Daerah

Asap Karhutla Menyelimuti CFD Palembang, Antusias Warga Berolahraga Tetap Tinggi

×

Asap Karhutla Menyelimuti CFD Palembang, Antusias Warga Berolahraga Tetap Tinggi

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: CFD di Palembang Diselimuti Asap Karhutla, Warga Tetap Antusias Olahraga: Mau Gimana Lagi...

jurnalistik.co.id – Kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti pelaksanaan car free day (CFD) di Palembang pada Minggu (23/8/2026), namun animo warga untuk tetap berolahraga tidak ikut surut. Di beberapa titik yang biasanya ramai, warga terlihat melanjutkan aktivitas fisik meski bau asap tercium jelas.

CFD yang digelar di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman hingga kawasan Jembatan Ampera masih dipenuhi masyarakat yang datang untuk bergerak. Sejumlah warga tetap mengikuti senam bersama, sementara lainnya memilih bersepeda di area yang ditutup kendaraan.

Warga juga tetap memadati lokasi, mengingat agenda CFD tersebut merupakan program rutin mingguan dari Pemerintah Kota Palembang. Aktivitas di area itu menjadi pilihan bagi banyak orang untuk berolahraga pada hari libur.

Di saat yang sama, Jembatan Ampera yang biasanya menjadi penghubung antara wilayah Hulu dan Hilir diberlakukan penutupan selama dua jam. Penutupan berlangsung mulai pukul 06.00 WIB hingga 08.00 WIB.

Meski cuaca diselimuti asap, salah satu peserta CFD, Winda (25), mengaku tetap melaksanakan olahraga. Ia menilai kebutuhan bergerak pada akhir pekan tidak bisa ditunda karena rutinitas kerjanya.

Winda mengatakan, “Memang terasa sekali bau asapnya. Ya, tapi mau gimana lagi, kalau enggak hari Minggu sulit untuk olahraga karena bekerja,” ujarnya. Menurutnya, kepadatan aktivitas harian membuat ia hanya punya kesempatan berolahraga sekali dalam seminggu.

Ia juga menyiapkan langkah pencegahan saat kualitas udara menurun. Winda mengaku menggunakan masker, walau ia melihat tidak semua peserta melakukan hal yang sama.

“Kalau saya pakai masker, tetapi banyak juga yang tidak pakai. Tadi pagi memang pekat sekali, minggu kemarin tidak seperti ini,” katanya. Perbedaan tingkat kepadatan asap dibanding pekan sebelumnya membuat sebagian warga lebih berhati-hati saat berada di luar rumah.

Bagi Aldi (35), situasi pagi itu turut memengaruhi rencana berolahraganya bersama rekan-rekan. Ia sempat turun dari sepeda, tetapi memilih tidak melanjutkan aktivitas ketika asap terasa sangat tebal.

“Sudah turuni sepeda tadi, tapi enggak jadi asapnya tebal banget pagi ini,” ucap Aldi. Ia dan beberapa temannya terlihat mempertimbangkan ulang kegiatan karena khawatir dampak kabut asap yang mengganggu kenyamanan.

Kondisi udara Palembang juga tercatat memburuk berdasarkan pemantauan BMKG. Pada pukul 02.00 WIB, kadar PM 2.5 tercatat mencapai 175 mikrometer, yang menempatkan kualitas udara pada level sangat tidak sehat.

Selanjutnya, pada pukul 03.00 WIB nilai PM 2.5 turun menjadi 150,4 mikrometer. Meski menurun, angka tersebut masih berada pada level tidak sehat sehingga warga tetap perlu memperhatikan kondisi kesehatan saat beraktivitas di luar ruangan.

Di tengah antrean napas yang terasa lebih berat dan jarak pandang yang berkurang, antusiasme warga tetap terlihat dari cara mereka menyesuaikan intensitas kegiatan. Sejumlah peserta memilih bertahan dengan mengikuti gerakan senam, sementara yang lain terlihat lebih berhenti sejenak atau mengalihkan aktivitas.

Fenomena ini menunjukkan bahwa bagi sebagian warga, CFD bukan hanya soal olahraga, tetapi juga ruang komunitas yang rutin didatangi. Namun, keberadaan asap karhutla tetap menjadi faktor pembatas yang memengaruhi keputusan peserta, baik dari sisi penggunaan masker maupun pilihan melanjutkan atau menghentikan kegiatan.

Dengan penutupan Jalan Jenderal Sudirman dan pengaturan akses di Jembatan Ampera, CFD tetap berjalan dalam format yang biasanya padat. Meski demikian, sejak pagi hari warga tampak semakin waspada, terutama ketika asap terasa pekat.

Meski demikian, aktivitas pada Minggu pagi itu menggambarkan semangat warga untuk tetap bergerak, sekaligus menempatkan kualitas udara sebagai pertimbangan penting. Di tengah situasi karhutla yang memengaruhi langit Palembang, olahraga tetap berlangsung, tetapi sikap kehati-hatian ikut menentukan seberapa jauh warga beraktivitas.