Daerah

Road Tour ke Bali Makin Asyik: Prosiwangi Rampung, Dua Ruas Sudah Punya SLO

×

Road Tour ke Bali Makin Asyik: Prosiwangi Rampung, Dua Ruas Sudah Punya SLO

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Road Tour ke Bali Makin Asyik, Tol Baru di Jatim Sebentar Lagi Dibuka!

jurnalistik.co.id – Sejumlah ruas Jalan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi) kini memasuki tahapan yang lebih matang menuju pengoperasian. Informasi ini mengacu pada data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) per 23 Agustus 2026.

Dalam pengembangan proyek Prosiwangi, BPJT mencatat bahwa dua ruas telah memperoleh Sertifikat Laik Operasi (SLO). Dengan demikian, progres bagian tol tersebut sudah dinyatakan memenuhi kelayakan untuk tahap berikutnya.

Rincian SLO itu meliputi ruas Gending–Kraksaan dengan panjang 12,88 km dan ruas Kraksaan–Paiton dengan panjang 11,20 km. Kedua ruas tersebut tercatat sudah resmi mengantongi dokumen kelayakan.

BPJT juga menyatakan bahwa proses penuntasan di sisi konstruksi telah diselesaikan. “Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi) Seksi 1 dan Seksi 2 sepanjang 24 kilometer telah rampung dan dipersiapkan menuju tahap pengoperasian,” tulis BPJT, dikutip Selasa (25/8/2026).

Menurut BPJT, penyelesaian ruas-ruas Prosiwangi merupakan bagian dari rangkaian perkembangan pengerjaan tol di wilayah tersebut. Saat pengerjaan sudah rampung, langkah berikutnya adalah memastikan seluruh persyaratan pengoperasian terpenuhi melalui tahapan pengujian.

Meski dua ruas sudah memiliki SLO, BPJT menegaskan bahwa pengoperasian Seksi 1 dan Seksi 2 masih menunggu hasil Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO) Simpang Susun Gending. Tahap ini penting untuk memastikan keterhubungan simpang susun berjalan sesuai ketentuan sebelum operasional penuh dilakukan.

Simpang susun Gending tersebut akan berperan sebagai penghubung antara Tol Pasuruan–Probolinggo (Paspro) dengan Tol Prosiwangi. Artinya, pengujian pada titik simpul konektivitas menjadi penentu kelancaran integrasi jaringan jalan tol.

Dengan adanya koneksi tersebut, perjalanan antarkawasan di Jawa Timur diharapkan semakin lancar. BPJT menyebut waktu tempuh yang menjadi target efisiensi, yaitu dari Probolinggo–Beski menjadi 1 jam 15 menit.

Selain mendorong aspek perjalanan penumpang, konektivitas yang terintegrasi juga diproyeksikan berdampak pada distribusi logistik. BPJT memandang rute yang lebih terhubung dapat membuat pengiriman menuju wilayah timur Jawa menjadi lebih optimal.

“Kehadiran ruas tol Prosiwangi akan meningkatkan konektivitas kawasan Tapal Kuda, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendorong efisiensi distribusi logistik di Jawa Timur,” tambah BPJT. Pernyataan tersebut menempatkan Prosiwangi sebagai bagian dari upaya memperkuat mobilitas di wilayah Tapal Kuda.

Melalui skema sertifikat yang sudah diterbitkan untuk dua ruas utama, proses menuju operasional Prosiwangi sekarang berada di fase verifikasi akhir pada titik penghubung. ULFO Simpang Susun Gending menjadi tahap kunci sebelum pengoperasian dapat berjalan sebagaimana rencana.

Setelah hasil ULFO keluar, tahapan pengoperasian untuk Seksi 1 dan Seksi 2 diharapkan dapat dilanjutkan. Dengan progres saat ini, proyek Prosiwangi menunjukkan bahwa sebagian besar pekerjaan strategis telah berada pada jalur penyempurnaan sebelum layanan tol dimanfaatkan lebih luas.

Untuk wilayah terkait, percepatan proses menuju operasional ini berarti kesiapan konektivitas yang lebih nyata. Proses bertahap dari SLO menuju ULFO juga mempertegas bahwa aspek kelayakan teknis terus dipastikan secara berlapis sebelum kendaraan masuk ke sistem layanan tol.

Pada akhirnya, perhatian berikutnya tertuju pada hasil ULFO Simpang Susun Gending. Ketika tahap tersebut rampung, koneksi antara Paspro dan Prosiwangi dapat berfungsi penuh, sehingga manfaat efisiensi waktu dan logistik dapat dirasakan lebih merata.

Sertifikat Laik Operasi yang sudah dimiliki BPJT untuk Seksi 1 dan Seksi 2 menandai bahwa kelayakan dasar pada dua ruas tersebut telah dinilai. Namun, pemberlakuan operasional penuh tetap bergantung pada keluarnya ULFO di Simpang Susun Gending, karena titik temu konektivitas menjadi bagian yang harus dinyatakan siap sesuai ketentuan.

Bila ULFO Simpang Susun Gending telah diterbitkan, integrasi Tol Pasuruan–Probolinggo (Paspro) dengan Tol Prosiwangi dapat berjalan lebih utuh. Dengan begitu, BPJT menempatkan manfaatnya bukan hanya pada kelancaran mobilitas masyarakat di wilayah Tapal Kuda, tetapi juga pada efisiensi distribusi logistik, termasuk target waktu tempuh dari Probolinggo–Beski menjadi 1 jam 15 menit.