Bisnis & Ekonomi

Uji BEI: Saham HSC Dikeluarkan dari IHSG Tak Picu Lonjakan Indeks

×

Uji BEI: Saham HSC Dikeluarkan dari IHSG Tak Picu Lonjakan Indeks

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Begini Hasil Uji Coba Jika Saham HSC Dikeluarkan dari Indeks - Market

jurnalistik.co.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan hasil pengujian historis atau backtest yang menunjukkan pengeluaran saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (High Shareholding Concentration/HSC) dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak akan memicu lonjakan pergerakan indeks.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menjelaskan, bobot saham HSC yang dikeluarkan dari perhitungan indeks akan dialihkan kepada saham-saham lain yang tetap menjadi konstituen IHSG. Dengan skema tersebut, BEI menilai eliminasi saham HSC tidak otomatis menggerakkan IHSG secara ekstrem.

“Kami sudah melakukan back test bahwa dengan pengeluaran saham-saham HSC tidak akan mengakibatkan lonjakan, tetapi dapat mengakibatkan IHSG kita yang lebih kredibel, yang dapat digunakan lebih baik oleh para investor dalam melakukan tracking kepada indeks kita,” kata Jeffrey dalam konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta, Senin (26/10/2026).

Dalam pemaparannya, Jeffrey menempatkan kebijakan pengeluaran saham HSC sebagai bagian dari kelanjutan ketentuan sebelumnya. Ia menyebut bahwa saham-saham HSC sebelumnya sudah dikecualikan dari indeks IDX30, LQ45, dan IDX80, dan kini pendekatannya diperluas pada IHSG.

Menurut BEI, hasil backtest yang dilakukan itu berangkat dari simulasi historis untuk melihat respons indeks apabila saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi tidak lagi dihitung dalam komposisi IHSG. Jeffrey menegaskan bahwa mekanisme eliminasi tersebut tidak menghasilkan pola lonjakan, melainkan membawa indeks ke kondisi yang dinilai lebih layak untuk dipantau investor.

BEI juga menyoroti aspek bagaimana bobot yang dilepaskan bisa tetap tersalurkan secara terukur. Jeffrey menyampaikan bahwa dalam penerapan pada IHSG, bobot saham yang tidak lagi masuk perhitungan akan dialihkan ke saham-saham lain yang masih berada di dalam konstituen indeks.

“Dalam implementasi awal, tentu tidak akan mengakibatkan penurunan drastis. Sama seperti ketika kita mengeluarkan saham tertentu, distribusi bobot tersebut akan diberikan kepada saham-saham lain yang masih ada di dalam konstituen indeks,” ujarnya.

Penjelasan tersebut menegaskan bahwa perubahan komposisi tidak dimaknai BEI sebagai pengurangan dampak secara langsung terhadap seluruh pergerakan indeks. Sebaliknya, BEI melihat adanya proses pengalihan bobot menuju konstituen yang masih bertahan, sehingga perubahan yang muncul lebih bersifat penyesuaian dalam komposisi perhitungan.

Dengan demikian, fokus pernyataan BEI adalah dua hal yang saling terkait: pertama, eliminasi saham HSC dari perhitungan indeks tidak menimbulkan lonjakan; kedua, pada tahap implementasi awal, peralihan bobot juga tidak disertai penurunan drastis, karena bobot tersebut tetap dialirkan ke saham-saham yang masih menjadi bagian IHSG.

Jeffrey menyampaikan bahwa penggunaan hasil backtest menjadi dasar argumentasi BEI ketika menjelaskan bagaimana indeks akan bereaksi terhadap kebijakan tersebut. Ia menyebut bahwa implikasi dari pengujian itu memperkuat posisi IHSG untuk digunakan lebih baik oleh para investor, khususnya dalam aktivitas tracking terhadap indeks.

Lebih lanjut, BEI menempatkan kebijakan ini sebagai kelanjutan dari pengecualian saham HSC di indeks-indeks sebelumnya. Dengan kata lain, kebijakan pada IHSG tidak berdiri sendiri, melainkan mengikuti tahapan yang sudah lebih dulu diterapkan pada IDX30, LQ45, dan IDX80.

Dalam konferensi pers pada 26 Oktober 2026 tersebut, Jeffrey menegaskan arah kebijakan melalui skema pengeluaran saham HSC serta pengalihan bobot kepada konstituen yang tetap berada dalam perhitungan. Pernyataan itu sekaligus merangkum hasil pengujian historis yang menjadi landasan BEI untuk menyampaikan bahwa lonjakan tidak menjadi konsekuensi dari kebijakan ini.

Pada akhirnya, BEI merumuskan pesan utama bahwa IHSG yang menggunakan pendekatan tersebut akan tetap dapat dipantau investor secara lebih kredibel. Melalui backtest dan mekanisme distribusi bobot, BEI ingin memastikan perubahan komposisi indeks berjalan tanpa kejutan pergerakan, baik dalam bentuk lonjakan maupun penurunan yang dianggap drastis pada tahap awal implementasi.