Olahraga

AFC Selaras dengan UEFA dan Concacaf Menolak Rencana FIFA Jual Saham Kompetisi

×

AFC Selaras dengan UEFA dan Concacaf Menolak Rencana FIFA Jual Saham Kompetisi

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: AFC joins Uefa and Concacaf in opposing Fifa plan

jurnalistik.co.id – AFC menyatakan sikap menolak rencana FIFA untuk menjual saham dalam kompetisi mereka kepada investor swasta, dan menyebut posisinya selaras dengan penolakan UEFA serta Concacaf. Dalam rilis yang terbit pada Jumat, AFC menyatakan “stands in solidarity” dengan kedua konfederasi itu.

AFC menegaskan, usulan Presiden FIFA Gianni Infantino dinilai tidak memenuhi syarat konsensus yang luas. Konfederasi sepak bola Asia itu menyebut rencana tersebut “realistically achieve the necessary broad consensus and unity required to move forward”.

Dalam pernyataannya, AFC juga menilai “The Fifa World Cup is the pinnacle of global football and derives its strength from the participation of all Confederations and the world’s leading football nations”. AFC kemudian menambahkan bahwa “Any proposal that risks undermining the unity and universal character of the competition must be reconsidered”.

Dengan sikap penolakan tersebut, AFC menilai peluang proposal Infantino untuk disetujui akan semakin kecil jika diajukan ke pemungutan suara. Infantino sebelumnya mengisyaratkan proses tersebut membutuhkan dukungan mayoritas langsung agar dapat berjalan.

Infantino mengindikasikan bahwa 106 dari 211 anggota harus memberikan suara setuju. UEFA dan Concacaf secara gabungan memiliki 90 suara, sedangkan Asia tercatat memiliki 46 suara, yang membuat arah persetujuan tidak otomatis berpihak pada rencana FIFA.

AFC kemudian menyoroti cara FIFA mendorong inisiatif ini. Konfederasi Asia itu menilai FIFA kembali menetapkan “direction of travel” untuk sebuah “significant initiative” sebelum berkonsultasi dengan para pemangku kepentingan.

Menurut AFC, kegagalan konsultasi terhadap para asosiasi anggota memunculkan masalah mendasar. AFC menyatakan proses tersebut “exposed fundamental weaknesses in Fifa’s consultation and decision-making processes that must now be addressed”.

AFC juga mengkritik FIFA karena, dalam pandangan mereka, “Confederations, Member Associations and even Fifa’s own governing bodies, including the Fifa Council, feeling sidelined”. Kritik ini menekankan bahwa bahkan organ pengatur internal FIFA pun dinilai tidak cukup dilibatkan.

Konfederasi Asia itu lantas meminta FIFA melakukan evaluasi tata kelola dan kerangka pengambilan keputusan secara mendesak. AFC menyerukan FIFA memastikan proposal berdampak global dikembangkan melalui konsultasi yang tepat, keterlibatan yang bermakna, serta pengawasan yang sesuai oleh badan-badan resmi FIFA.

Langkah sebelumnya dan respons FIFA

Penolakan dari UEFA muncul lebih dulu. Pada hari Kamis, UEFA memilih untuk memboikot Piala Dunia jika rencana FIFA tersebut tetap berlanjut.

Concacaf yang menaungi sepak bola di Amerika Utara dan Amerika Tengah, serta menjadi tuan rumah Piala Dunia tahun ini, juga menyatakan sikap menolak. Concacaf menyebut 41 asosiasi anggotanya “rejected” proposal yang diajukan Infantino.

Menanggapi respons dari dua konfederasi tersebut, FIFA merilis pernyataan pada Jumat awal. FIFA menyatakan pihaknya akan terus melanjutkan rencana, sembari menegaskan “nobody is selling football”.

FIFA juga menyampaikan bahwa proses konsultasi terganggu oleh pemberitaan media yang dinilai keliru. FIFA menyebut proses tersebut “disrupted by incorrect media reports”, sementara Infantino dan FIFA menyatakan tujuan rencana adalah membentuk anak usaha komersial untuk menjalankan acara-acara utama, termasuk Piala Dunia.

Menurut FIFA, investor eksternal nantinya dapat membeli saham pada struktur tersebut. FIFA juga mengklaim langkah itu “will not come at the cost of either the spirit or the governance of Fifa or football itself”.

Di sisi lain, UEFA menuduh FIFA memakai sepak bola untuk memperkaya diri dan “their friends”. Sementara itu, Concacaf dan AFC menyampaikan kekhawatiran mengenai aspek konsultasi terkait rencana tersebut, sehingga perdebatan tidak berhenti pada isu komersial.

Hingga berita ini disusun, Conmebol belum memberikan komentar publik mengenai proposal tersebut. Di kawasan lain, CAF dan OFC menyatakan akan membahas rencana FIFA pada Agustus, yang berpotensi memengaruhi posisi lanjutan dalam tubuh FIFA.

Dengan rangkaian penolakan dari UEFA, Concacaf, dan kini AFC, proposal Infantino memasuki fase yang menuntut konsensus di level konfederasi. Jika rencana tetap dibawa ke suara anggota, angka 106 dari 211 akan menjadi penentu utama, dengan kombinasi 90 suara dari UEFA dan Concacaf serta 46 suara dari Asia yang menunjukkan betapa sulitnya membangun dukungan luas.