Bisnis & Ekonomi

Penyewa bersiap: kenaikan sewa diperkirakan makin kencang hingga Desember

×

Penyewa bersiap: kenaikan sewa diperkirakan makin kencang hingga Desember

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Gloomy forecast for tenants as rent rises set to speed up

jurnalistik.co.id – Prediksi muram bagi penyewa mulai terasa lebih dekat. Setelah sempat melambat selama tiga tahun, biaya sewa rumah di Inggris kembali menunjukkan tanda akselerasi, dan Zoopla memperkirakan kenaikannya bisa makin cepat hingga akhir tahun.

Pada Juli, biaya sewa rata-rata untuk hunian yang mulai disewa (new tenancies) naik 2,6% dibanding setahun sebelumnya. Meski angka itu masih berada di bawah laju kenaikan harga secara umum, Zoopla menilai pasar sewa mulai bergerak ke arah yang lebih menyulitkan penyewa.

Menurut proyeksi Zoopla, kenaikan sewa tahunan untuk rumah yang disewa secara pribadi diperkirakan mencapai 4% hingga 5% pada akhir tahun. Artinya, tarif sewa yang biasanya bergerak bertahap mulai mengarah pada tren peningkatan yang lebih kencang.

Zoopla mengaitkan perubahan tersebut dengan kombinasi ketersediaan rumah sewaan yang lebih terbatas dan meningkatnya persaingan di beberapa wilayah. Portal properti itu mencatat jumlah rumah yang tersedia untuk disewa lebih sedikit, sementara calon penyewa menghadapi kondisi yang membuat kompetisi untuk mendapatkan hunian menjadi lebih ketat.

Situasi itu diperparah oleh kondisi pasar kepemilikan rumah. Potensi pembeli rumah pertama (first-time buyers) cenderung tertahan karena suku bunga hipotek yang lebih tinggi, sehingga lebih banyak orang beralih atau bertahan di pasar penyewaan. Konsekuensinya, peluang mendapatkan rumah sewaan di beberapa area menjadi semakin menantang.

Richard Donnell, executive director Zoopla, menegaskan pasar sewa sangat peka terhadap perubahan kecil dalam ketersediaan rumah. “Our latest report shows how sensitive the rental market is to even modest changes in how many homes are available for rent,” katanya. Ia juga menyebut pendekatan yang paling berkelanjutan untuk memperluas pilihan penyewa.

“Growing the number of homes for rent through increased investment is the most sustainable route to boosting choice for renters and ensuring stability in rent levels over the long run,” tambah Donnell. Pandangan itu menekankan bahwa stabilitas tarif sewa dalam jangka panjang perlu didukung oleh ketersediaan rumah sewaan yang terus bertambah.

Jeda yang sempat terjadi, lalu tekanan kembali

Laporan Zoopla juga menempatkan situasi ini dalam konteks kebijakan dan dinamika pasar yang berbeda-beda. Di Inggris, Renters’ Rights Act mulai berlaku pada awal Mei dan digambarkan sebagai perombakan terbesar di sektor tersebut dalam lebih dari 30 tahun.

Sementara itu, biaya sewa sempat mereda belakangan. Zoopla menunjukkan bahwa sewa sempat jatuh hingga titik terendah 1,6% pada Februari. Namun, setelah itu, jumlah rumah yang tersedia untuk penyewa kembali menurun.

Sejak Februari, ketersediaan rumah untuk penyewa mengalami penyempitan: terdapat 3% lebih sedikit rumah yang tersedia dibanding setahun lalu. Bersamaan dengan itu, setiap iklan properti rata-rata menerima lebih dari lima kali pertanyaan (enquiries).

Memang, intensitasnya belum setajam antrean panjang yang terjadi setelah pandemi. Meski demikian, Zoopla menyebut kompetisi tersebut masih menjadi yang paling kuat dalam hampir dua tahun terakhir.

Permintaan sewa menonjol terutama di London. Menurut laporan itu, wilayah ibu kota termasuk tempat yang menunjukkan tekanan yang lebih nyata dibanding area lain, ketika jumlah rumah yang tersedia tidak mampu mengikuti kebutuhan penyewa.

Kesenjangan kemampuan bayar antarwilayah

Zoopla juga menekankan bahwa kenaikan sewa tidak selalu bergerak seragam di seluruh Inggris. Kondisinya berbeda tergantung di mana penyewa mencari rumah.

Di wilayah yang cenderung lebih terjangkau, penyewa disebut masih punya ruang untuk menyerap kenaikan sewa sebelum menyentuh batas kemampuan bayar (affordability ceiling). Sebaliknya, di wilayah yang sudah mahal, sewa lebih cepat “menegang” pada level yang mendekati batas kemampuan penyewa, sehingga ruang untuk kenaikan lanjutan menjadi lebih terbatas.

Laporan tersebut menuturkan bahwa di area paling mahal, tarif sewa sudah meregangkan apa yang bisa dibayar penyewa, sehingga pertumbuhan sewa berpotensi lebih terbatasi oleh kemampuan ekonomi mereka sendiri.

Di sisi lain, meski Zoopla memprediksi kenaikan sewa bisa makin cepat hingga 4% atau 5% pada akhir tahun, proyeksi tersebut masih berada dalam kisaran yang kurang lebih sejalan dengan kenaikan rata-rata pendapatan pekerja secara tahunan.

Dengan demikian, kenaikan sewa yang diproyeksikan tidak berdiri di ruang hampa. Zoopla menempatkannya dalam perbandingan dengan kemampuan pendapatan rata-rata yang menjadi dasar daya beli rumah tangga.

Investasi rumah sewaan masih “tertahan”

Zoopla menyatakan investasi baru dari para pemilik rumah untuk menambah pasokan rumah sewaan masih “muted” atau tidak terlalu menggeliat. Hambatan yang disebut berkaitan dengan biaya yang lebih tinggi dan meningkatnya regulasi.

Untuk itu, Nathan Emerson, chief executive Propertymark—organisasi yang mewakili agen persewaan—menilai laporan tersebut menegaskan pentingnya menghadirkan rumah sewaan berkualitas dalam jumlah yang lebih memadai.

“A sustainable private rented sector requires the right conditions for responsible landlords to invest for the long term,” ujarnya. Emerson juga menekankan bahwa pilihan dan keterjangkauan penyewa sangat bergantung pada pasokan.

“Increasing supply must remain a priority if we are to give tenants greater choice, improve affordability and create a more stable rental market,” tutup Nathan Emerson, menggarisbawahi bahwa penambahan pasokan perlu terus menjadi fokus agar pasar sewa bisa lebih stabil.

Dengan gambaran ketersediaan yang semakin ketat, kompetisi yang meningkat, serta proyeksi kenaikan sewa yang berpotensi mencapai 4% hingga 5% pada akhir tahun, penyewa di Inggris tampaknya perlu bersiap menghadapi periode yang lebih berat—terutama di area yang sudah lebih mahal dan menekan batas kemampuan bayar.