jurnalistik.co.id – Sir David Beckham dilaporkan menerima sekitar £38,5 juta dari bisnis olahraga, fesyen, dan media miliknya, DRJB Holdings, setelah perhelatan Piala Dunia Sepak Bola Putra 2026 mendorong kinerja perusahaan hingga mencapai rekor keuntungan.
Dalam laporan yang dirilis oleh DRJB Holdings, perusahaan menyebut pencapaian laba hampir mencapai £50 juta pada 2025. Angka tersebut naik 46% dibanding periode setahun sebelumnya, seiring peningkatan penjualan dari £72,2 juta menjadi £84 juta.
Kenaikan kinerja itu dikaitkan dengan berbagai kemitraan iklan yang dibangun menjelang turnamen. Kemitraan tersebut melibatkan beberapa merek besar, di antaranya Bank of America, McDonald’s, Verizon, serta PepsiCo Lay’s.
Selama musim Piala Dunia, Beckham—yang dikenal sebagai figur yang kerap tampil di kampanye iklan—sering terlihat dalam tayangan promosi, khususnya di Amerika Serikat. Di AS, sulit bagi penggemar untuk menonton pertandingan tanpa bertemu kemunculannya dalam sejumlah iklan untuk Stella Artois, Home Depot, serta Lay’s.
Di Inggris, produk yang sama dikenal sebagai Walkers, sehingga kehadiran Beckham dalam iklan juga hadir dalam konteks pasar lokal tersebut.
Kemitraan dagang dan ekspansi lini produk
Selain aktivitas pemasaran berbasis sponsor turnamen, DRJB juga mengeklaim pertumbuhan yang datang dari portofolio bisnis yang lebih luas. Salah satunya adalah perkembangan bisnis suplemen kesehatan Beckham.
Pada sisi fesyen, Beckham juga menjalankan sejumlah kolaborasi. Tahun lalu, ia meluncurkan koleksi pakaian pria untuk Hugo Boss, serta menghadirkan sepasang sepatu sepak bola Adidas Predator. Di sektor kacamata, Beckham juga memiliki lini produk dengan Safilo, perusahaan pembuat kacamata asal Italia.
Dividen dan struktur kepemilikan
Berita Terkait
Dalam skema pembagian keuntungan kepada pemegang saham, DRJB membayar total £38,9 juta lebih dulu, kemudian memberikan pembayaran khusus sebesar £46,6 juta setelah akhir tahun buku. Karena Beckham memiliki hampir setengah kepemilikan perusahaan, bagian dividen yang diterimanya diperkirakan berada di angka sekitar £38,5 juta.
Sementara itu, sisa kepemilikan DRJB berada di tangan Authentic Brands Group yang berbasis di New York. Grup tersebut juga dikenal sebagai pemilik Reebok, selain memegang hak atas berbagai merek selebritas lain, termasuk merek yang terkait Kevin Hart.
Corey Salter, Chief Executive Officer bidang entertainment di Authentic, menilai performa tersebut menunjukkan kekuatan merek yang dimiliki Beckham. Ia menyatakan bahwa pencapaian itu memperlihatkan nama Sir David adalah “one of the most powerful global brands in sport, lifestyle, entertainment and much more”.
Salter juga menambahkan, “It’s been an outstanding year, from new partnerships to important philanthropic campaigns and overall brand growth,” sebagai rangkuman dari tahun yang dinilai berhasil menghadirkan kemitraan baru serta penguatan kampanye-kampanye filantropi.
Dengan demikian, hasil yang dilaporkan DRJB menggambarkan bagaimana kehadiran Beckham—baik melalui jaringan sponsor maupun lini produk—terkonsolidasi menjadi kontribusi pendapatan dan keuntungan yang lebih besar, terutama pada periode yang terhubung dengan Piala Dunia.
Catatan kontroversi dan respons Beckham
Sebelumnya, Beckham pernah menghadapi kritik terkait keterlibatannya sebagai duta Piala Dunia Sepak Bola Putra 2022 di Qatar. Kritik muncul karena Qatar dikenal sebagai negara di mana hubungan sesama jenis masih ilegal.
Menanggapi situasi tersebut, Beckham menyampaikan bahwa “It was an important competition and one I was proud to be part of,” lalu menambahkan bahwa ia telah berinteraksi dengan komunitas LGBTQ selama turnamen.
Dalam konteks laporan bisnis terbaru ini, pernyataan Beckham dan catatan kontroversi tersebut tetap menjadi bagian dari latar yang sering menyertai publik figur globalnya—sementara di sisi lain, angka-angka kinerja DRJB memperlihatkan bagaimana portofolionya dipandang memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi perusahaan.
Jika dirangkum, dividen yang diterima Beckham menegaskan hubungan langsung antara kuatnya posisi merek pribadi dan ekspansi komersial DRJB, terutama ketika Piala Dunia 2026 berperan sebagai katalis utama bagi lonjakan keuntungan dan pertumbuhan penjualan pada 2025.












