jurnalistik.co.id – Perdana Menteri Andy Burnham memperkenalkan skema baru untuk membantu warga yang kesulitan masuk ke pasar rumah, terutama mereka yang tidak punya dukungan keluarga atau akses pendanaan seperti “bank of mum and dad”. Kebijakan ini ditujukan bagi pembeli rumah pertama kali agar bisa mengambil langkah lebih pasti ke tangga kepemilikan.
Melalui skema “Your First Home”, pemerintah menargetkan pembeli pertama kali di Inggris yang menyiapkan uang muka sebesar 2.5%. Skema ini menyediakan pinjaman senilai 20% dari nilai properti hunian baru yang akan dibeli, agar kebutuhan untuk melakukan transaksi dapat lebih terjangkau.
Burnham menegaskan kelompok yang ingin ditolongnya adalah mereka yang selama ini tidak memiliki dukungan finansial dari “bank of mum and dad”. Menurutnya, banyak anak muda menghadapi beban biaya perumahan yang membuat harapan untuk memiliki rumah sendiri menjadi semakin sulit dipertahankan.
Dalam pernyataannya, Burnham menyebutkan: “Too many young people are struggling with the cost of housing, with many giving up hope of ever having a home to call their own.” Ia melanjutkan, “So we will step in to help more first-time buyers onto the housing ladder.” Ia juga menambahkan bahwa skema ini diyakininya dapat memberi kepercayaan bagi para pengembang untuk menghadirkan rumah baru berkualitas tinggi yang dibutuhkan negara.
Labour menyatakan akan ada masa awal tanpa bunga bagi pinjaman bagian ekuitas (equity loan) dalam skema tersebut. Informasi lanjutan mengenai detail pelaksanaan kebijakan ini diperkirakan akan diumumkan pada Anggaran (Budget) bulan depan, sementara proses pra-registrasi disebut akan dibuka sebelum akhir tahun.
Berita Terkait
Sejauh ini, pemerintah belum mengonfirmasi apakah terdapat pembatasan usia dalam skema “Your First Home”, maupun apakah akan ada batas pada harga atau nilai properti yang memenuhi syarat. Keterangan tersebut masih menjadi bagian yang menunggu kejelasan pada tahap pengumuman berikutnya.
Pengumuman dilakukan saat Burnham tiba di Liverpool menjelang Konferensi Partai Buruh (Labour Party) pertamanya sejak ia resmi menjadi perdana menteri. Kebijakan ini diumumkan pada momentum yang sejajar dengan agenda politik partai, dan dirancang sebagai respons terhadap kebutuhan perumahan yang lebih luas di tengah tantangan biaya yang dirasakan banyak keluarga.
Pemerintah juga menyatakan bahwa kebijakan ini memiliki kemiripan dengan inisiatif dari pemerintahan-pemerintahan sebelumnya. Salah satu referensi yang disebut adalah skema Help To Buy dari koalisi pada 2013, saat saat itu George Osborne menjabat sebagai kanselir, yang kemudian memperluas program yang telah ada sebelumnya bernama FirstBuy.
FirstBuy pada awalnya ditujukan hanya untuk pembeli rumah pertama kali. Sementara itu, Help To Buy memungkinkan seluruh pembeli untuk menaruh uang muka sebesar 5% untuk rumah baru, dengan dukungan pinjaman berbagi ekuitas hingga 20% dari biaya rumah. Skema tersebut menetapkan bahwa pinjaman berbagi ekuitas itu bebas bunga pada lima tahun pertama.
Terkait pendanaan, rencana anggaran untuk skema ini diperkirakan berasal dari penataan ulang prioritas anggaran yang sudah ada. Namun, pemerintah juga menyebut bahwa pengembang perumahan akan ikut berkontribusi terhadap biaya operasional pelaksanaan kebijakan tersebut.
Dengan detail yang masih menunggu pengumuman pada Budget bulan depan, “Your First Home” kini menjadi salah satu fokus utama bagi pembeli rumah pertama kali di Inggris. Bagi Burnham, tujuan akhirnya adalah membuka jalan agar lebih banyak orang bisa melangkah dari sekadar berencana menjadi benar-benar memiliki rumah, sekaligus menjaga dorongan agar pembangunan rumah baru tetap berjalan dan memenuhi kebutuhan kualitas yang diharapkan.












