jurnalistik.co.id – PT Timah Tbk (TINS) mencatat kenaikan kinerja sepanjang Januari hingga September 2026. Perusahaan membukukan laba bersih sebesar Rp4,12 triliun pada periode tersebut.
Angka ini melonjak 584,13% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni Rp602,42 miliar. Dengan demikian, laba bersih perusahaan mengalami ekspansi yang signifikan dari basis tahun lalu.
Selain laba, Timah juga mencatat pertumbuhan pada sisi pendapatan. Hingga September 2026, pendapatan perseroan tercatat Rp16,15 triliun.
Pendapatan itu tumbuh 144,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp6,6 triliun. Pertumbuhan pendapatan tersebut menjadi salah satu indikator bahwa aktivitas usaha perusahaan memperlihatkan percepatan dibandingkan tahun sebelumnya.
Komposisi pendapatan berdasarkan segmen
Dari total pendapatan, segmen pertambangan timah menyumbang Rp14,5 triliun. Kontribusi segmen ini mencapai 89,77% dari keseluruhan pendapatan perusahaan.
Di bawah pertambangan timah, segmen industri menyumbang pendapatan sebesar Rp1,30 triliun. Kontribusi segmen industri tercatat 8,04% terhadap total pendapatan Januari–September 2026.
Perusahaan juga mencantumkan segmen lainnya yang mencakup aktivitas seperti properti, nikel, dan reklamasi. Segmen ini menghasilkan pendapatan sebesar Rp198,91 miliar atau setara 1,23% dari total pendapatan.
Sementara itu, segmen pertambangan batu bara berkontribusi sebesar Rp127,09 miliar. Porsi segmen batu bara terhadap total pendapatan tercatat 0,79% pada periode yang sama.
Berita Terkait
Timah turut melaporkan pendapatan dari segmen konstruksi sebesar Rp27,72 miliar. Kontribusi segmen konstruksi berada pada angka 0,17% dari total pendapatan Januari hingga September 2026.
Dengan rincian tersebut, struktur pendapatan perusahaan memperlihatkan dominasi yang kuat dari pertambangan timah. Pada saat yang sama, segmen industri dan segmen-segmen lainnya berperan sebagai komponen tambahan yang turut menopang total pendapatan.
Secara keseluruhan, kombinasi pencapaian laba bersih Rp4,12 triliun serta pendapatan Rp16,15 triliun menggarisbawahi bahwa kinerja keuangan Timah dalam sembilan bulan pertama 2026 bergerak pada tren peningkatan dibandingkan periode Januari–September 2025.
Langkah perusahaan untuk mempertahankan kontribusi utama dari pertambangan timah menjadi bagian penting dalam arsitektur pendapatan yang tercermin dalam laporan keuangan. Perbedaan kontribusi antar segmen pada periode tersebut turut menggambarkan bagaimana komposisi usaha berjalan selama Januari hingga September 2026.
Berdasarkan data yang dirujuk dari laporan keuangan perseroan, Timah mencatat capaian yang mencakup lonjakan laba bersih dan pertumbuhan pendapatan, sekaligus perubahan komposisi kontribusi antarsegmen. Semua angka utama tersebut mencakup laba bersih Rp4,12 triliun, pendapatan Rp16,15 triliun, serta rinciannya per segmen: pertambangan timah Rp14,5 triliun (89,77%), segmen industri Rp1,30 triliun (8,04%), segmen lainnya Rp198,91 miliar (1,23%), pertambangan batu bara Rp127,09 miliar (0,79%), dan konstruksi Rp27,72 miliar (0,17%).
Pada periode Januari hingga September 2026, kinerja PT Timah Tbk tercermin dari dua indikator utama yang bergerak beriringan: laba bersih yang mencapai Rp4,12 triliun serta pendapatan yang mencapai Rp16,15 triliun. Keduanya juga menunjukkan kenaikan tajam bila dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Lonjakan laba bersih sebesar 584,13% dan kenaikan pendapatan 144,4% memperlihatkan bahwa pertumbuhan tidak hanya terjadi pada satu sisi laporan keuangan. Dengan kata lain, peningkatan hasil akhir disertai ekspansi pendapatan sehingga memperkuat gambaran perkembangan usaha sepanjang sembilan bulan pertama 2026.
Jika melihat komposisi pendapatan, pertambangan timah menjadi sumber utama dengan kontribusi Rp14,5 triliun atau 89,77%. Segmen industri berada di posisi berikutnya dengan nilai Rp1,30 triliun (8,04%), sementara segmen lainnya memiliki porsi yang lebih kecil, yakni masing-masing Rp198,91 miliar (1,23%), Rp127,09 miliar (0,79%), dan Rp27,72 miliar (0,17%).
Susunan kontribusi antarsegmen tersebut membantu menjelaskan mengapa pendapatan perusahaan sangat dipengaruhi oleh segmen pertambangan timah. Pada saat yang sama, adanya pendapatan dari segmen industri dan segmen lain menunjukkan adanya dukungan tambahan di luar kontribusi utama perusahaan selama Januari–September 2026.












