jurnalistik.co.id – Penghargaan PFA Awards 2026 kembali menobatkan dua bintang dari klub papan atas Inggris. Kapten Manchester United, Bruno Fernandes, serta penyerang Manchester City, Khadija Shaw, sama-sama meraih gelar pemain terbaik untuk kategori putra dan putri.
Fernandes dinobatkan sebagai pemain terbaik pria setelah musim yang menonjol secara individu. Shaw juga mengulang kesuksesan di level penghargaan pemain terbaik PFA pada musim putri.
Keduanya sebelumnya sudah meraih pengakuan sebagai pemain sepak bola terbaik versi Football Writers’ Association untuk musim 2025-26. Artinya, prestasi mereka tidak hanya mendapat sorotan dari PFA, tetapi juga dari komunitas jurnalis olahraga.
Pemain terbaik pria dan wanita
Fernandes menjadi pemain United pertama yang meraih penghargaan tersebut sejak Wayne Rooney pada 2010. Catatan kunci di balik penobatannya adalah pencapaian rekor assist pada satu kampanye Premier League, yakni 21 assist.
Meski Manchester United tidak menambah trofi pada musim tersebut, Fernandes tetap menjadi motor penting dari sisi produktivitas. Pada laga hari terakhir musim melawan Brighton, ia memberi assist untuk pembuka dan ikut mencetak gol untuk gol ketiga tim.
Secara total di kompetisi liga 2025-26, Fernandes mengakhiri musim dengan sembilan gol dan 21 assist dari 35 pertandingan. Ia juga menjadi penyokong terbanyak kedua setelah Rayan Cherki, yang mencatatkan 12 assist untuk Manchester City.
Prestasi assist Fernandes bahkan melewati rekor 20 assist yang sebelumnya dimiliki Kevin de Bruyne dan Thierry Henry. Kontribusi itu turut membantu United finis di posisi ketiga klasemen, sehingga mengamankan tiket Liga Champions.
Di seluruh kompetisi, pemain berusia 31 tahun tersebut mencatat sembilan gol dan 22 assist dari 37 pertandingan. Fernandes bergabung dengan United dari Sporting Lisbon pada Januari 2020 dan mengalahkan beberapa nama besar dalam perebutan penghargaan, termasuk Gabriel Magalhaes, David Raya, Declan Rice, serta para penyerang City seperti Cherki dan Erling Haaland.
Fernandes juga hanya menjadi pemain Portugal kedua yang dinobatkan sebagai pemain terbaik setelah Cristiano Ronaldo, yang meraih kemenangan beruntun pada 2007 dan 2008. Dengan demikian, penobatannya terasa spesial karena datang setelah jeda panjang sejak Rooney.
Untuk kategori putri, Khadija Shaw meraih penghargaan pemain terbaik PFA untuk pria dan wanita. Ia kembali menjadi tokoh utama saat Manchester City memastikan gelar kedua WSL, sekaligus memperpanjang dominasinya di daftar pencetak gol.
Shaw mencetak 21 gol dalam 22 penampilan ketika City menjuarai WSL untuk kali kedua. Ia juga merebut golden boot untuk ketiga kalinya secara beruntun dengan koleksi yang sama-sama menegaskan konsistensi produktivitasnya.
Performa Shaw juga ditopang oleh sejumlah momen besar sepanjang musim. Ia mencatat hat-trick melawan Aston Villa—dengan empat gol—serta melawan Tottenham, sebelum menambah dua gol saat menghadapi West Ham di hari terakhir musim.
Berita Terkait
Catatan itu membuat Shaw menjadi pemain pertama yang menembus angka 20 gol atau lebih di tiga musim WSL yang berbeda. Ia juga menjadi pemain pertama yang meraih tiga golden boot WSL, melampaui Vivienne Miedema dan Sam Kerr yang sama-sama tercatat sebagai pemenang dua kali.
Selain keberhasilan di liga, Shaw juga menambah gol lain untuk City. Ia mencetak lima gol lagi, termasuk gol pembuka di partai puncak ketika Manchester City menjuarai Piala FA.
Shaw merupakan pemain ketiga yang meraih lebih dari satu kali penghargaan PFA untuk pemain terbaik putri. Ia menyusul Lucy Bronze dan Fran Kirby, dan sebelumnya juga sempat melengkapi double PFA dan FWA pada musim 2023-24.
Pemain muda terbaik
Di sisi kategori pemain muda pria, Nico O’Reilly menggantikan Morgan Rogers sebagai pemain muda terbaik versi PFA. O’Reilly berusia 21 tahun dan termasuk sosok serba bisa yang langsung “mengunci” tempatnya di starting XI.
Ia mencatat delapan keterlibatan gol, dengan rincian lima gol, serta sembilan clean sheet dari 34 penampilan liga. Ia juga mencetak dua gol dan dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan ketika City mengalahkan Arsenal di final Piala Liga.
Sementara itu, Olivia Smith mempertahankan gelar pemain muda terbaik putri untuk tahun ini. Ia menjadi pemain kedua setelah Lauren Hemp—yang juga berasal dari Inggris—yang mampu memenangkan penghargaan ini lebih dari sekali.
Olivia Smith adalah pemain asal Kanada yang berusia 22 tahun. Sejak bergabung dengan Arsenal dari Liverpool dengan biaya 1 juta poundsterling pada musim panas sebelumnya, ia mencetak 10 gol di semua kompetisi.
Man united, arsenal, dan city dominan di tim terbaik
Pesta penghargaan PFA Awards 2026 juga terlihat pada komposisi tim terbaik musim ini. Tim terbaik Premier League didominasi Arsenal sebagai juara dan Manchester City sebagai runner-up, sesuai penilaian para pemain.
Arsenal sendiri hanya kebobolan 27 gol musim lalu. Rekam jejak tersebut tercermin dalam pemilihan beberapa pemain mereka, yakni penjaga gawang David Raya, serta lini belakang Gabriel, William Saliba, dan Jurrien Timber, bersama gelandang Declan Rice.
Manchester City menempatkan empat wakil di tim terbaik Premier League, yaitu Nico O’Reilly, Rayan Cherki, Erling Haaland, dan Antoine Semenyo. Sementara itu, Manchester United diwakili Bruno Fernandes, dan satu nama debutan masuk tim terbaik adalah Igor Thiago dari Brentford.
Adapun tim terbaik WSL memperlihatkan pembagian yang lebih merata. Manchester City, Chelsea, dan Arsenal masing-masing menempatkan tiga pemain, sedangkan Manchester United melalui Jess Park dan Tottenham lewat Toko Koga menjadi satu-satunya wakil dari klub di luar tiga besar.
Dari sisi komposisi, tim terbaik Premier League terdiri dari David Raya, Jurrien Timber, William Saliba, Gabriel Magalhaes, Nico O’Reilly, Bruno Fernandes, Declan Rice, Rayan Cherki, Erling Haaland, Antoine Semenyo, dan Igor Thiago. Pada WSL, susunan pemain meliputi Hannah Hampton, Kerstin Casparij, Toko Koga, Ellie Carpenter, Emily Fox, Yui Hasegawa, Mariona Caldentey, Jess Park, Bunny Shaw, Alessia Russo, dan Lauren James.












