Bisnis & Ekonomi

Saham ANTM Rebound Cepat, Bangkit Lebih dari 10% Berkat Mesin Emas dan Nikel

×

Saham ANTM Rebound Cepat, Bangkit Lebih dari 10% Berkat Mesin Emas dan Nikel

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Ulasan Terbaru Mesin Pertumbuhan Saham ANTM: Emas dan Nikel - Market

jurnalistik.co.id – Saham PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) menunjukkan pergerakan yang cepat usai sebelumnya mengalami tekanan jual. Setelah fase koreksi, harga sahamnya kembali menguat lebih dari 10% dan memperlihatkan pemulihan minat investor.

Perubahan arah ini dinilai muncul seiring membaiknya prospek dari sisi fundamental perusahaan. Selain karena valuasi yang relatif lebih terjangkau setelah penjualan, kinerja operasional dan momentum bisnis dinilai ikut menopang ekspektasi pasar.

Dalam riset yang dipublikasikan baru-baru ini, Head of Research PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi menyoroti pemulihan yang terjadi pada ANTM. Riset tersebut menekankan bahwa perusahaan memiliki “mesin pertumbuhan” kedua setelah segmen emas, yakni dari bisnis nikel.

Menurut riset tersebut, penjualan bijih nikel pada tahun penuh 2025 tercatat mencapai 14,6 juta wmt. Angka ini disebut meningkat 75% dibanding periode sebelumnya, menunjukkan percepatan penyerapan volume sekaligus perbaikan kinerja di sepanjang tahun.

Selain volume, riset juga menyoroti faktor harga yang ikut mendorong capaian bisnis nikel. Pada tahun penuh 2025, bijih nikel dilaporkan dibanderol pada level US$53/wmt.

Kenaikan kinerja nikel tidak berhenti pada akhir 2025. Pada semester I-2026, harga bijih nikel disebut kembali melompat hingga mencapai US$74/wmt. Lonjakan harga ini menjadi penanda bahwa pasar untuk komoditas terkait tetap memberi dukungan pada pendapatan sektor tersebut.

Riset Muhammad Wafi menjelaskan bahwa peningkatan harga nikel dipengaruhi oleh Harga Patokan Mineral (HPM). Mekanisme tersebut, menurut penjelasan dalam riset, turut memengaruhi penetapan harga yang pada akhirnya berdampak pada nilai bijih yang diperdagangkan.

Selain HPM, riset juga menyinggung mekanisme pass-through royalti baru. Skema ini disebut ikut berperan dalam mengangkat harga bijih nikel, sehingga efeknya bukan hanya terlihat pada volume, melainkan juga pada level harga jual.

Dengan kombinasi pertumbuhan penjualan dan kenaikan harga, hasil kinerja segmen nikel dinilai berpotensi memberi gambaran yang lebih luas. Secara arah, capaian ini diharapkan dapat menjadi refleksi bagi performa perusahaan pada tahun penuh 2026, sekaligus membuka ruang bagi berlanjutnya tren pada periode berikutnya.

Di tengah dinamika pasar, sinyal fundamental seperti ini kerap menjadi katalis bagi pergeseran sentimen. Ketika aksi jual mereda, pasar biasanya menilai kembali risiko dan peluang dari emiten, terutama yang memiliki pendorong pertumbuhan di luar satu lini bisnis.

Dalam konteks ANTM, keberadaan dua mesin pertumbuhan—emas dan nikel—dipandang memberikan daya tarik tersendiri bagi investor. Nikel yang disebut sebagai mesin pertumbuhan kedua memperkuat argumen bahwa pemulihan perusahaan tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga terkait prospek bisnis ke depan.

Selain faktor bisnis, momentum kenaikan saham lebih dari 10% juga menggambarkan perubahan cepat dalam ekspektasi pelaku pasar. Penguatan setelah tekanan jual mengindikasikan bahwa investor mulai melihat ruang perbaikan pada kinerja ANTM, baik dari sisi operasional maupun dari prospek pendapatan.

Secara keseluruhan, riset Muhammad Wafi menempatkan pergerakan saham ANTM sebagai bagian dari proses re-pricing. Pasar bukan hanya merespons pergerakan harga, tetapi juga menilai bagaimana kontribusi nikel dapat terus bertumbuh melalui peningkatan harga komoditas, dukungan HPM, serta mekanisme royalti yang memengaruhi pass-through harga bijih.

Jika tren tersebut berlanjut, capaian penjualan bijih nikel pada 2025 dan kenaikan harga pada semester I-2026 menjadi fondasi penting. Dari sini, peluang untuk mempertahankan momentum kinerja pada 2026 menjadi semakin relevan bagi investor yang mencari katalis berbasis fundamental.

Dengan demikian, rebound cepat ANTM lebih dari sekadar pantulan sesaat. Penguatan saham yang terjadi dipandang terhubung dengan optimisme terhadap mesin pertumbuhan nikel, yang ditopang oleh angka penjualan yang meningkat serta harga komoditas yang naik, sesuai paparan riset KISI.