Bisnis & Ekonomi

Net Buy Investor Asing Ratusan Miliar Jadi Pemicu IHSG Melesat – Market

×

Net Buy Investor Asing Ratusan Miliar Jadi Pemicu IHSG Melesat – Market

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Investor Asing Net Buy Saham Ratusan Miliar, Picu Lesatan IHSG - Market

jurnalistik.co.id – Perdagangan saham Rabu, 4 November 2026, ditutup menguat dan membawa IHSG ke zona hijau. Indeks naik 0,32% atau bertambah 15,48 poin menjadi 4.919.

Penguatan tersebut ditopang oleh sentimen dari aktivitas beli bersih investor asing. Di pasar reguler, arus net buy investor asing tercatat mencapai Rp264,64 miliar, sehingga turut memicu tren rebound.

Secara keseluruhan transaksi, investor asing juga mencatat pembelian bersih sebesar Rp257,94 miliar. Dengan kondisi ini, pergerakan pasar terlihat lebih didorong oleh keberanian pelaku asing saat sesi berlangsung.

Pusat perhatian utama berasal dari saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Pada perdagangan tersebut, investor asing membukukan net buy terbesar senilai Rp133,28 miliar.

Besarnya akumulasi pembelian tercermin pada kenaikan harga BBCA. Saham BBCA menguat 1,86% dan ditutup pada level Rp4.930 per saham.

Rincian saham dengan net buy terbesar

Selain BBCA, beberapa emiten lain juga masuk daftar incaran investor asing sepanjang perdagangan Rabu (4/11/2026). Berikut kontribusi net buy yang paling menonjol dari investor asing pada sesi itu.

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatat net buy sebesar Rp53,15 miliar. Berikutnya, PT Astra International Tbk (ASII) terkumpul Rp35,59 miliar.

Di posisi berikutnya, PT Timah Tbk (TINS) mencatat net buy Rp26,48 miliar. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menyusul dengan net buy Rp25,28 miliar.

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) juga menjadi salah satu saham incaran dengan net buy Rp24,8 miliar. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencatat Rp23,36 miliar.

Pergerakan modal asing juga terlihat pada sektor pertambangan dan sumber daya melalui PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA). MDKA memperoleh net buy Rp19,66 miliar pada perdagangan tersebut.

PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mencatat net buy Rp19,39 miliar. Sementara itu, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) membukukan net buy Rp19,33 miliar.

Komposisi saham yang dideretkan tersebut memperlihatkan bahwa minat investor asing pada sesi ini tidak bertumpu pada satu nama saja. Aktivitas beli bersih tersebar pada beberapa emiten besar, termasuk BBCA sebagai motor utama.

Saham dengan net sell terbesar

Meskipun investor asing dominan melakukan pembelian bersih, masih ada saham yang justru mengalami tekanan dari aksi jual. Investor asing mencatat net sell terbesar pada PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) senilai Rp96,65 miliar.

Meski demikian, BMRI tetap mampu ditutup menguat. Saham BMRI naik 0,28% dan berakhir di harga Rp3.600 per saham.

Hasil ini menunjukkan bahwa pergerakan pasar pada Rabu (4/11/2026) tetap dipengaruhi oleh kombinasi arus dana asing yang cenderung net buy, sementara tekanan net sell terkonsentrasi pada BMRI.

Dengan IHSG yang menguat ke level 4.919 serta dukungan net buy investor asing yang besar, sesi tersebut menjadi landasan bagi kelanjutan sentimen positif. Aktivitas pembelian bersih tercatat tidak hanya di pasar reguler, tetapi juga tampak pada agregat seluruh pasar.

Rebound IHSG pada Rabu (4/11/2026) juga tercermin dari keseimbangan arus dana di tengah beberapa emiten yang berbeda karakter. Aktivitas beli bersih investor asing tidak hanya muncul di pasar reguler, tetapi ikut terbaca pada agregat transaksi yang menunjukkan kecenderungan akumulasi modal.

Perincian pada daftar net buy memperlihatkan pola minat yang relatif merata di sejumlah saham besar, mulai dari perbankan hingga telekomunikasi dan sektor komoditas. Sementara itu, keberadaan net sell terbesar pada BMRI yang tetap ditutup menguat menegaskan bahwa tekanan jual pada satu nama tidak sepenuhnya mengubah arah keseluruhan sesi.