Bisnis & Ekonomi

Rusal, Raksasa Aluminium Rusia, Disebut Akan Masuk ke RI; Kemenko Ekonomi Angkat Bicara

×

Rusal, Raksasa Aluminium Rusia, Disebut Akan Masuk ke RI; Kemenko Ekonomi Angkat Bicara

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Raksasa Aluminium Rusia akan Masuk RI, Kemenko Ekonomi Buka Suara - Market

jurnalistik.co.id – Kementerian Koordinator bidang Perekonomian menyatakan akan menindaklanjuti pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait minat United Company Rusal untuk masuk dan berinvestasi besar-besaran di Indonesia. Pernyataan itu, kata Kemenko, akan didalami bersama kementerian teknis sesuai kebutuhan proses investasi.

Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kemenko bidang Perekonomian, Edi Prio Pambudi, menjelaskan bahwa pihaknya akan mengikuti arahan dari Presiden setelah rangkaian kegiatan usai di luar negeri. Edi menyampaikan hal tersebut saat ditemui di sela-sela acara LoI Kerjasama Perdagangan dan Investasi Bilateral Indonesia-Irlandia di Kantor Kemenko bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (4/9/2026).

Edi mengatakan, informasi yang disampaikan Presiden di forum sebelumnya tidak akan berhenti pada respons sesaat, melainkan akan menjadi bahan kerja lanjutan. Menurutnya, Kemenko perlu memastikan langkah berikutnya dirumuskan secara tepat, termasuk koordinasi dengan kementerian-kementerian terkait.

“Jadi apa yang sudah kemarin disampaikan oleh Pak Presiden di dalam forum itu tentu nanti akan kita dalami seperti apa,” kata Edi ditemui di lokasi kegiatan.

Dalam keterangan yang sama, Edi menegaskan bahwa persiapan proses masuknya investasi akan dilakukan dengan melibatkan kementerian teknis. Ia tidak merinci mekanisme operasional lebih jauh pada kesempatan itu, namun menekankan bahwa tindak lanjut tetap mengikuti arah kebijakan yang lebih luas.

Adapun pembahasan yang menjadi dasar adalah pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai raksasa aluminium asal Rusia, United Company Rusal, yang disebut berpotensi masuk ke Indonesia. Kemenko kemudian mengambil posisi untuk mempelajari konteks dan substansi rencana tersebut agar dapat diterjemahkan menjadi langkah koordinatif yang jelas.

Edi juga menyebut bahwa untuk tahapan setelah itu, pihaknya akan menunggu perkembangan lanjutan. Ia mengaitkan penentuan “direction” dengan kepulangan Presiden dan instruksi setelah sampai di tanah air.

“[Untuk langkah selanjutnya] paling tidak menunggu nanti setelah beliau [Presiden Prabowo] sampai di tanah air, [lalu] apa direction yang akan dilakukan gitu ya,” pungkas Edi.

Pernyataan Edi tersebut sekaligus menegaskan bahwa Kemenko tidak mengambil keputusan final di luar arahan pimpinan. Dengan demikian, pembahasan rencana investasi Rusal tidak hanya berhenti pada rencana di level pernyataan, melainkan akan diarahkan pada proses persiapan yang lebih konkret.

Di sisi lain, kesempatan Edi menyampaikan respons Kemenko muncul bersamaan dengan rangkaian kegiatan LoI perdagangan dan investasi bilateral Indonesia-Irlandia. Situasi ini memperlihatkan bahwa koordinasi lintas isu ekonomi tetap berjalan, baik dalam konteks kerja sama luar negeri maupun pembahasan peluang investasi baru.

Dengan menyatakan akan menindaklanjuti pernyataan Presiden dan mendalami substansi yang disampaikan dalam forum, Kemenko menempatkan United Company Rusal sebagai topik yang perlu diturunkan ke langkah implementasi. Tahap pendalaman, menurut Edi, dilakukan dengan mempertimbangkan masukan dari kementerian teknis yang relevan.

Ia juga menekankan adanya jeda waktu menunggu arahan Presiden setelah kepulangan dari Rusia. Langkah tersebut menunjukkan bahwa penentuan jalur tindak lanjut masih berada dalam kerangka “direction” yang akan ditetapkan pimpinan.

Sementara itu, publikasi di ranah ekonomi politik nasional terkait rencana investasi perusahaan industri strategis biasanya membutuhkan sinkronisasi lintas instansi. Karena itu, respons Kemenko dapat dipahami sebagai langkah awal untuk mengelola informasi kebijakan agar siap diterjemahkan menjadi prosedur koordinasi.

Dengan demikian, Kemenko bidang perekonomian memastikan pernyataan Presiden Prabowo mengenai raksasa aluminium Rusia, United Company Rusal, akan diproses melalui tahapan lanjutan. Setelah Presiden kembali dan menyampaikan direction yang diperlukan, Kemenko akan melanjutkan persiapan dengan kementerian teknis untuk merumuskan tindak lanjutnya.