jurnalistik.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Sesi I Selasa (15/9/2026) ditutup melemah 0,76% ke level 6.484. Pelemahan ini terlihat dari turunnya saham-saham berkapitalisasi besar atau big caps.
Pergerakan IHSG sepanjang sesi berjalan dalam tekanan jual yang konsisten. Meski pada awal perdagangan sempat menguat, indeks kemudian terperosok lebih dalam seiring bertambahnya tekanan di bursa.
Penurunan IHSG salah satunya dipicu oleh pelemahan saham-saham besar, khususnya PT Bayan Resources Tbk (BYAN) hingga PT Astra International Tbk (ASII). Penurunan beruntun pada kelompok big caps menjadi salah satu pemberat yang paling terasa pada sesi tersebut.
Dalam perdagangan Sesi I, rentang transaksi terjadi pada kisaran 6.549 hingga level terendah 6.461. Artinya, pergerakan terjadi dengan volatilitas yang cukup lebar sebelum penutupan di 6.484.
Dari sisi makro, sentimen bearish yang membayangi IHSG datang dari pergerakan harga minyak yang kembali menguat. Kondisi ini dikaitkan dengan ketidakberfungsian jaringan pipa penting milik Arab Saudi yang masih belum beroperasi setelah mengalami serangan.
Belum beroperasinya jaringan pipa tersebut menimbulkan ketidakpastian di kawasan Timur Tengah. Ketidakpastian yang berlarut-larut tersebut turut memengaruhi persepsi pelaku pasar terhadap prospek pasokan energi.
Tekanan juga diperkuat oleh situasi di jalur pelayaran Selat Hormuz yang masih dalam kondisi tutup. Penutupan ini meningkatkan risiko sekaligus berpotensi mengganggu kelancaran pasokan energi.
Selain faktor energi, investor juga merespons sentimen dari Wall Street. Pada saat yang sama, pasar saham global bergerak dalam nada melemah yang ikut memengaruhi arah IHSG di dalam negeri.
Berita Terkait
Di pasar obligasi AS, imbal hasil (yield) UST 10 tahun disebut mengalami kenaikan hingga mendekati level 5%. Pergerakan ini memberi sinyal adanya pergeseran ekspektasi di pasar keuangan global.
Pelaku pasar tampak menunggu keputusan suku bunga acuan dari The Fed. Mengacu pada konsensus yang disebut dalam laporan, keputusan tersebut hampir pasti mengarah pada kenaikan sebesar 25bps.
Di luar faktor pasar global, perhatian investor turut tertuju pada pergantian Menteri Keuangan. Fokusnya pada kepastian konsistensi kebijakan fiskal dan target defisit APBN yang diarahkan tetap berada di bawah 3% pada era kepemimpinan Suahasil Nazara.
Dengan latar tersebut, IHSG Sesi I mencerminkan kombinasi tekanan dari faktor eksternal dan kehati-hatian pelaku pasar terhadap arah kebijakan. Big caps yang melemah, diiringi penguatan sentimen energi dan ekspektasi keputusan The Fed, ikut menjaga indeks tetap di zona merah saat penutupan.
Secara keseluruhan, penurunan 0,76% ke 6.484 menegaskan bahwa momentum IHSG pada sesi tersebut belum mampu mempertahankan penguatan yang sempat muncul di pagi hari. Pergerakan indeks sepanjang rentang 6.549 sampai 6.461 menjadi indikasi bahwa pertempuran di bursa berjalan ketat sebelum akhirnya ditutup melemah.
Dalam sesi yang sama, pergerakan IHSG tidak hanya menunjukkan arah melemah, tetapi juga memperlihatkan bagaimana sentimen cepat berubah. Ketika perdagangan bergeser dari upaya penguatan awal menjadi dominasi tekanan jual, big caps yang mengalami pelemahan menjadi pengungkit utama penurunan indeks.
Penguatan sentimen energi turut bekerja melalui rangkaian kekhawatiran pasokan. Ketika jaringan pipa penting milik Arab Saudi belum beroperasi pasca serangan, pasar cenderung menilai risiko distribusi meningkat. Tambahan dari kondisi jalur pelayaran Selat Hormuz yang masih tutup memperbesar kehati-hatian pelaku pasar.
Di saat bersamaan, investor juga merespons sinyal dari pasar global. Pelemahan saham di Wall Street, kenaikan yield UST 10 tahun yang mendekati level 5%, serta konsensus bahwa The Fed hampir pasti menaikkan suku bunga sebesar 25bps membentuk ekspektasi yang saling menguatkan. Fokus dalam negeri juga tertuju pada pergantian Menteri Keuangan, khususnya arah konsistensi fiskal dan target defisit APBN tetap di bawah 3% pada era Suahasil Nazara, sehingga penguatan IHSG tertahan di zona merah.












