Internasional

Pimpinan NHS Peringatkan Kekacauan Penanganan ADHD dan Autisme

×

Pimpinan NHS Peringatkan Kekacauan Penanganan ADHD dan Autisme

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: NHS bosses warn of chaos in ADHD and autism care

jurnalistik.co.id – Para pemimpin NHS memperingatkan layanan untuk penderita ADHD dan autisme bisa berujung pada kekacauan. Kekhawatiran itu muncul ketika biaya meningkat tajam dan penyedia swasta yang tidak diatur memanfaatkan lonjakan kebutuhan layanan.

Menurut NHS Alliance, sistem yang berjalan saat ini menjadi “bad deal” bagi pasien maupun pembayar pajak. Mereka menilai ada masalah mendasar dalam cara biaya penilaian dan perawatan ditetapkan, sehingga hasilnya sulit dipastikan secara merata.

Kelompok yang mewakili pengelola kesehatan tersebut menyoroti adanya perbedaan besar dalam tagihan untuk layanan yang dinilai serupa. Dalam satu kasus, dewan kesehatan lokal membayar ÂŁ300 untuk layanan, sementara dewan lain dikenakan biaya hingga ÂŁ3.000 untuk layanan yang digambarkan mirip.

NHS Alliance juga menyebut terjadi ekspansi cepat terhadap penyedia baru, baik perusahaan swasta maupun organisasi amal. Di tengah pertumbuhan itu, manajer NHS kesulitan memastikan kualitas serta keselamatan dukungan yang diberikan kepada pasien.

Pemerintah, kata NHS Alliance, menyatakan akan memublikasikan tinjauan independen mengenai layanan tersebut dalam waktu dekat. Pemerintah juga berjanji ada “new national approach” untuk autisme, ADHD, dan kesehatan mental, sebagai tindak lanjut dari temuan tinjauan.

Sebelum rencana itu berjalan, NHS Alliance mengumpulkan informasi dari integrated care boards (dewan perawatan terpadu) yang memegang anggaran untuk layanan lokal. Datanya dipakai untuk memotret kondisi perawatan saat ini dan bagaimana kebijakan yang ada berdampak pada biaya serta tata kelola.

Dalam kerangka “right to choose”, pasien dapat memilih mendapatkan layanan autisme dan ADHD dari penyedia NHS maupun non-NHS. Kebijakan ini ditujukan untuk membantu pasien melewati antrean tunggu panjang yang berkembang dalam beberapa tahun terakhir.

Namun NHS Alliance menyatakan kebijakan tersebut juga memicu arus masuk penyedia baru, yang di sisi lain dapat memangkas sebagian waktu tunggu terpanjang bagi orang dewasa maupun anak-anak. Meski demikian, mereka menemukan biaya yang dikeluarkan justru meningkat tajam pada beberapa area.

Hasil pengumpulan informasi menunjukkan sejumlah dewan melaporkan lonjakan pengeluaran yang tajam, digambarkan sebagai “out of control”. Salah satu dewan melihat biaya naik hingga sepuluh kali lipat dalam setahun, menjadi £1,5 juta per bulan, sementara dewan lain mencatat belanja tahunan melonjak dari £4 juta menjadi £30 juta dalam rentang dua tahun.

Salah satu problem yang disebut paling menonjol adalah perbedaan besar dalam tarif yang dikenakan oleh penyedia non-NHS. NHS membedakan konteks ini dari layanan operasi rutin, seperti penggantian pinggul dan lutut, yang memiliki tarif tetap untuk berbagai tindakan terlepas dari apakah dikerjakan oleh pihak NHS atau sektor swasta.

Untuk autisme dan ADHD, menurut NHS Alliance, yang tersedia hanya “guide prices”, sehingga angka acuan tersebut tidak wajib dipatuhi. Kondisi ini membuat variasi biaya dapat melebar, bahkan saat layanan yang diterima disebut sejenis.

Selain soal tarif, manajer kesehatan juga melaporkan peningkatan cepat jumlah penyedia. Dalam salah satu laporan, sebuah dewan bekerja sama dengan 48 penyedia, jumlah itu empat kali lebih banyak dibanding dua tahun sebelumnya.

Perubahan jumlah penyedia tersebut, kata NHS Alliance, menimbulkan masalah bagi kemampuan dewan untuk memeriksa mutu dan keselamatan perawatan serta dukungan yang diberikan. Mereka juga menyoroti aspek perizinan: penyedia yang hanya melakukan asesmen tidak harus terdaftar dengan Care Quality Commission, badan regulasi untuk layanan kesehatan dan perawatan.

Rebecca Gray dari NHS Alliance mengatakan manajer berada dalam posisi sulit “caught between a rock and a hard place”. Ia menambahkan, “They understand the anguish and frustration caused by long delays in the system as people wait for assessments, treatment and support.”

Gray menekankan bahwa upaya memenuhi permintaan tetap membawa konsekuensi finansial, “But in working to meeting demand they face soaring costs that are running out of control.” Ia menyebut situasi ini “a bad deal for patients and taxpayers” dan memperingatkan ada risiko sistem keseluruhan bisa jatuh ke “chaos”.

Mel Merritt dari National Autistic Society juga menilai sistem berada dalam krisis. Ia menyatakan, “Spending is rising on short-term solutions due to years of a lack of long-term investment in improving services.”

Meski pengeluaran meningkat, Merritt mengatakan keterlambatan yang dialami masyarakat tetap “unacceptable”. Dengan kata lain, besarnya belanja tidak otomatis mengubah lamanya proses penilaian, perawatan, dan dukungan yang harus dijalani pasien.