Bisnis & Ekonomi

Pergerakan IHSG Labil, Jeda Sementara di Level 5.355

×

Pergerakan IHSG Labil, Jeda Sementara di Level 5.355

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Penyebab IHSG Fluktuatif dan Jeda Sementara di 5.355 - Market

jurnalistik.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Sesi I, Selasa (27/10/2026), berakhir melemah 17,44 poin atau 0,32% ke level 5.355. Sepanjang sesi, pergerakan berlangsung fluktuatif sejak pembukaan pagi hari.

Dalam dinamika tersebut, saham-saham di kelompok LQ45 tercatat menjadi salah satu pemberat utama indeks. Kondisi pasar sempat bergerak di area hijau maupun merah, namun perubahan arah terjadi dengan cepat.

Secara rentang, IHSG berada pada kisaran 5.418 hingga level terendah 5.338 selama sesi berjalan. Perubahan posisi tersebut menggambarkan volatilitas dan intensitas perdagangan yang cukup tinggi pada periode ini.

Aktivitas di Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai transaksi mencapai Rp5,68 triliun. Perdagangan juga mencatat 15,92 miliar saham yang ditransaksikan melalui 947 ribu kali kegiatan jual–beli.

Dari sisi pergerakan harga saham, tercatat 259 saham mengalami penguatan. Sebanyak 366 saham terkoreksi, sementara 163 saham lainnya bergerak stagnan hingga akhir Sesi I.

Komponen sektor ikut menekan

Pelemahan indeks tidak berdiri sendiri, melainkan turut dipengaruhi oleh pergerakan pada sejumlah sektor. Saham infrastruktur melemah 1,23%, saham teknologi turun 1,19%, dan saham transportasi terkoreksi 0,57%.

Dengan kontribusi penurunan pada tiga sektor tersebut, arus pergerakan harga terlihat lebih condong melemah pada paruh awal perdagangan. Hal ini sejalan dengan IHSG yang kembali berakhir di zona merah pada penutupan Sesi I.

Saham LQ45 menjadi pemberat terbesar

Indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan terpantau mengalami tekanan lebih dalam dibanding kelompok lainnya. Tekanan terbesar datang dari PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) yang ambles 5,77%.

Selain WIFI, saham PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) juga ikut jatuh sebesar 3,87%. Pergerakan dua saham tersebut memperkuat posisi pelemahan LQ45 sebagai faktor yang ikut menahan ruang kenaikan IHSG.

Secara keseluruhan, kombinasi volatilitas intrahari, komposisi pergerakan saham (259 menguat, 366 melemah, 163 stagnan), serta pelemahan pada sektor infrastruktur, teknologi, dan transportasi membuat IHSG menutup Sesi I dengan koreksi. Indeks kembali berada di level 5.355 setelah sempat bergerak fluktuatif pada rentang 5.418 hingga 5.338.

Perdagangan pada Sesi I menunjukkan kecenderungan saling dorong antara pembeli dan penjual. Meski sempat terjadi pergerakan yang berpotensi menguat di sepanjang sesi, tekanan jual akhirnya lebih dominan hingga IHSG menetap di level 5.355. Rentang pergerakan yang lebar, dari 5.418 sampai 5.338, memperlihatkan bahwa pelaku pasar merespons informasi dengan cepat dan menjaga posisi secara selektif sepanjang jam perdagangan.

Besarnya aktivitas transaksi juga menjadi gambaran bahwa perburuan arah pergerakan berlangsung cukup intens. Nilai transaksi mencapai Rp5,68 triliun dengan volume 15,92 miliar saham melalui 947 ribu kali transaksi. Di saat yang sama, komposisi pergerakan saham memperlihatkan mayoritas mengalami tekanan: 366 saham terkoreksi, sementara 259 saham menguat dan 163 sisanya bertahan di area stagnan. Kombinasi antara tingginya frekuensi transaksi dan komposisi harga tersebut turut menjelaskan mengapa arah indeks bergerak fluktuatif sebelum akhirnya berakhir terkoreksi.

Pelemahan yang terjadi turut dipengaruhi pergeseran harga pada kelompok sektor dan saham berkapitalisasi besar. Penurunan di sektor infrastruktur sebesar 1,23%, teknologi turun 1,19%, serta transportasi terkoreksi 0,57% memperlemah daya dorong indeks pada paruh awal hingga akhir Sesi I. Tekanan itu kemudian semakin terasa karena indeks LQ45—yang berisi saham unggulan—mengalami koreksi lebih dalam, terutama dipimpin oleh penurunan saham WIFI sebesar 5,77% dan SCMA yang turun 3,87%. Dengan kondisi tersebut, pergerakan mayoritas penahan kenaikan membuat IHSG tidak dapat melanjutkan momentum dan tetap ditutup melemah.