jurnalistik.co.id – Purbaya Yudhi Sadewa, mantan Menteri Keuangan, menanggapi isu yang beredar mengenai dirinya yang disebut-sebut akan menempati jabatan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia (Menko PM) serta posisi Gubernur Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII).
Menurut kabar yang sebelumnya ikut beredar, penawaran jabatan tersebut dikaitkan dengan kondisi Purbaya setelah dicopot sebagai Bendahara Negara. Jabatan Bendahara Negara kini tidak lagi dipegang oleh Purbaya, dan isu penunjukan itu kemudian berkembang menjadi pembahasan publik.
Dalam kesempatan wawancara, Purbaya memilih menjawab secara singkat saat ditanya mengenai kabar penempatan tersebut. Ia menyampaikan penolakan langsung kepada wartawan dengan nada tegas namun ringkas.
“Enggaklah. Kalau sudah pensiun ya sudah,” jawab Purbaya singkat, menanggapi pertanyaan terkait isu penunjukan Menko PM dan Gubernur PFII. Ucapan itu disampaikan setelah rangkaian serah terima jabatan (Sertijab) di lingkungan Kementerian Keuangan.
Acara Sertijab tersebut berlangsung di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, pada Selasa (14/9/2026). Setelah proses pergantian peran di internal kementerian, Purbaya hadir sebagai pihak yang menyerahkan jabatan Menteri Keuangan kepada penerusnya.
Dalam penjelasan yang menyertai isu jabatan, Purbaya juga menyinggung pertanyaan mengenai aktivitas setelah ia tidak lagi menjabat sebagai Menteri Keuangan. Saat ditanya lebih lanjut, ia menjawab dengan gaya bercanda yang tetap menutup ruang spekulasi terkait kelanjutan kariernya.
“Mau mancing di belakang rumah,” jawab Purbaya singkat. Jawaban tersebut menunjukkan bahwa arah kegiatannya setelah masa jabatan diposisikan sebagai urusan yang sudah ditata usai proses pensiun.
Berita Terkait
Sementara itu, dalam pemberitaan yang menjadi konteks isu, disebutkan bahwa jabatan yang disebut-sebut terkait Menko PM dan PFII saat ini diisi oleh Suahasil Nazara. Dalam penelusuran latar jabatan tersebut, Suahasil diketahui sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan sejak 2019.
Perubahan yang terjadi di Kementerian Keuangan itu kemudian melengkapi pembacaan publik terhadap rumor yang sebelumnya muncul. Namun, di tengah berbagai pertanyaan, Purbaya tetap membalas dengan jawaban yang pendek dan jelas, tanpa memperpanjang rincian.
Langkah Purbaya yang tidak masuk ke detail juga terlihat saat wartawan mencoba mengonfirmasi isu mengenai kemungkinan penugasan lain setelah dicopot dari jabatan Bendahara Negara. Ia memilih mengakhiri percakapan pada batasan prinsip bahwa setelah pensiun, urusan jabatan tidak lagi menjadi bagian dari pembahasan.
Dengan demikian, respons Purbaya pada momen Sertijab 14 September 2026 menjadi penegasan atas sikapnya terhadap rumor penawaran jabatan Menko PM dan Gubernur PFII. Ia menutup pertanyaan dengan kalimat yang merujuk pada kondisi pensiun, sekaligus menambahkan candaan tentang aktivitas yang ia rencanakan setelah tidak lagi menjabat sebagai Menteri Keuangan.
Sejumlah pertanyaan yang menghampiri Purbaya pada momen tersebut berangkat dari berkembangnya pembahasan publik soal kemungkinan penugasan baru. Isu yang semula beredar sebagai rumor kemudian memperoleh ruang diskusi karena dikaitkan dengan perubahan jabatan di Kementerian Keuangan, terutama setelah ia tidak lagi memegang peran sebagai Bendahara Negara.
Di tengah rangkaian pergantian peran yang menandai Sertijab, Purbaya tidak merinci latar maupun proses isu yang beredar. Ia memilih menjawab seperlunya, seolah menempatkan pembahasan jabatan semata sebagai topik yang telah selesai seiring statusnya sebagai pensiunan. Sikap singkat itu juga menjadi penegasan bahwa ia tidak membuka ruang spekulasi baru.
Dalam konteks pertanyaan lanjutan, Purbaya juga menunjukkan cara komunikasi yang sama: menutup arah pembicaraan pada prinsip bahwa masa jabatan telah berakhir. Saat ditanya mengenai rencana kegiatannya, ia menyampaikan respons bercanda yang menempatkan aktivitas setelah pensiun sebagai urusan pribadi. Dengan pendekatan tersebut, pemberitaan yang menyinggung Menko PM dan PFII tetap tidak berubah menjadi penjelasan rinci dari dirinya.












