jurnalistik.co.id – Tim Pengembangan Posyandu Terpadu (TP Posyandu) Provinsi Gorontalo menargetkan Desa Langge di Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango, bebas stunting (tengkes) dalam rentang satu hingga dua bulan.
Target itu diarahkan pada 15 balita yang sebelumnya tercatat mengalami stunting dan kini menjadi fokus intervensi lintas pihak di level provinsi hingga desa.
Langkah percepatan tersebut disampaikan saat penyerahan bantuan susu kepada penerima di Desa Langge pada Senin, 7 September 2026. Kepala TP Posyandu Provinsi, Nani Ismail Mokodongan, menyatakan bahwa angka stunting di desa tersebut menjadi perhatian bersama yang harus dikejar hingga tuntas.
Ia mengatakan, “Di Desa Langge terdapat 15 anak yang dinyatakan stunting. Tugas bersama kami memastikan dalam satu hingga dua bulan, jumlah itu bisa turun hingga nol.”
Menurut Nani, percepatan penanganan stunting di Desa Langge dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta kader Posyandu. Koordinasi tersebut dimaksudkan agar setiap tahapan pendampingan berjalan selaras dan tidak terputus.
Salah satu bentuk dukungan yang disiapkan adalah pemberian bantuan susu khusus bagi balita yang mengalami stunting. Bantuan ini diarahkan sebagai bagian dari upaya terukur untuk menurunkan angka stunting di tingkat desa.
Nani menegaskan bahwa bantuan susu bukan sekadar program pemberian makanan tambahan. Bantuan tersebut merupakan intervensi yang ditargetkan untuk mendukung penurunan tingkat stunting di Desa Langge yang sekaligus menjadi proyek percontohan.
Karena itu, pemerintah kecamatan dan pemerintah desa diminta memastikan bantuan yang diberikan benar-benar dikonsumsi oleh anak sesuai maksud program. Dengan pengawasan konsumsi yang tepat, intervensi diharapkan lebih efektif dalam periode yang telah ditetapkan.
Berita Terkait
Selain bantuan susu, TP Posyandu Provinsi Gorontalo juga mendistribusikan 100 paket makanan bergizi kepada balita yang mengikuti kegiatan tersebut. Pemberian paket ini diharapkan ikut membantu pemenuhan kebutuhan nutrisi sambil menguatkan pemahaman keluarga mengenai tumbuh kembang anak.
Melalui kombinasi bantuan susu dan paket makanan bergizi, program diharapkan mampu mendorong perbaikan kondisi gizi balita sekaligus meningkatkan kesadaran keluarga agar lebih aktif mendukung proses pertumbuhan anak di rumah.
Pelaksanaan intervensi terfokus pada 15 balita yang tercatat stunting menunjukkan pendekatan yang lebih presisi, bukan pendekatan umum. Dengan menyasar penerima yang sudah teridentifikasi, program dapat diarahkan pada kebutuhan nyata di lapangan.
Dalam konteks waktu satu hingga dua bulan, sinergi antarpihak menjadi kunci agar pendampingan berjalan konsisten, mulai dari penyerahan bantuan, pemantauan konsumsi, hingga dukungan untuk pemenuhan gizi selama masa program.
Target bebas stunting di Desa Langge juga diposisikan sebagai cermin sekaligus pembelajaran bagi pelaksanaan penanganan stunting di wilayah lain. Jika intervensi mampu menekan jumlah balita stunting sesuai harapan, model kolaborasi dan bentuk dukungannya dapat menjadi rujukan untuk langkah serupa pada desa-desa berikutnya.
Dengan fokus pada 15 balita, bantuan susu khusus, serta 100 paket makanan bergizi, TP Posyandu Provinsi Gorontalo menegaskan komitmennya pada percepatan penanganan stunting melalui kerja bersama pemerintah dan kader Posyandu di tingkat desa.
Usai penyerahan bantuan, TP Posyandu menempatkan proses pendampingan sebagai bagian yang tidak terpisah dari program percepatan tersebut. Kader Posyandu di Desa Langge diharapkan berperan membantu memastikan anak yang menjadi sasaran intervensi mengikuti arahan konsumsi, sementara koordinasi lintas level pemerintahan menjaga agar pemantauan tetap berjalan sampai masa yang ditetapkan.
Dengan skema yang terfokus pada penerima yang sudah terdata, dukungan yang diberikan juga diarahkan untuk menjaga keteraturan pelaksanaan di lapangan. Bantuan susu dan paket makanan bergizi disusun agar keluarga dapat memahami apa yang perlu dilakukan selama program berlangsung, sehingga perbaikan kondisi gizi yang dituju menjadi lebih terarah. Jika hasilnya sesuai target hingga jumlah stunting dapat ditekan, pendekatan ini diharapkan bisa dijadikan pembanding saat menyusun langkah serupa di desa lain.












