jurnalistik.co.id – Diskominfotik Provinsi Gorontalo memperkuat penyelenggaraan Satu Data Daerah di Kabupaten Boalemo melalui kegiatan pembinaan dan pengawasan. Upaya ini dilakukan lewat Workshop Pembinaan dan Pengawasan Satu Data Daerah yang berlangsung di Cabana Resort, Kabupaten Boalemo, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan tersebut diikuti Pemerintah Kabupaten Boalemo, Badan Pusat Statistik (BPS), serta perangkat daerah sebagai Produsen Data. Melalui forum ini, perangkat daerah didorong agar penyelenggaraan statistik sektoral di lingkungan masing-masing dapat menghasilkan data yang berkualitas dan sesuai standar.
Dalam kesempatan itu, Kepala Bidang Statistik Diskominfotik Provinsi Gorontalo, Sumarto Biki, menjelaskan bahwa Satu Data Daerah menghadirkan manfaat bagi tata kelola data pemerintahan. Menurut Sumarto, manfaat tersebut mencakup efisiensi anggaran, keterhubungan data antarinstansi, serta ketersediaan data yang terbuka, terpercaya dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sumarto juga menilai, tata kelola data yang baik turut mendukung layanan publik agar lebih cepat, mudah dan inklusif. Dengan kerangka pengelolaan yang sama, proses penyediaan data diharapkan berjalan lebih tertata dan dapat dipakai bersama dalam kebutuhan pemerintahan.
“Penguatan Satu Data perlu didukung sejumlah langkah strategis di tingkat kabupaten dan kota. Langkah tersebut meliputi percepatan penyusunan regulasi, SOP teknis, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengaktifan forum data, serta integrasi data dan sistem informasi,” ungkap Sumarto.
Di sisi lain, penguatan Satu Data juga diarahkan pada peningkatan koordinasi antarperangkat daerah sebagai Produsen Data. Sumarto menegaskan, setiap perangkat daerah memiliki kewenangan menghasilkan data sesuai tugas dan fungsinya, tetapi pengelolaannya perlu dilakukan dalam kerangka tata kelola yang sama agar penyatuan dan pemanfaatan data lebih konsisten.
Standardisasi dan portal data daerah jadi fokus
Berita Terkait
Workshop tersebut turut menghadirkan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Boalemo, Roni Taningo. Roni menyampaikan bahwa standardisasi dibutuhkan untuk mencegah perbedaan definisi, format maupun angka antarperangkat daerah.
Roni menambahkan, Pemkab Boalemo juga mulai memperkuat penerapan prinsip Satu Data Indonesia (SDI). Penguatan itu dilakukan, terutama melalui keberadaan portal data daerah sebagai salah satu sarana untuk mengelola dan menyajikan data secara lebih terarah.
“Melalui standardisasi, data yang dihasilkan masing-masing Produsen Data diharapkan dapat saling dibandingkan, dihubungkan, dan dimanfaatkan untuk kebutuhan pembangunan Boalemo,” ujarnya.
Dengan arah tersebut, penyusunan dan pengelolaan data diharapkan tidak berhenti pada proses pengumpulan di unit masing-masing. Data yang telah mengikuti standardisasi diposisikan agar dapat dipertukarkan dan digunakan bersama untuk mendukung kebutuhan pembangunan Boalemo.
Selanjutnya, penguatan juga menyinggung interoperabilitas. Roni menyebut bahwa interoperabilitas membuka peluang agar data Kabupaten Boalemo terhubung dengan ekosistem data Provinsi Gorontalo melalui Open Data Gorontalo (PENTAGON).
Integrasi tersebut, menurut penjelasan yang disampaikan, diharapkan memastikan dataset yang dipertukarkan memiliki struktur, standar, metadata dan mekanisme pemutakhiran yang jelas. Dengan demikian, pertukaran data dapat berlangsung dengan ketentuan yang sama, termasuk aspek pemutakhiran agar informasi tetap relevan sesuai perkembangannya.
Secara keseluruhan, workshop di Cabana Resort menjadi ruang koordinasi dan penyelarasan bagi para pihak yang terlibat dalam tata kelola data. Pemerintah Kabupaten Boalemo, BPS, serta perangkat daerah sebagai Produsen Data bekerja dalam satu kerangka pembinaan dan pengawasan agar pengelolaan statistik sektoral dan data daerah berjalan lebih berkualitas.
Pendekatan yang disampaikan dalam kegiatan ini menekankan keteraturan proses, standardisasi, koordinasi antarinstansi, serta integrasi data dan sistem informasi. Upaya tersebut diharapkan memperkuat implementasi Satu Data Daerah di Boalemo, sekaligus meningkatkan keterhubungan data di level yang lebih luas melalui ekosistem data Provinsi Gorontalo.












