Bisnis & Ekonomi

Hashim Djojohadikusumo Mengaku Tak Puas, Singgung MSCI dan Kondisi Pasar Saham Indonesia Tahun Ini

×

Hashim Djojohadikusumo Mengaku Tak Puas, Singgung MSCI dan Kondisi Pasar Saham Indonesia Tahun Ini

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Hashim Tak Puas dengan Pasar Modal Saat Ini, Singgung MSCI - Market

jurnalistik.co.id – Utusan Khusus Presiden Urusan Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, menyatakan ketidakpuasan terhadap kondisi pasar saham Indonesia pada tahun ini. Ia menilai situasi yang berjalan berdampak pada persepsi investor, termasuk investor asing, yang belakangan menjadi sorotan bersama penyedia indeks global MSCI.

Menurut Hashim, masalah yang muncul tidak hanya berkaitan dengan pergerakan nilai saham. Ia juga menyoroti persoalan kepercayaan investor asing yang ikut memengaruhi dinamika pasar.

Hashim menyebut bahwa perhatian publik terhadap MSCI berkaitan dengan bagaimana Indonesia diperlakukan dalam klasifikasi pasar. Ia menilai pemerintah perlu menaruh perhatian serius agar kondisi pasar modal domestik tidak terus tertekan.

Dalam paparannya, Hashim menegaskan adanya kekhawatiran terhadap kemungkinan perubahan status pasar. Ia menyampaikan bahwa Indonesia berpotensi terdorong keluar dari kategori yang membuatnya dianggap sebagai pasar mandiri (standalone market), yang pada akhirnya dapat menjadi pemicu keluarnya dana investor asing.

“Saya juga punya saham di perusahaan publik. Saya tidak puas,” kata Hashim saat menyampaikan pandangannya di Rapat Pimpinan Nasional Kantor Dagang dan Industri (Kadin), Kamis (29/10/2026).

Ucapan Hashim tersebut disampaikan dalam forum yang membahas berbagai isu ekonomi dan bisnis. Ia menempatkan MSCI sebagai bagian dari konteks yang perlu ditangani, karena penilaian lembaga indeks tersebut dinilai berpengaruh terhadap cara investor memandang pasar Indonesia.

Hashim lantas menambahkan bahwa pemerintah perlu memikirkan langkah mitigasi yang relevan dengan tantangan yang dihadapi. Ia menilai penanganan yang tepat diperlukan agar tekanan yang sedang berlangsung tidak makin melebar dan membuat investor asing mengurangi eksposurnya.

Dalam penjelasannya, Hashim juga mengaitkan persoalan pasar modal dengan basis kepemilikan sekuritas di dalam negeri. Ia menyebut terdapat 32,7 juta individu warga negara Indonesia yang memiliki akun sekuritas atau brokerage accounts.

Angka tersebut menggambarkan bahwa keterlibatan masyarakat dalam instrumen pasar modal sudah cukup besar. Hashim memandang, besarnya jumlah pemegang akun sekuritas seharusnya ikut menjadi pertimbangan kebijakan agar kondisi pasar tetap mampu menjaga kepercayaan pelaku domestik.

Fokus pada kepercayaan investor dan status pasar

Di sisi lain, Hashim menekankan bahwa isu kepercayaan investor asing tetap menjadi faktor penting dalam arah pasar. Ia mengaitkan persepsi tersebut dengan sorotan MSCI sebagai penyedia indeks global, yang menjadi rujukan bagi investor dalam menilai karakter dan keterbukaan suatu pasar.

Ia menyampaikan bahwa pemerintah perlu mengantisipasi persoalan yang terkait dengan MSCI. Tujuannya, agar pasar modal Indonesia tidak berisiko mengalami penurunan status yang bisa berdampak pada keputusan alokasi dana investor asing.

Dengan kerangka itu, Hashim menilai tindakan mitigasi seharusnya diarahkan pada penguatan kondisi yang memengaruhi penilaian indeks. Ia menempatkan persoalan penurunan nilai saham dan menipisnya kepercayaan investor asing sebagai dua aspek yang saling terkait dalam dinamika pasar.

Menurutnya, jika status pasar berubah menjadi tidak lagi berada pada kategori yang dianggap standalone, konsekuensi yang mungkin terjadi adalah keluarnya dana. Dalam pandangannya, skenario tersebut perlu dicegah melalui perhatian kebijakan yang lebih terukur dan tepat sasaran.

Hashim menyampaikan pandangannya pada Kamis (29/10/2026) di Rapat Pimpinan Nasional Kadin. Lewat kesempatan itu, ia menegaskan bahwa ketidakpuasan yang ia rasakan tidak terlepas dari posisinya sebagai pemegang saham di perusahaan publik.

Secara keseluruhan, pernyataan Hashim menempatkan MSCI sebagai elemen yang perlu diperhitungkan dalam kebijakan pasar modal. Ia berharap pemerintah mampu melakukan mitigasi agar pasar tidak mengalami tekanan lanjutan dan tetap mampu mempertahankan kepercayaan investor.