Bisnis & Ekonomi

UBS (AK) sampai JP Morgan (BK) tambah posisi di saham BBRI usai rilis laporan semester I-2026

×

UBS (AK) sampai JP Morgan (BK) tambah posisi di saham BBRI usai rilis laporan semester I-2026

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Deretan Broker Asing Borong Saham BBRI: UBS Hingga JP Morgan - Market

jurnalistik.co.id – Pergerakan saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) pada awal September 2026 menjadi sorotan pelaku pasar setelah perseroan mengumumkan kinerja laba bersih konsolidasian untuk semester I-2026. Reaksi berikutnya terlihat dari menguatnya harga saham di sesi perdagangan Selasa (1/9/2026) hingga Rabu (2/9/2026).

Pada Selasa (1/9/2026), BBRI ditutup dengan kenaikan sekitar 4% ke level Rp3.380 per saham. Laju penguatan itu berlanjut pada perdagangan Rabu (2/9/2026), dengan saham BBRI menguat 0,59% dan menyentuh Rp3.400 per saham pada pagi hari.

Dorongan terhadap harga saham tidak hanya tercermin dari pergerakan harian, tetapi juga dari aktivitas pembelian yang cukup menonjol oleh sejumlah sekuritas. Dalam catatan transaksi, terlihat adanya aksi akumulasi oleh broker asing yang melakukan pembelian dalam skala besar setelah kabar kinerja keuangan dipublikasikan.

Di antara deretan pembeli, UBS Sekuritas (AK) tercatat menjadi yang paling agresif. Perusahaan sekuritas ini menempati peringkat pertama dalam daftar top net buy untuk saham BBRI pada periode yang sama.

Menurut rincian nilai transaksi, UBS Sekuritas membukukan net value pembelian bersih yang mencapai lebih dari Rp321 miliar, dengan harga rata-rata beli di kisaran Rp3.340 per saham. Nilai tersebut disebut terjadi hanya dalam satu hari perdagangan saham.

Setelah UBS, Macquarie Sekuritas (RX) muncul sebagai pembeli berikutnya yang turut memborong. Macquarie membukukan net buy bersih sebesar Rp140,03 miliar dengan harga rata-rata pembelian Rp3.325 per saham, menunjukkan adanya minat yang tetap bertahan di tengah pergerakan harga yang terus bergerak naik.

Langkah akumulasi tidak berhenti pada dua nama tersebut. JP Morgan Sekuritas (BK) juga tercatat berada dalam daftar pembeli bersih dengan net value Rp93,96 miliar. Harga rata-rata beli yang dicatat JP Morgan berada di Rp3.322 per saham, menandakan strategi pembelian yang lebih merata mengikuti dinamika harga.

Di bawah urutan tiga besar, CGS International Sekuritas dan Maybank Sekuritas turut ikut mendukung arus pembelian. CGS International mencatat net value Rp48,62 miliar dengan harga rata-rata beli Rp3.347 per saham, sedangkan Maybank Sekuritas membukukan Rp23,93 miliar dengan harga rata-rata beli Rp3.369 per saham.

Implikasi terhadap perdagangan BBRI

Rentetan transaksi tersebut menggambarkan bahwa pergerakan harga BBRI tidak semata dipicu oleh respons sesaat, melainkan juga diiringi aktivitas pembelian yang cukup terukur oleh beberapa broker asing. Ketika laba bersih konsolidasian semester I-2026 diumumkan pada Selasa (1/9/2026), pasar merespons melalui kenaikan harga pada hari yang sama, sebelum kembali menguat pada pembukaan Rabu (2/9/2026).

Dengan penutupan Selasa di Rp3.380 dan kenaikan pagi Rabu hingga Rp3.400, saham BBRI berada dalam fase pemantapan sentimen positif. Di saat yang sama, daftar top net buy memperlihatkan bahwa akumulasi terbesar datang dari UBS Sekuritas, disusul Macquarie, lalu JP Morgan, sehingga membentuk dukungan pembelian lintas beberapa pemain.

Secara keseluruhan, kombinasi pengumuman kinerja dan pergeseran aktivitas transaksi memperkuat narasi bahwa pelaku pasar sedang menempatkan BBRI dalam radar investasi jangka pendek-menengah. Perhatian pasar kemudian mengarah pada apakah arus pembelian dari broker-broker tersebut akan terus konsisten seiring berlanjutnya pergerakan harga pada hari-hari berikutnya.

Jika ditarik ke dalam urutan waktu, respons pasar tampak tidak hanya berhenti pada satu sesi. Kenaikan dari penutupan Selasa di sekitar Rp3.380 kemudian berlanjut pada Rabu pagi yang sempat menyentuh Rp3.400, sementara di saat yang sama aktivitas net buy pada sejumlah sekuritas terlihat masih terkonsentrasi pada periode yang sama.

Di level transaksi, daftar pembelian bersih juga memberi gambaran tentang dinamika harga. UBS Sekuritas mencatat rata-rata beli di kisaran Rp3.340 per saham, Macquarie Sekuritas sekitar Rp3.325, dan JP Morgan Sekuritas di kira-kira Rp3.322. Perbedaan harga rata-rata antar-broker ini menguatkan bahwa akumulasi terjadi dengan pola pembelian yang mengikuti pergerakan, bukan satu keputusan yang seragam pada satu titik harga.

Dengan kombinasi antara pengumuman kinerja dan rangkaian akumulasi tersebut, pasar kemudian cenderung menilai apakah dukungan pembelian akan tetap muncul di hari-hari berikutnya. Fokus pengamatan biasanya diarahkan pada apakah broker-broker yang telah tercatat pada daftar top net buy masih mempertahankan minatnya, sehingga pergerakan harga tidak hanya bersifat reaksi sesaat.