Internasional

AS genap 250 tahun: kembang api, lintasan pesawat, dan ajang sepak bola

×

AS genap 250 tahun: kembang api, lintasan pesawat, dan ajang sepak bola

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: US celebrates its 250th birthday with fireworks, flyovers and football

jurnalistik.co.id – Amerika Serikat merayakan ulang tahun ke-250 sejak Deklarasi Kemerdekaan 1776 dengan rangkaian acara nasional yang memadukan atraksi udara, kembang api, pesta warga, hingga perayaan di berbagai kota—diwarnai cuaca ekstrem yang berlangsung selama hari-hari sebelumnya.

Pada peringatan yang bertepatan dengan 4 Juli, Presiden AS Donald Trump menyampaikan pidato di National Mall, Washington, dalam sebuah acara yang sempat tertunda. Ia mengatakan, “The American dream is back,” saat kerumunan penonton bersorak menyambutnya. Pidato itu juga menyinggung tema-tema politik yang belakangan menonjol dalam kampanyenya, termasuk penolakan terhadap komunisme, legislasi “Save America Act” yang didukungnya, serta hak untuk membawa senjata.

Keterkaitan perayaan dengan agenda politik Trump menjadi sorotan. Sebagian pihak mengkritik bahwa figur presiden dibuat terlalu sentral dalam momen sejarah, serta menempatkan “Freedom 250” sebagai rangkaian yang terpisah dari acara “America 250” yang telah dibentuk melalui mekanisme parlemen. Kendati demikian, Trump menutup pidatonya dengan pernyataan yang menegaskan semangat kemerdekaan: “Long live the cause of independence,” disertai harapan agar bangsa “selalu berada di puncak” dan tidak “jatuh.”

Perayaan juga menghadirkan penjelajahan visual lewat flyover. Program hari itu mencakup atraksi udara, termasuk penerbangan satu pesawat yang memamerkan versi baru Air Force One. Namun, seluruh rangkaian di National Mall—termasuk pidato, konser, dan pertunjukan kembang api—mengalami penundaan akibat badai petir yang memaksa evakuasi pada awal sore.

Di akhir malam, kembang api menjadi penutup dengan ledakan besar yang mencapai puncak sesuai ekspektasi. Sekitar pukul 1 dini hari, pertunjukan berakhir ketika hujan ringan masih turun. Di area Capitol Hill, kerumunan yang jumlahnya relatif kecil terlihat merayakan sebelum kemudian bergerak keluar.

Sepanjang hari, wilayah ibu kota mengalami tekanan cuaca yang tidak bersahabat. Di Washington dan kawasan timur AS, suhu mencapai lebih dari 100 Fahrenheit (sekitar 37 derajat Celsius) sebagai bagian dari gelombang panas yang membuat sebagian agenda sempat digeser. Di beberapa tempat, perayaan bahkan dihentikan lebih awal karena pertimbangan keselamatan.

Gelombang panas juga berkaitan dengan gangguan infrastruktur. Hampir 750.000 pelanggan listrik dilaporkan tidak mendapat pasokan di bagian timur AS, sementara sekitar 150.000 lainnya berada di New Jersey, menurut pelacakan Power Outage. Di Michigan, perusahaan energi DTE menyebut cuaca buruk—termasuk angin lebih dari 60 mph—membuat lebih dari 350.000 rumah terdampak pemadaman. Negara bagian lain yang disebut turut mengalami dampak termasuk Pennsylvania, Illinois, Ohio, New York, dan Wisconsin.

Di luar isu cuaca, suasana politik juga tampak dalam perayaan. Sekitar 400 anggota kelompok Patriot Front terlihat membawa bendera AS dan berjalan serempak melalui jalan-jalan ibu kota. Dokumentasi video yang beredar menunjukkan mereka bergerak dekat kawasan Capitol dan Union Station. Kelompok ini disebut terbentuk pada 2017, setelah kekerasan pada acara Unite the Right di Virginia, dengan memisahkan diri dari kelompok lain.

Perayaan ke-250 tidak berhenti di Washington. Sebagai bagian dari kemeriahan bipartisan “America 250,” berbagai komunitas mengikuti agenda seperti “America’s Block Party,” termasuk pertemuan warga lokal dan penampilan musisi di sejumlah landmark. Di New York City, Ne-Yo dan Mary J Blige tampil di Times Square; sementara The Smashing Pumpkins dan Chaka Khan tampil di Los Angeles. Di Philadelphia, perayaan diiringi penampilan Christina Aguilera dan Will Smith.

Di Philadelphia—yang kerap disebut sebagai tempat lahir Amerika karena Deklarasi Kemerdekaan ditandatangani di sana—anggota parlemen berkumpul di Independence Hall untuk menandai momen pemungutan suara terkait kemerdekaan pada 1776. Sementara itu, sebuah flyover khusus juga berlangsung di atas kota tersebut menjelang laga Piala Dunia, dengan penyebutan pertandingan Prancis melawan Paraguay.

Pada sisi tradisi dan simbol sejarah, penyelenggara America 250 juga mengubur time capsule untuk dibuka 200 tahun ke depan. Benda di dalamnya disebut termasuk botol Coca-Cola, salinan Konstitusi yang ditandatangani, serta artefak dari 50 negara bagian dan wilayah AS. Di Mount Vernon, Virginia, sebuah upacara naturalisasi menerima 150 orang dari 50 negara sebagai warga negara AS; mereka menyatakan sumpah setia, termasuk komitmen untuk mematuhi dan mempertahankan Konstitusi.

Acara budaya pop ikut menyertai perayaan. New York City menggelar kontes tahunan makan hot dog yang telah menjadi tradisi sejak 1972. Joey Chestnut meraih gelar ke-18 dengan memakan 66 hot dog dalam 10 menit, sementara di kategori putri Miki Sudo menuntaskan 38 setengah hot dog untuk merebut gelar ke-12, dengan laporan yang menyebutkan hasil tersebut berdasarkan keterangan CBS, mitra pemberitaan AS dari BBC.

Sementara itu, empat mantan presiden AS yang masih hidup juga menyampaikan pesan untuk menandai milestone tersebut. Joe Biden mengingatkan bahwa Deklarasi Kemerdekaan menegaskan semua orang diciptakan setara, dan menurutnya pekerjaan dimulai saat itu—bukan selesai. Barack Obama menekankan bahwa masih ada langkah yang harus diambil agar nilai-nilai pendirian benar-benar terwujud, serta menyerukan agar setiap generasi meneruskan pekerjaan yang belum tuntas. George W. Bush menyatakan bahwa 250 tahun berikutnya menuntut warga negara untuk terlibat, bukan sekadar menjadi penonton, seraya mengajak memperhatikan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Bill Clinton juga sempat menyinggung kondisi politik AS saat ini dalam komentarnya.