Bisnis & Ekonomi

Fundamental Performa Kokoh, SeaBank Pertahankan Pertumbuhan Positif

×

Fundamental Performa Kokoh, SeaBank Pertahankan Pertumbuhan Positif

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Fundamental Bisnis Kuat, SeaBank Konsisten Jaga Pertumbuhan Positif

jurnalistik.co.id – Di tengah dinamika ketidakpastian global, SeaBank menunjukkan momentum yang tetap positif lewat kinerja keuangan pada kuartal III 2026. Perusahaan membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp362,7 miliar untuk periode Juli hingga September 2026.

Catatan yang sama juga terlihat dalam akumulasi sembilan bulan. SeaBank mencatat laba bersih setelah pajak sebesar Rp1,11 triliun sepanjang Januari hingga September 2026.

Direktur Utama PT Bank Seabank Indonesia, Sasmaya Tuhuleley, menyatakan bahwa capaian tersebut menegaskan keberhasilan model bisnis digital SeaBank. Ia menyebut kinerja itu dibangun melalui perpaduan pertumbuhan kredit serta efisiensi biaya bank, biaya dana, dan biaya operasional lainnya.

“Pencapaian laba bersih ini mencerminkan tingginya tingkat kepercayaan masyarakat. Kami bersyukur nasabah semakin aktif menjadikan SeaBank sebagai platform transaksi keuangan utama mereka. Di saat yang sama, kami tetap memegang teguh prinsip kehati-hatian dalam ekspansi kredit dan disiplin menjaga efisiensi operasional. Ke depan, SeaBank akan terus memperkuat infrastruktur teknologi dan keamanan, serta menghadirkan fitur dan produk-produk baru demi menghadirkan layanan perbankan digital yang inklusif, relevan, dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujar Sasmaya dalam keterangan resmi, Rabu (4/11/2026).

Selain aspek profitabilitas, perseroan juga menempatkan fondasi permodalan pada posisi yang dinilai sangat memadai. Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) SeaBank terjaga di level 20,05%, yang dinilai menopang langkah ekspansi ke depan.

Dalam menjalankan ekspansi, SeaBank tetap mengimbangi pertumbuhan penyaluran kredit dengan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang disiplin. Hasilnya, kualitas aset dipertahankan pada level yang dinilai prima.

Ketahanan kualitas aset tercermin dari rasio kredit bermasalah. Non-Performing Loan (NPL) Gross berada di level 1,84%, membaik dibanding 1,88% pada September 2025, sedangkan NPL Net berada di level 0,14% yang membaik dari 0,16% pada September 2025. Angka-angka tersebut juga disebut berada jauh di bawah batas toleransi regulator sebesar 5%.

Ekspansi kredit dan penguatan neraca berjalan selaras

Penyaluran kredit SeaBank tercatat mencapai Rp42,86 triliun. Angka ini naik dari Rp28,58 triliun pada akhir September 2025, menunjukkan percepatan pertumbuhan bisnis secara terukur.

Perluasan neraca ikut memperkuat kinerja perseroan. Total aset SeaBank tumbuh menjadi Rp58,42 triliun, naik sebesar Rp39,6 triliun dibanding posisi pada akhir September 2025.

Pertumbuhan aset tersebut didorong oleh akselerasi fungsi intermediasi. SeaBank menyebut peningkatan ditopang penguatan skema pinjaman langsung (direct lending), kolaborasi kemitraan, serta integrasi ekosistem digital.

Dari sisi basis pengguna, SeaBank melaporkan pencapaian yang juga terus berkembang. Hingga akhir September 2026, jumlah nasabah telah menembus lebih dari 39 juta nasabah, dengan aktivitas yang tercermin dari rata-rata transaksi harian mencapai kisaran lebih dari 21 juta transaksi.

Aktivitas transaksi harian itu turut berdampak pada perputaran dana. Volume perputaran uang harian disebut menembus kisaran Rp8,2 triliun selama bulan September 2026.

Penguatan fundamental yang konsisten juga dipertegas lewat penilaian lembaga pemeringkat independen. Fitch Ratings Indonesia menetapkan peringkat nasional jangka panjang pertama untuk SeaBank pada level AA+(idn) dengan outlook stabil.

Menurut penilaian Fitch, peringkat tersebut mencerminkan profil kredit SeaBank, termasuk ekspektasi dukungan dari Sea Limited sebagai pemegang saham pengendali. Fitch juga menilai peran strategis SeaBank dalam layanan keuangan digital di Indonesia, dengan penekanan pada kemudahan akses, kecepatan transaksi, dan keandalan layanan sebagai fondasi pengalaman perbankan digital yang relevan.

Sejalan dengan itu, SeaBank turut merujuk survei lembaga riset Ipsos yang dirilis pada September 2026. Dalam survei tersebut, SeaBank mencatat persepsi positif tertinggi di antara bank digital pada aspek kelancaran dan kecepatan respons transaksi sebesar 67% serta stabilitas aplikasi dengan minim gangguan sebesar 66%.

Masih dari hasil Ipsos, perseroan juga meraih masing-masing 56% pada aspek kemudahan dalam memahami tampilan aplikasi dan 54% pada kemudahan membuka rekening. Hasil ini diinterpretasikan sebagai bukti inovasi layanan digital yang berorientasi pada kemudahan, kenyamanan, dan kebutuhan nasabah.