jurnalistik.co.id – Personel Dit Samapta Polda Gorontalo bersama tim gabungan melakukan pemadaman kebakaran lahan di Desa Ombulo, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, pada Rabu (9/9/2026).
Api pertama kali terpantau sekitar pukul 12.29 WITA.
Setelah informasi diterima, personel Unit Pammat Dit Samapta Polda Gorontalo bergerak menuju lokasi kejadian.
Keberangkatan itu dilakukan setelah sebelumnya personel juga menangani kebakaran lahan di Desa Daenaa, Kecamatan Limboto Barat.
Menjelang sore, tepat sekitar pukul 14.40 WITA, personel tiba di lokasi.
Sesampainya di lapangan, tim langsung melakukan koordinasi dengan masyarakat serta unsur-unsur yang tergabung dalam penanganan.
Koordinasi tersebut diperlukan agar langkah pemadaman selaras dengan kondisi lapangan dan kebutuhan warga di sekitar lokasi.
Upaya pemadaman diarahkan pada lahan milik Pemerintah Daerah Kabupaten Gorontalo di Desa Ombulo.
Di area tersebut, kobaran api berada di lahan pada pinggir tebing gunung dan ditumbuhi pepohonan.
Vegetasi berupa dedaunan kering ikut memperbesar kerawanan karena mudah tersulut.
Petugas menghadapi medan yang cukup curam, sehingga teknik penanganan perlu disesuaikan selama proses berlangsung.
Kemiringan medan juga berpengaruh pada kecepatan kerja, terutama saat tim mendekati sumber panas.
Kondisi itu diperparah dengan akses jalan yang tidak dapat dilalui kendaraan Karhutla.
Akibatnya, kendaraan harus ditempatkan pada jarak tertentu dari lokasi, sebelum personel melanjutkan pemadaman secara manual.
Pendekatan manual dilakukan dengan mendekatkan sarana yang tersedia dan melaksanakan pemadaman secara bertahap di sekitar sumber api.
Dengan cara tersebut, api dapat dikendalikan meski jalur menuju titik kebakaran terbatas.
Pada pukul 15.51 WITA, kobaran api berhasil dipadamkan.
Berita Terkait
Namun, pemadaman tidak berhenti pada proses pemadaman awal karena tim melanjutkan tahapan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang masih menyala.
Pendinginan juga dilakukan sebagai langkah antisipasi agar bara atau titik panas tidak memicu kebakaran kembali.
Pemeriksaan akhir kemudian dilakukan hingga situasi dinyatakan aman dan tidak ditemukan titik yang berpotensi menimbulkan penyalaan ulang.
Kegiatan pemadaman dinyatakan selesai pada pukul 16.25 WITA.
Dalam kejadian ini tidak tercatat korban jiwa maupun korban luka.
Dit Samapta Polda Gorontalo mengerahkan 26 personel, sementara Polsek Limboto Barat menurunkan 3 personel.
Tim juga didukung satu unit Rantis Karhutla, satu unit Rantis D-Max, serta satu unit Truk Dalmas Dit Samapta Polda Gorontalo.
Direktur Samapta tekankan respons cepat dan cegah perluasan
Direktur Samapta Polda Gorontalo, Kombes Pol. Satrya Perdana Panuntung Tarung Binti, S.I.K., menyebut penanganan dilakukan secara cepat dan bersama-sama dengan seluruh unsur terkait untuk mencegah api meluas ke area pepohonan dan lahan di sekitar lokasi.
Ia menggarisbawahi bahwa proses pendinginan diperlukan agar tidak ada lagi titik api yang dapat memicu kebakaran kembali.
“Alhamdulillah, api berhasil dipadamkan dan proses pendinginan telah dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang dapat memicu kebakaran kembali,” ujarnya.
Penyebab kebakaran, menurut informasi, masih dalam proses penyelidikan.
Kegiatan dinyatakan tuntas setelah pemeriksaan akhir menunjukkan tidak ada potensi penyalaan ulang di sekitar area yang ditangani.
Di bagian lain, Polda Gorontalo mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, terutama saat kondisi lahan kering.
Polda juga meminta warga tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran agar kejadian serupa dapat dicegah.
Petugas berharap kewaspadaan warga turut memperkecil risiko kebakaran lahan di lingkungan setempat.
Pemeriksaan akhir dilakukan menyeluruh untuk memastikan tidak ada sisa bara atau titik panas di sekitar area yang sebelumnya dijangkau, sehingga proses pendinginan benar-benar menutup kemungkinan terjadinya penyalaan ulang.
Sejalan dengan itu, respons cepat disertai koordinasi dan penanganan bertahap membantu menjaga api tetap terkendali hingga kegiatan pemadaman dinyatakan selesai pada pukul 16.25 WITA, sementara penyebab kebakaran masih menunggu proses penyelidikan.












