jurnalistik.co.id – Apel pagi gabungan personel Polda Gorontalo digelar di Lapangan Apel Mapolda Gorontalo pada Jumat, 11 September 2026. Kegiatan ini diikuti oleh para Pejabat Utama (PJU) serta seluruh personel Polda Gorontalo.
Apel tersebut dipimpin oleh Dirreskrimum Polda Gorontalo, Kombes Pol. Teddy Rachesna, S.H., S.I.K., M.H. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan sejumlah penekanan yang menjadi perhatian pimpinan kepolisian terkait pelaksanaan tugas di lapangan.
Dirreskrimum menyampaikan atensi Kapolda Gorontalo agar seluruh personel terus memantau perkembangan situasi serta berbagai isu yang berkaitan dengan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Gorontalo. Pemantauan ini ditekankan agar respons kepolisian dapat dilakukan secara cepat dan tepat sesuai dinamika yang terjadi.
Khusus bagi para penyidik, arahan semakin ditegaskan pada aspek profesionalitas dan kehati-hatian. Teddy menekankan agar setiap penanganan perkara tidak berjalan secara serampangan, melainkan melalui proses yang terukur dan cermat sejak awal hingga tahapan akhir.
Menurutnya, penyelenggaraan proses hukum harus tetap memperhatikan hak-hak warga negara. Ia juga menyoroti bahwa hal tersebut menjadi penting, termasuk ketika perkara berakhir pada putusan bebas murni yang menimbulkan konsekuensi sesuai ketentuan hukum.
“Rekan-rekan penyidik agar lebih profesional dan hati-hati dalam menangani setiap perkara. Hak-hak warga negara harus diperhatikan, termasuk apabila terdapat putusan bebas murni yang menimbulkan konsekuensi sesuai ketentuan hukum,” ujar Teddy dalam arahannya.
Poin profesionalitas yang disampaikan tidak hanya terkait ketelitian administrasi atau langkah prosedural, tetapi juga menyangkut sikap dalam pengambilan keputusan. Penyidik diingatkan untuk menjaga kualitas penanganan perkara agar tidak menimbulkan dampak yang merugikan pihak manapun, sekaligus tetap selaras dengan prinsip hukum.
Berita Terkait
Selain aspek teknis penanganan perkara, apel tersebut juga menjadi momen pengingat untuk menjaga kondisi fisik personel. Teddy mengingatkan agar personel memanfaatkan waktu pada hari Jumat untuk berolahraga.
Ia menjelaskan bahwa tubuh yang sehat merupakan salah satu faktor penting agar pelaksanaan tugas kepolisian dapat berjalan secara optimal. Dengan kondisi fisik yang prima, personel diharapkan mampu menghadapi aktivitas kerja yang menuntut ketahanan dan konsistensi.
“Jaga kesehatan, salah satunya dengan rutin berolahraga, sehingga kita dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.
Melalui arahan yang disampaikan saat apel pagi, Dirreskrimum menegaskan bahwa penguatan kamtibmas harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas kinerja di internal kepolisian. Pada saat yang sama, kedisiplinan dalam menjaga profesionalitas penyidik serta perhatian terhadap hak-hak warga negara menjadi perhatian utama yang ingin ditekankan.
Pesan-pesan tersebut dimaksudkan sebagai pedoman pelaksanaan tugas agar seluruh personel dapat bekerja lebih terarah. Dengan pemantauan situasi yang berkelanjutan, penanganan perkara yang cermat, serta dukungan kesehatan personel, pelaksanaan fungsi kepolisian di wilayah Gorontalo diharapkan tetap berjalan secara efektif dan bertanggung jawab.
Lebih lanjut, arahan tersebut menekankan pentingnya setiap perkembangan di lapangan tidak dibiarkan mengendap. Personel diharapkan mengutamakan kewaspadaan melalui pemantauan yang terus menerus, lalu menindaklanjuti temuan dengan langkah yang sesuai kebutuhan di tempat, agar tindakan kepolisian selaras dengan situasi yang berkembang di wilayah Gorontalo.
Pada sisi penegakan perkara, penekanan profesionalitas diarahkan agar seluruh proses berjalan dengan alur yang jelas dan kehati-hatian yang konsisten. Dengan demikian, sejak awal hingga tahap akhir, penanganan diharapkan menjaga ketertiban prosedural serta tetap menghormati hak-hak warga negara, termasuk ketika hasil akhir menunjukkan putusan bebas murni yang membawa konsekuensi hukum.
Selain itu, apel pagi turut mengingatkan agar pelaksanaan tugas tidak hanya ditopang oleh ketepatan penanganan, tetapi juga oleh kesiapan fisik. Personel diarahkan untuk menjadikan waktu berolahraga sebagai bagian dari kebiasaan, sehingga kondisi tubuh tetap terjaga dan mendukung kinerja yang lebih optimal dalam menjalankan tanggung jawab kepolisian sehari-hari.












