sambil menghadapi proses ekstradisi.
Keduanya ditangkap di Miami pada 19 Juli. Dalam persidangan Kamis, pengacara pertahanan dan jaksa pemerintah bergiliran mengajukan pertanyaan saat Andrew dan Tristan memberikan keterangan langsung di bawah sumpah.
Andrew Tate, yang berusia 39 tahun, menyatakan bahwa ia “never committed the crimes I’m accused of”. Tristan Tate, yang berusia 38 tahun, menggambarkan kondisi detensinya sebagai ruangan yang kecil dan panas, dengan minim sinar matahari serta kesempatan berolahraga.
Tristan juga mengatakan bahwa ia merasa tertekan karena tidak bisa ikut membantu pembelaannya, sebagaimana disampaikan dalam pemberitaan yang menyebut keterangan itu berasal dari CBS News. Ia menambahkan, “It’s beginning to grate on me because I can’t partake in helping with my defence” dan menyebut kondisi tersebut “It’s death by scurvy”, serta menyatakan telah kehilangan 14 lb (6,3 kg).
Dalam proses yang sama, pihak Kedutaan Besar Inggris mengajukan dokumen ke pengadilan dengan permintaan agar Andrew dan Tristan tetap ditahan, karena Inggris terus melanjutkan upaya ekstradisi. Jaksa pemerintah juga mendorong balik klaim pertahanan, khususnya mengenai tuduhan bahwa keduanya melebih-lebihkan kekayaan untuk membentuk citra di kanal daring.
Jaksa federal menyebut Andrew dan Tristan memiliki akses pada sumber daya yang bisa membantu mendanai upaya kabur, serta mengemukakan bahwa keduanya pernah “membanggakan” kepemilikan paspor lebih dari satu. Di bawah pemeriksaan, Andrew menegaskan bahwa untuk menopang kebutuhan keuangan, ia “had to go back to the boxing ring against heavier, younger opponents”, sebagaimana dilaporkan oleh CBS News.
Berita Terkait
Andrew juga menjelaskan tentang pernyataan-pernyataan daringnya, dengan mengatakan, “I’ve said some stupid things, but sometimes you have to shake the internet to get noticed”. Ia menambahkan, “This is the reality of the internet” dan menyatakan, “I’m being treated like El Chapo”, merujuk pada tokoh kartel obat bius Meksiko, sembari mengatakan bahwa ia memiliki catatan yang baik dalam proses peradilan, “but I have a perfect record in the court system”.
Ketika ditanya oleh pengacaranya, Joseph McBride, Andrew Tate menolak tuduhan sebagai pelaku perdagangan manusia. Tim pertahanan juga memanggil Natasha Sesay, yang disebut berasal dari Inggris, untuk memberikan kesaksian yang mendukung pelepasan Andrew.
Sesay menggambarkan hubungan romantis selama lima tahun, menyatakan bahwa ia memiliki satu anak bersama Andrew dan sedang menantikan anak kedua. Ia mengatakan kepada pengadilan bahwa “It’s nice having him at home”, dan menambahkan bahwa meski persona yang ditampilkan di internet beragam, Andrew “has never ever been violent toward women”.
Di tingkat penuntutan Inggris, jaksa menyebut total terdapat 59 dakwaan pidana terhadap Andrew dan Tristan. Dakwaan itu mencakup tuduhan pemerkosaan serta sejumlah pasal yang berkaitan dengan perdagangan seks dan gambar tidak senonoh yang melibatkan anak.
Proses penambahan dakwaan dijelaskan dalam persidangan: otoritas Inggris mengajukan 21 dakwaan terhadap keduanya pada tahun lalu, kemudian menambahkan 38 dakwaan lagi pada bulan lalu. Jaksa menyatakan dakwaan-dakwaan gabungan tersebut melibatkan tujuh pengadu.
Selain perkara di Inggris, Andrew dan Tristan juga pernah menghadapi dakwaan perdagangan seks di Rumania pada 2022. Mereka juga disebut dikenai larangan bepergian sampai akhirnya diizinkan masuk ke Amerika Serikat pada 2025.
Tristan Tate, saat memberikan keterangan di Miami pada Kamis, mengatakan bahwa jika ia dibawa ke Inggris, ia akan “dikunci” dan kehilangan semua yang telah ia usahakan. Ia menyatakan, “If I go to England they will lock me up” dan “and take everything I’ve ever worked for”.
Ia juga menyebut bahwa dakwaan di Rumania telah “destroyed my entire life”, sebagaimana dilaporkan CBS News. Tristan mengatakan bahwa pihak berwenang “took everything”, termasuk tabungan untuk dana pendidikan anak-anaknya, dengan klaim perkara tersebut menjadi penentu besar baginya, “This case is make or break for me”.
Selama proses ini, Andrew dan Tristan membangun basis pengikut sebagai figur media sosial yang menampilkan gaya hidup kemewahan, yang sering dikaitkan dengan komunitas daring tertentu. Andrew Tate juga disebut memiliki jutaan pengikut di antara audiens terutama pria muda, sementara keduanya dikenal sebagai tokoh yang lantang di berbagai ruang publik.
Dalam perkembangan politik yang disebut relevan, Gedung Putih menyatakan bahwa Presiden Donald Trump tidak akan campur tangan dalam kasus ekstradisi kedua bersaudara tersebut. Sementara itu, otoritas Inggris diberi tenggat waktu sampai 16 September untuk menyerahkan permohonan ekstradisi lengkap.
Persidangan di Florida pada akhirnya menempatkan dua narasi yang bertabrakan: apakah Andrew dan Tristan layak dilepas menunggu proses ekstradisi, atau justru tetap harus ditahan karena dinilai berpotensi melarikan diri. Putusan tertulis dari hakim Lauren Louis menjadi langkah berikut yang menentukan arah tuntutan bail dalam waktu dekat.












