Bisnis & Ekonomi

Kadin Minta Pemerintah Pulihkan Kepercayaan Investor Asing

×

Kadin Minta Pemerintah Pulihkan Kepercayaan Investor Asing

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Kadin Minta Pemerintah Pulihkan Kepercayaan Investor - Market

jurnalistik.co.id – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai pemerintah perlu membangun persepsi yang lebih positif agar dana investor asing kembali mengalir ke pasar keuangan Tanah Air. Penilaian itu disampaikan Wakil Ketua Umum (WKU) Bidang Kebijakan Analisis Makro-Mikro Ekonomi Kadin Indonesia, Aviliani.

Aviliani menyampaikan pandangan Kadin saat menanggapi kondisi nilai tukar rupiah yang, menurut akumulasi selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, mencapai nyaris 14%. Ia juga menyinggung bahwa pelemahan rupiah saat ini tidak berdiri sendiri, melainkan dipengaruhi sejumlah tantangan dari luar dan dari dalam negeri.

Dalam keterangannya, Aviliani menekankan bahwa faktor eksternal berperan signifikan dalam arah kebijakan serta preferensi investor global. Ia mengaitkan situasi tersebut dengan pergerakan suku bunga di Amerika Serikat dan respons pasar terhadapnya.

“Dari eksternal memang kita lihat suku bunga dari Fed Fund Rate [bank sentral AS] sudah naik, nah kita kan juga menaikkan suku bunga, nah kan namanya uang kan safe haven dong, dia cari yang paling menguntungkan, ini sesuatu yang biasa dalam perekonomian,” kata Aviliani dalam Katadata Insight di Jakarta, Selasa (20/10/2026).

Menurut Aviliani, kenaikan suku bunga di AS kemudian ikut membentuk cara uang bergerak di pasar. Dalam logika yang ia sampaikan, arus dana cenderung mencari tempat yang dianggap paling menguntungkan, sehingga proses investasi dapat berubah mengikuti sinyal kebijakan moneter.

Aviliani juga tidak menampik adanya tekanan yang membuat dana keluar lebih dulu sebelum kemudian masuk kembali. Ia menyebut situasi tersebut sebagai kondisi yang masih perlu ditangani melalui langkah dari pemerintah untuk memperbaiki arah persepsi pelaku pasar.

Ia menambahkan bahwa terdapat kebutuhan agar pasar kembali terlihat menarik, tidak hanya dari sisi kebijakan, tetapi juga dari sisi keyakinan investor terhadap prospek. Dengan kata lain, Kadin memandang pemerintah perlu menghadirkan sinyal yang meyakinkan agar minat terhadap instrumen keuangan pulih.

“Nah memang kita banyak dana keluar yang belum masuk, jadi memang ya yang harus kita lakukan dari sini pemerintah ya, mesti memberikan persepsi yang positif agar orang mau beli saham lagi, beli obligasi lagi,” sambungnya.

Melalui pernyataan itu, Aviliani menempatkan peran pemerintah pada aspek komunikasi persepsi dan pembentukan kepercayaan. Kadin melihat kepercayaan yang dimaksud tidak berdiri sebagai slogan, melainkan kebutuhan yang berkaitan dengan keputusan investasi di saham dan obligasi.

Dalam konteks nilai tukar, Aviliani menunjukkan bahwa pelemahan rupiah dapat berjalan seiring tantangan eksternal maupun domestik. Namun, ia tetap menyoroti bahwa upaya korektif perlu diarahkan agar investor kembali mengambil posisi di pasar keuangan Indonesia.

Kadin juga menilai bahwa pemulihan minat pasar harus ditopang oleh kemampuan pemerintah menjaga sentimen. Persepsi positif yang dimaksud ditujukan untuk mendorong transaksi dan partisipasi investor, termasuk aktivitas pembelian kembali pada instrumen seperti saham dan obligasi.

Dengan demikian, pesan utama yang disampaikan Kadin adalah perlunya penguatan persepsi untuk menarik arus dana yang sebelumnya keluar. Di saat suku bunga dan dinamika global mempengaruhi perilaku modal, pemerintah dinilai perlu memberi arah yang mampu meredakan keraguan pelaku pasar agar dana dapat masuk kembali.

Menurut Kadin, ketika preferensi investor global bergeser akibat perubahan arah kebijakan moneter di luar negeri, respons pasar di dalam negeri pun ikut menyesuaikan. Dalam kondisi seperti itu, sinyal yang terbaca pelaku pasar menjadi faktor penting agar keputusan investasi tidak tertunda.

Kadin memandang langkah yang diperlukan tidak berhenti pada penyesuaian kebijakan, melainkan juga pada bagaimana pemerintah membangun keyakinan yang dapat ditangkap pelaku pasar. Jika sentimen membaik, minat untuk kembali menempatkan dana pada instrumen keuangan seperti saham dan obligasi dapat tumbuh lebih cepat.

Dengan adanya dorongan persepsi yang positif, Kadin berharap arus modal yang sempat keluar dapat berangsur masuk kembali secara lebih terarah. Pemerintah dinilai perlu terus menjaga kejelasan arah agar keraguan investor berkurang, sehingga transaksi di pasar ikut terdorong.