Bisnis & Ekonomi

Kadin Rancang Empat Program “Quick Win” untuk Dukung Target Ekonomi 8 Persen di Era Prabowo

×

Kadin Rancang Empat Program “Quick Win” untuk Dukung Target Ekonomi 8 Persen di Era Prabowo

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Kadin Siapkan Empat "Quick Win", Dukung Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

jurnalistik.co.id – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyatakan telah menyiapkan empat program “quick win” untuk mendukung agenda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Langkah itu diarahkan agar pertumbuhan ekonomi nasional dapat dipacu menuju target 8 persen.

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie mengatakan, dunia usaha telah mengonsolidasikan kekuatan sejak awal 2025 melalui empat program yang dinilai sejalan dengan prioritas pemerintah. Menurutnya, program-program tersebut dipilih sebagai respons atas kebutuhan percepatan ekonomi, tanpa mengabaikan tantangan yang dihadapi setiap negara.

“Kami memilih untuk berpikir optimistis dan mencari solusi, karena ke mana pun kami pergi, setiap negara juga menghadapi tantangan yang sama,” ujar Anindya saat menyampaikan pandangannya di Istana Kepresidenan Jakarta pada Jumat (31/7/2026).

Anindya menilai Indonesia berada pada posisi yang relatif lebih baik dibandingkan banyak negara lain karena mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi sekitar 5 persen dalam dua dekade terakhir. Ia juga menyebut tingkat inflasi tetap terkendali menjadi faktor penting yang menjaga arah ekonomi.

Empat program quick win itu dipilih karena diyakini memiliki efek pengganda (multiplier effect) yang besar terhadap perekonomian. Dengan pendekatan tersebut, Kadin ingin mendorong dampak yang terasa lebih cepat sekaligus memperkuat sektor-sektor yang bersentuhan langsung dengan aktivitas ekonomi masyarakat.

Satgas MBG gotong royong

Program pertama adalah Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Gotong Royong. Dalam skema tersebut, Kadin menyatakan telah berkontribusi melalui 86 dapur, termasuk 128 titik yang difokuskan pada wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Anindya menjelaskan, pemilihan program ini berangkat dari riset UNICEF yang menyebut setiap investasi 1 dollar AS dapat menghasilkan dampak ekonomi sebesar 3 hingga 15 dollar AS. Ia memandang temuan itu relevan sebagai dasar untuk mempercepat transformasi ekonomi melalui intervensi yang terukur.

Satgas PKG dan fokus investasi kesehatan

Program kedua adalah Satgas Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG). Dalam rangkaian ini, Kadin juga meluncurkan white paper bertajuk “Health is the New Wealth” yang menyoroti besarnya potensi investasi di sektor kesehatan.

“Kami melihat setiap Rp 1 yang dikeluarkan dapat menghasilkan manfaat ekonomi Rp 1 hingga Rp 3,” kata Anindya. Ia menilai kesehatan yang lebih baik akan mendorong produktivitas dan menciptakan efek lanjutan pada aktivitas ekonomi.

Perlindungan serta peningkatan kualitas PMI

Program ketiga berfokus pada perlindungan dan peningkatan kualitas pekerja migran Indonesia (PMI). Kadin menyebut menargetkan sekitar 208.000 PMI memperoleh pelatihan dan sertifikasi agar memiliki nilai tambah di pasar kerja global.

Anindya menyampaikan bahwa sektor pekerja migran saat ini menjadi penyumbang devisa terbesar keempat Indonesia. Nilainya disebut mencapai 17,1 miliar dollar AS setelah komoditas besi baja, batu bara, dan kelapa sawit.

Renovasi rumah tidak layak huni untuk perluasan kerja

Program keempat adalah renovasi rumah tidak layak huni sebagai bagian dari dukungan terhadap program pembangunan 3 juta rumah pemerintah. Kadin menilai sektor perumahan memiliki dampak ekonomi yang luas, termasuk potensi menciptakan sekitar 19 juta lapangan kerja.

Dengan mengarah pada perbaikan kualitas hunian, Kadin berharap dukungan tersebut tidak berhenti pada aspek sosial. Ia juga ingin kegiatan renovasi menjadi pengungkit aktivitas ekonomi di berbagai rantai usaha, mulai dari sektor konstruksi hingga perputaran tenaga kerja.

Perkuat diplomasi ekonomi

Selain menjalankan program domestik, Kadin juga menyebut memperkuat diplomasi ekonomi melalui kerja sama dengan kementerian serta sejumlah negara mitra. Anindya mengatakan Kadin ikut mendampingi pemerintah dalam sejumlah lawatan luar negeri untuk membuka peluang perdagangan, investasi, dan industrialisasi.

Dengan kombinasi program quick win di dalam negeri dan penguatan jejaring kerja sama luar negeri, Kadin memposisikan perannya sebagai jembatan antara kebutuhan percepatan ekonomi dan ekosistem usaha. Fokusnya, kata Anindya, tetap pada penciptaan dampak yang cepat, terarah, dan dapat memperkuat prospek pertumbuhan menuju target yang ditetapkan.