Bisnis & Ekonomi

Dalam Sepekan, Investor Asing Serap BBRI Rp745 Miliar; IHSG Naik 1,93%

×

Dalam Sepekan, Investor Asing Serap BBRI Rp745 Miliar; IHSG Naik 1,93%

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Investor Asing Borong Saham BBRI Rp745 Miliar dalam Sepekan - Market

jurnalistik.co.id – Perdagangan pekan lalu di Bursa mencatat penguatan yang konsisten. Pada periode 18–21 Agustus 2026, IHSG menguat 1,93% (point-to-point) dan ditutup pada level 6.525.

Di tengah menguatnya indeks, arus transaksi juga terlihat pada aktivitas investor asing. Mereka tercatat memborong saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) hingga Rp745 miliar dalam sepekan.

Secara lebih luas, investor asing melakukan aksi beli bersih (net buy) sebesar Rp2,23 triliun sepanjang perdagangan saham di seluruh pasar dalam sepekan. Angka ini beriringan dengan kecenderungan penguatan IHSG yang terjadi pada hari-hari tersebut.

Jika dilihat dari pasar reguler, investor asing masih mencatat net buy sebesar Rp548 miliar. Di sisi lain, akumulasi sejak awal 2026 menunjukkan posisi net sell di pasar reguler mencapai Rp96,4 triliun year-to-date (ytd).

Pada level saham individu, BBRI menjadi tujuan utama pembelian investor asing. Dalam sepekan, net buy terbanyak tercatat pada BBRI sebesar Rp745,32 miliar, dan saham bank pelat merah itu menguat 3,53% hingga berada di posisi Rp3.230 per saham.

Selain BBRI, beberapa emiten lain juga menerima minat investor asing melalui nilai net buy yang lebih kecil namun tetap dominan dibanding saham-saham lain. Urutan net buy tertinggi sepanjang minggu lalu oleh investor asing di antaranya PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp409,05 miliar, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebesar Rp329,14 miliar, serta PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sebesar Rp251,18 miliar.

Masih dalam kelompok pembelian terbesar, investor asing juga mencatat net buy pada PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) sebesar Rp133,62 miliar dan PT Timah Tbk (TINS) sebesar Rp125,11 miliar. Setelah itu, terdapat PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) senilai Rp88,58 miliar dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) sebesar Rp40,1 miliar.

Lebih lanjut, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) masuk daftar net buy terbesar dengan nilai Rp38,6 miliar, sementara PT Vale Indonesia Tbk (INCO) tercatat Rp37,28 miliar. Secara keseluruhan, komposisi ini memperlihatkan konsentrasi arus dana asing pada saham-saham berkapitalisasi yang menjadi sorotan pelaku pasar.

Dari sisi pergerakan yang berlawanan, investor asing juga melakukan penjualan bersih pada sejumlah saham tertentu. Pada kesempatan yang sama, net sell terbesar tercatat pada PT Indosat Tbk (ISAT) dengan nilai Rp322,3 miliar.

Menariknya, meski mencatat net sell terbesar, ISAT justru berhasil menguat pada pekan tersebut. Saham ISAT naik 7,09% dan berada di posisi Rp2.720 per saham.

Rangkaian angka tersebut memberi gambaran bahwa aktivitas investor asing dalam sepekan tidak hanya berupa pembelian luas, tetapi juga disertai penyesuaian pada saham-saham tertentu. Dengan IHSG yang menguat dan investor asing mencatat net buy di level pasar, pola transaksi ikut membentuk arah pergerakan indeks pada periode 18–21 Agustus 2026.

Secara ringkas, pekan lalu ditandai oleh penguatan IHSG hingga penutupan di 6.525, net buy asing yang mencapai Rp2,23 triliun di seluruh pasar, serta dominasi BBRI yang menyerap hingga Rp745,32 miliar. Pada saat yang sama, ISAT menjadi titik net sell terbesar senilai Rp322,3 miliar, tetapi tetap mencatat kenaikan harga sebesar 7,09%.

Jika ditarik ke level indikator pasar, penguatan IHSG selama 18–21 Agustus 2026 juga terlihat konsisten dengan arus asing yang berada pada posisi beli bersih di seluruh pasar. Dalam periode yang sama, net buy asing mencapai Rp2,23 triliun, sementara di pasar reguler investor asing masih membukukan net buy sebesar Rp548 miliar.

Namun, komposisi transaksi tersebut tidak sepenuhnya seragam pada setiap emiten. Dari daftar pembelian terbesar, BBRI menonjol dengan net buy Rp745,32 miliar, disertai kenaikan harga 3,53% menjadi Rp3.230. Sementara itu, saham lain seperti BBCA (Rp409,05 miliar), AMMN (Rp329,14 miliar), dan ANTM (Rp251,18 miliar) juga masuk dalam kelompok yang menerima penyerapan dana asing terbesar pada pekan tersebut.

Di sisi penyesuaian, investor asing tetap melakukan net sell pada beberapa saham, dengan ISAT menjadi yang paling dominan di kelompok tersebut sebesar Rp322,3 miliar. Menariknya, meski tercatat net sell terbesar, ISAT tetap menguat 7,09% hingga berada di Rp2.720 per saham, sehingga pergerakan harga pekan lalu menunjukkan adanya selektivitas dalam transaksi asing pada saham-saham tertentu.