Bisnis & Ekonomi

IHSG Tertekan Lebih Dalam, Hampir Jatuh Lagi di Bawah 5.000

×

IHSG Tertekan Lebih Dalam, Hampir Jatuh Lagi di Bawah 5.000

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: IHSG Melemah Makin Dalam, Nyaris Kembali ke Bawah 5.000 - Market

jurnalistik.co.id – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (3/11/2026) siang menunjukkan tekanan yang makin dalam pada indeks. Pada pukul 10:35 WIB, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 87,81 poin atau 1,72% hingga berada di level 5.004.

Angka itu sekaligus mengindikasikan bahwa penurunan berlangsung tanpa pemulihan berarti pada rentang waktu yang diamati. Pada titik terendahnya, IHSG bergerak dari kisaran 5.143 menuju 5.004.

Sepanjang sesi perdagangan pagi tersebut, aktivitas pasar didominasi oleh aksi jual. Volume transaksi mencapai 9,2 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp3,47 triliun, sementara frekuensi transaksi tercatat sebanyak 544 ribu kali.

Dari sisi pergerakan saham, komposisinya juga menunjukkan beratnya tekanan. Sebanyak 140 saham tercatat menguat, 460 saham melemah, dan 110 saham lainnya stagnan.

Dengan dinamika itu, pelemahan IHSG tercatat menjadi salah satu yang paling dalam di kawasan Asia. Berdasarkan data Bloomberg, IHSG mencatat penurunan terdalam kedua di Asia, beriringan dengan KOSPI (Korea Selatan).

Pemberat indeks berasal dari beberapa sektor

Tekanan pada IHSG pagi ini tidak berdiri sendiri, melainkan tercermin pada kelompok saham tertentu yang bergerak lebih lemah. Saham-saham barang baku, saham perindustrian, serta saham energi tercatat mengalami pelemahan yang paling dalam.

Untuk sektor barang baku, penurunan yang tercatat mencapai 2,85%. Pada sektor perindustrian, koreksinya berada di level 2,81%, sedangkan sektor energi melemah 2,6%.

Pergerakan tiga kelompok sektor tersebut ikut membentuk arah indeks yang semakin turun. Dengan kontribusi pelemahan yang terukur pada masing-masing sektor, ruang pemulihan indeks menjadi lebih terbatas dalam pengamatan pukul 10:35 WIB.

Saham-saham utama membebani lebih besar

Sejumlah saham tercatat menjadi pemberat IHSG pada perdagangan pagi hari ini. Di antara yang paling menonjol, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) membebani indeks sebesar 6,89 poin.

Berikutnya, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) ikut memberikan tekanan dengan bobot penurunan 5,12 poin. Sementara itu, PT Astra International Tbk (ASII) membebani 5,04 poin dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menyumbang penurunan 5,02 poin.

PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) juga tercatat membebani IHSG sebesar 4,79 poin. Secara keseluruhan, deretan saham yang menjadi pemberat ini sejalan dengan kondisi transaksi yang lebih berat pada pihak penjual.

Komposisi breadth saham—yang mencakup banyaknya saham melemah dibanding menguat—turut menegaskan arah pasar pada periode tersebut. Ketika jumlah saham yang terkoreksi jauh lebih besar, tekanan terhadap indeks cenderung sulit ditekan hanya dengan perubahan jangka pendek di beberapa emiten.

Dengan level IHSG yang turun ke 5.004 pada pukul 10:35 WIB, pergerakan yang terjadi pada pagi hari tersebut menggambarkan fase pelemahan yang makin dalam. Rentang pergerakan dari 5.143 sampai dengan 5.004 menunjukkan bahwa titik terlemah lebih dekat ke akhir pengamatan, bukan berada di awal.

Di tengah kondisi itu, besaran volume dan nilai transaksi juga memperlihatkan bahwa aktivitas perdagangan tetap ramai meski indeks berada di fase melemah. Frekuensi transaksi yang mencapai 544 ribu kali memperkuat gambaran bahwa pergerakan berlangsung dalam intensitas yang tinggi.

Secara ringkas, IHSG pagi ini melemah 87,81 poin (1,72%) ke level 5.004 pada Selasa (3/11/2026) pukul 10:35 WIB. Aktivitas jual mendominasi dengan volume 9,2 miliar saham dan nilai Rp3,47 triliun, sementara pemberat utama datang dari sektor barang baku, perindustrian, dan energi serta emiten seperti TLKM, BRPT, ASII, BBRI, dan SMMA.