Daerah

Pernak-pernik Agustusan di Pasar Jatinegara Mulai Rp2.000, Bendera Paling Laris Dibeli

×

Pernak-pernik Agustusan di Pasar Jatinegara Mulai Rp2.000, Bendera Paling Laris Dibeli

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Harga Pernak-pernik Agustusan di Pasar Jatinegara Jaktim Mulai Rp 2.000, Ini yang Paling Laris

jurnalistik.co.id – Suasana menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia terasa di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur. Sejumlah kios di lorong samping pasar dipenuhi dekorasi bernuansa merah-putih sejak pagi.

Pantauan pada Selasa (11/8/2026) sekitar pukul 09.00 WIB menunjukkan banyak lapak mulai menata barang musiman menjelang perayaan. Beragam pernak-pernik dijajakan dengan pilihan bentuk, ukuran, hingga material yang berbeda-beda.

Para pedagang menawarkan produk mulai dari bendera, umbul-umbul, hingga lampion, termasuk aksesori dan perlengkapan lomba. Barang-barang itu tampil sebagai bagian dari kebutuhan warga saat mempersiapkan kegiatan perayaan kemerdekaan.

Harga pernak-pernik yang dijual pedagang bervariasi, mulai dari Rp 2.000 hingga Rp 500.000. Rentang tersebut membuat pembeli bisa menyesuaikan pilihan sesuai kebutuhan, dari yang berukuran kecil sampai ornamen yang lebih besar.

Salah satu pedagang, Sandi Firmansyah (26), menyebutkan barang dagangannya dibanderol mulai dari Rp 2.000 hingga Rp 500.000. Menurutnya, pernak-pernik berukuran kecil umumnya berada pada kisaran Rp 2.000 sampai Rp 30.000.

Sandi juga menjelaskan bahwa ornamen berukuran lebih besar, termasuk bendera pusaka, dijual dengan harga yang lebih tinggi hingga ratusan ribu rupiah. Ia menegaskan ada perbedaan bahan yang memengaruhi harga, “Bendera pusaka, karena bahannya beda,” katanya saat ditemui di Pasar Jatinegara.

Di antara berbagai produk yang dipajang, bendera menjadi kategori yang paling sering diburu pembeli menjelang HUT RI. Selain itu, Sandi menyebutkan beberapa jenis lain ikut mendominasi permintaan, yakni backdrop rumah dan bendera segitiga berbahan kain.

“Yang paling laris kalau bendera sudah pasti, dan kedua itu backdrop yang misal backdrop rumah, serta bendera segitiga,” ujar Sandi. Pernyataan itu menggambarkan preferensi pembeli yang cenderung memilih item yang langsung terlihat sebagai elemen dekorasi utama di area perayaan.

Pedagang lain, Sayidi (51), ikut menjajakan perlengkapan lomba untuk kebutuhan acara. Ia menyebutkan sejumlah barang yang tersedia, seperti bola, tali tambang, karung, dan bakiak, yang biasanya dipakai dalam beragam permainan tradisional.

Sayidi mengatakan aksesori yang dijualnya juga laris diburu pembeli. “Kalau aksesori sih semuanya laku,” katanya, mengisyaratkan bahwa minat tidak hanya terkonsentrasi pada satu jenis barang tertentu.

Dari sisi harga, Sayidi menyebutkan perlengkapan lomba dibanderol dengan variasi nilai, mulai dari Rp 10.000 hingga ratusan ribu rupiah. Dengan demikian, rentang biaya yang lebar memungkinkan pedagang menyasar pembeli dengan kebutuhan berbeda, baik untuk persiapan skala kecil maupun yang lebih besar.

Perputaran barang musiman itu terlihat dari cara kios-kios menampilkan pernak-pernik secara berlapis, sehingga pengunjung dapat membandingkan pilihan tanpa harus menunggu lama. Kondisi tersebut turut memberi gambaran bahwa persiapan HUT RI di tingkat lingkungan biasanya dimulai jauh hari, bersamaan dengan kebutuhan dekorasi dan perlengkapan acara.

Hingga siang hari, pernak-pernik dengan nuansa merah-putih terus menjadi fokus utama penjualan di Pasar Jatinegara. Mulai dari bendera, umbul-umbul, hingga perlengkapan lomba, semuanya hadir dengan pilihan harga yang cukup beragam—sejalan dengan kisaran mulai Rp 2.000 yang disebut para pedagang.

Sejak pagi, dekorasi bernuansa merah-putih tampak mendominasi area lapak, dengan bendera sebagai salah satu barang yang paling banyak dicari menjelang HUT RI. Selain bendera, permintaan juga mengarah pada elemen dekorasi yang menonjol, seperti backdrop rumah dan bendera segitiga berbahan kain. Pedagang menggambarkan bahwa pilihan pembeli cenderung mengarah pada item yang mudah terlihat sebagai penanda utama perayaan di lingkungan sekitar.

Di sisi perlengkapan acara, kios-kios juga menyiapkan kebutuhan permainan tradisional dengan variasi barang, mulai dari bola, tali tambang, karung, hingga bakiak. Pada bagian aksesori, Sayidi menegaskan bahwa minat pembeli tidak hanya tertuju pada satu jenis, sehingga beragam perlengkapan ikut bergerak. Dengan rentang harga yang disebut para pedagang—dari yang terjangkau hingga nilai yang lebih tinggi—pengunjung dapat menyusun kebutuhan sesuai skala persiapan yang mereka lakukan, sementara penataan musiman terus terlihat berlanjut hingga siang hari.