jurnalistik.co.id – Boikot UEFA terhadap seluruh kompetisi FIFA menjadi sinyal awal dari potensi benturan jadwal dan kepentingan, dan sosok yang menyoroti dampaknya justru dari sepak bola putri. Mantan bek timnas Inggris, Anita Asante, mengatakan sepak bola putri bisa menjadi “korban pertama” rencana Presiden FIFA Gianni Infantino untuk menjual saham kompetisi kepada investor swasta.
Menurut Asante, turnamen putri adalah yang paling cepat merasakan konsekuensi apabila proposal Infantino diteruskan. Ia menyebut UEFA dan federasi Eropa mulai menguji posisi mereka melalui keputusan tersebut.
UEFA memulai boikot, turnamen putri terancam lebih dulu
Pada Kamis, 55 asosiasi anggota sepak bola Eropa memilih untuk memboikot seluruh kompetisi FIFA sampai FIFA menarik proposal Infantino. Perubahan posisi itu membuat UEFA menghadapi ujian pertama ketika FIFA Under-20 Women’s World Cup dijadwalkan mulai 5 September di Polandia.
Asante menegaskan dampak itu akan langsung terasa di level turnamen. Ia mengatakan kepada BBC Sport, “The first casualties will be women’s football tournaments,” lalu menambahkan, “I don’t think Fifa have considered the implications of their decision.”
Bagi Asante, persoalannya bukan sekadar format kompetisi, melainkan konsekuensi nyata bagi para pemain. Ia menyoroti ketidakpastian yang dapat mengguncang kesempatan berlaga di ajang puncak.
Sementara itu, Federasi Sepak Bola Polandia (PZPN) menyatakan pada Jumat bahwa pihaknya belum menerima informasi apa pun terkait tim yang akan menarik diri dari kompetisi. PZPN juga memastikan persiapan masih berlangsung sesuai rencana.
Di rentang berikutnya, kompetisi kualifikasi dan turnamen putri juga tetap menunggu kepastian. Untuk kualifikasi Piala Dunia Wanita musim panas mendatang di Brasil, Inggris, Irlandia Utara, Skotlandia, dan Wales memiliki agenda bersama yang menjadi penanda penting.
Asante menyebut ketidakjelasan hingga menjelang tahapan itu dapat membuat dampaknya besar. Ia menuturkan, “That’s what’s so frustrating for players. You can’t take for granted the opportunity to play in the World Cup,” serta menambahkan, “If this isn’t resolved by the time of England’s qualifiers, then the impact could be huge and it is already a busy schedule.”
Selain itu, FIFA Under-17 Women’s World Cup juga dijadwalkan berlangsung pada Oktober di Maroko. Rangkaian agenda tersebut membuat keputusan UEFA menjadi perhatian karena potensi gangguan jadwal dapat merembet ke lebih banyak kelompok umur.
FIFA membantah, sejumlah konfederasi menolak proposal
Berita Terkait
Menanggapi boikot UEFA, FIFA menyampaikan pada Jumat bahwa “nobody is selling football.” FIFA juga menyebut proses konsultasinya “disrupted by incorrect media reports.”
Di kawasan lain, Concacaf yang menaungi sepak bola Amerika Utara dan Tengah serta Karibia, menyatakan 41 asosiasi anggotanya telah “rejected” proposal tersebut. Concacaf juga disebut sebagai tuan rumah penyelenggaraan Piala Dunia tahun ini.
Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) kemudian mempublikasikan pernyataan yang menyatakan AFC “stands in solidarity” dengan mitra-mitranya di Eropa serta Amerika Utara, Tengah, dan Karibia.
Sementara itu, Carlos Cordeiro, penasihat senior untuk Gianni Infantino, mengundurkan diri dari posisinya. Ia menyebut proposal tersebut “a bad deal for football” dan mengatakan bahwa rencana itu “mortgage football’s future”.
Asante juga menyatakan persetujuannya terhadap sikap UEFA. Ia mengatakan, “I was really pleased to see that Uefa had taken the position that they have, and they were very clear with their directive and firm about how they want this to go,” sebelum menambahkan, “It’s taking away what the essence of football is about and tournaments are about. Women could be the casualties here yet again.”
Rencana Infantino: FFE, tenggat 19 September, dan dokumen JP Morgan
Bagian rencana Infantino berfokus pada pembentukan perusahaan komersial yang akan menjalankan acara-acara utama FIFA, termasuk Piala Dunia. Melalui skema ini, investor eksternal diberi peluang untuk membeli saham dalam entitas tersebut.
FIFA menyebut rencana akan melibatkan pihak ketiga untuk melakukan “minority, non-controlling investments” di anak perusahaan baru bernama Fifa Forward Enterprise (FFE). Infantino juga menetapkan tenggat 19 September bagi federasi sepak bola untuk menerima rencana tersebut.
Dalam dokumen setebal 25 halaman yang dibuat oleh bank investasi JP Morgan, FIFA menyatakan turnamennya akan diperluas guna menargetkan kenaikan pembayaran sekitar 24m euro per asosiasi anggota pada siklus 2035-2039. Dokumen itu juga memuat rujukan “new business initiatives” dan upaya “attracting top talent with incentive-driven compensation”.
World Cup disebut sebagai acara olahraga yang “most widely viewed” dalam dokumen tersebut, namun FIFA juga digambarkan “under-monetised.” Pada dokumen yang sama, tidak ada penyebutan mengenai permainan sepak bola putri.
Infografis yang menyertai artikel turut menyebut Piala Dunia Perempuan FIFA 2035 direncanakan diselenggarakan di Inggris, Irlandia Utara, Skotlandia, dan Wales. Dengan konteks itu, Asante menilai situasi ini menjadi titik yang sangat sensitif bagi ekosistem kompetisi putri.
Apabila persetujuan diberikan, FIFA mengatakan Thrive Eternal diperkirakan akan memimpin kelompok investor yang direncanakan untuk FFE. Thrive digambarkan sebagai perusahaan modal ventura asal Amerika yang didirikan oleh Joshua Kushner, saudara dari Jared Kushner—menantu Presiden AS Donald Trump.












