Bisnis & Ekonomi

Saham Big Caps Menekan, IHSG Sesi I Terkoreksi 0,35% ke 6.439

×

Saham Big Caps Menekan, IHSG Sesi I Terkoreksi 0,35% ke 6.439

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Diperberat Saham Big Caps, IHSG Balik Arah - Market

jurnalistik.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Sesi I perdagangan Jumat (18/9/2026) melemah 0,35% ke level 6.439. Pergerakan ini memperlihatkan adanya pembalikan arah saat pasar sebelumnya sempat bergerak lebih baik di awal sesi.

Pada perdagangan pagi hari, IHSG sempat menguat dan berada di zona hijau hingga menyentuh 6.521. Namun jelang siang, indeks berbalik arah dan pelemahannya bertambah hingga mencapai titik terendah 6.433.

Penurunan IHSG pada Sesi I tersebut terutama dipengaruhi tekanan dari saham-saham big caps berbobot besar. Dalam laporan pergerakan, saham perbankan menjadi salah satu faktor yang paling terasa mendorong pelemahan.

Sejumlah emiten keuangan tercatat memberi pemberat pada indeks, khususnya saham Bank BCA (BBCA) dan Bank BRI (BBRI). Selain dua saham tersebut, Bank Mandiri (BMRI) dan Bank Negara Indonesia (BBNI) juga ikut menjadi bagian dari kelompok yang bergerak turun.

Di luar perbankan, sektor-sektor lain juga menunjukkan pelemahan pada rentang penurunan yang relatif dalam. Saham kesehatan tercatat melemah 1,66%, saham infrastruktur turun 1,26%, dan saham keuangan juga terkoreksi hingga 1,17%.

Aktivitas perdagangan pada Sesi I menunjukkan nilai transaksi mencapai Rp7,5 triliun. Dari sisi volume, sebanyak 14,91 miliar saham berpindah tangan dengan frekuensi transaksi 1,07 juta kali.

Adapun komposisi pergerakan saham memperlihatkan dominasi saham yang melemah. Tercatat 207 saham menguat, 406 saham mengalami pelemahan, sementara 173 saham lainnya stagnan.

Tekanan pada saham berbobot besar membuat beberapa emiten masuk jajaran top losers pada Jumat (18/9/2026). PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengurangi 11,09 poin, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mengurangi 8,8 poin, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mengurangi 7,38 poin.

Di kelompok yang sama, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mengurangi 4,23 poin. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mengurangi 3,71 poin, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mengurangi 2,65 poin, serta PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) masing-masing mengurangi 2,58 poin.

Selain itu, PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) mengurangi 1,85 poin dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) mengurangi 1,71 poin. Secara keseluruhan, rangkaian pelemahan dari saham-saham berbobot besar tersebut menjadi faktor utama yang membuat IHSG terkoreksi pada Sesi I.

Perubahan arah pada Sesi I terlihat jelas dari rentang pergerakannya. Setelah sempat menguat ke area 6.521 pada fase awal, indeks kemudian bergeser kembali ke jalur negatif dan menekan level hingga menyentuh 6.433. Pada akhirnya, IHSG mencatat penurunan 0,35% menjadi 6.439, menegaskan bahwa tekanan jual muncul lebih kuat setelah jeda kenaikan di pagi hari.

Dari komposisi pergerakan, gambaran tekanan juga tampak pada dominasi saham yang melemah. Sebanyak 406 saham mengalami pelemahan, sementara 207 saham masih mampu menguat dan 173 lainnya berada di posisi stagnan. Pola seperti ini biasanya menunjukkan bahwa sentimen negatif tidak hanya terkonsentrasi pada satu emiten, tetapi juga terasa pada lebih banyak saham di papan.

Di jajaran saham berbobot besar, sejumlah nama mencatat koreksi poin yang cukup menonjol, terutama dari sektor perbankan. Bank BCA (BBCA) dan Bank BRI (BBRI) menjadi di antara yang paling besar terdampak dengan pengurangan masing-masing 11,09 poin dan 8,8 poin. Bank Mandiri (BMRI) turut terkoreksi 7,38 poin, disusul pergerakan turun pada Bank Negara Indonesia (BBNI) sebesar 2,65 poin, serta Bank Mandiri, BCA, dan BRI yang bersama-sama memperlihatkan tekanan yang kuat pada kelompok finansial.

Selain perbankan, beberapa emiten lain juga ikut menjadi bagian dari daftar penekan pada Sesi I. Amman Mineral Internasional (AMMN) mengurangi 4,23 poin, Telkom Indonesia (TLKM) turun 3,71 poin, Dian Swastatika Sentosa (DSSA) serta Bumi Resources (BUMI) masing-masing turun 2,58 poin. Di sisi lain, Ekamas Mora (MORA) berkurang 1,85 poin dan Indofood Sukses Makmur (INDF) mengurangi 1,71 poin, sehingga rangkaian pelemahan dari beberapa saham berbobot ikut memperbesar koreksi.

Aktivitas perdagangan selama Sesi I juga memperlihatkan intensitas transaksi yang cukup tinggi. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp7,5 triliun, dengan volume mencapai 14,91 miliar saham yang berpindah tangan. Frekuensi transaksi sebanyak 1,07 juta kali menunjukkan adanya aktivitas yang merata saat pasar bergulir dari fase hijau menuju tekanan yang kemudian menekan indeks di sepanjang sesi.