Entertainment

Amelia Dimoldenberg Akhiri Chicken Shop Date, Ucap ‘time to move on’

×

Amelia Dimoldenberg Akhiri Chicken Shop Date, Ucap ‘time to move on’

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Chicken Shop Date to end as host says 'time to move on'

jurnalistik.co.id – Amelia Dimoldenberg mengumumkan bahwa Chicken Shop Date akan berakhir setelah lebih dari satu dekade menghibur penonton lewat format wawancara “kencan” yang khas.

Pengumuman ini disampaikan pada sebuah unggahan Instagram, yang kemudian beredar luas di kalangan penggemar. Dalam pengumuman itu, Dimoldenberg menegaskan bahwa semua “kencan” pada akhirnya memang harus memiliki penutup—dan ia meminta audiens bersiap menghadapi beberapa episode terakhir sebelum acara itu benar-benar dihentikan.

Dimoldenberg menyampaikan pesan itu dengan nada reflektif. Ia menulis bahwa “all good dates must come to an end”, sembari menyebut akan ada “a few final dates” sebelum acara tersebut ditutup secara resmi.

Menurutnya, ia sudah menjalankan Chicken Shop Date dalam waktu yang panjang dan membangun banyak cerita di dalamnya. Ia menggambarkan acara itu sebagai “rom-com” miliknya sendiri, lengkap dengan pengalaman kreatif yang, baginya, selalu punya kedekatan emosional.

Ia menulis: “To me the show is my very own rom-com and I have loved creating so many stories for you to watch.” Dalam lanjutan pernyataannya, ia juga menyampaikan rasa terima kasih yang panjang kepada penonton. Ia menulis: “I am so grateful to everyone who has followed me on this journey and found some joy in these episodes.”

Dimoldenberg menambahkan bahwa ia sempat tak membayangkan program itu berhenti. “I never thought I’d stop Chicken Shop Date,” tulisnya, sebelum menekankan bahwa ia justru merasa pertunjukan itu akan menjadi bagian dari hidupnya dalam jangka panjang.

Namun, ia kemudian menegaskan ada fase yang kini harus ditutup. Ia menulis: “I thought maybe it would be a part of me forever, and in some way it always will,” lalu melanjutkan dengan kalimat yang menjadi inti pengumuman. “but I feel like it’s now time to move on from this adventure and on to a new one.”

Ungkapan “time to move on” itu juga menjadi penanda perubahan arah setelah periode panjang yang sama sekali tidak singkat. Acara ini sendiri telah berjalan sejak Dimoldenberg menjadi pembawa acara pada 2014, sehingga pengumuman berakhirnya program itu menandai akhir dari perjalanan lebih dari satu dekade.

Menariknya, beberapa bulan sebelum pengumuman ini, Dimoldenberg menyatakan tidak ada rencana untuk menghentikan Chicken Shop Date. Ia bahkan sempat menyebut rencananya akan terus berjalan hingga ia bertemu “one true love”. Kini, apa yang ia kira akan bertahan lama, justru mencapai titik penutup.

Dalam keseharian Chicken Shop Date, Dimoldenberg dikenal dengan pertanyaan-pertanyaan yang cenderung “liar” namun tetap terstruktur untuk mengalirkan percakapan, termasuk jeda-jeda diam yang dibawakan dengan gaya deadpan. Format ini membuat obrolan terasa seperti suasana kencan, meski sesungguhnya yang terjadi adalah proses mengenal tamu secara lebih dekat lewat dialog.

Pengumuman penutupan ini otomatis menghadirkan pertanyaan bagi penonton: episode terakhir seperti apa yang akan menjadi penutup. Dimoldenberg menyebut penonton dapat menantikan “a few final dates”, yang berarti tidak semua elemen acara langsung berhenti begitu saja pada satu momen, melainkan ada rangkaian penutup.

Sejumlah tokoh yang menjadi narasumber dalam episode terbaru juga ikut disebut dalam laporan tersebut. Dimoldenberg pernah mewawancarai Paul McCartney, Zara Larsson, dan Conan O’Brien. Kehadiran nama-nama besar itu memperlihatkan bagaimana programnya mampu melintasi berbagai ranah—musik, hiburan, hingga figur publik lintas negara.

Dimoldenberg juga memiliki “mimpi tamu” yang disebutnya sejak lama, yaitu Drake. Karena itu, penggemar kemungkinan akan memperdebatkan apakah ia berhasil mengamankan “Drake” untuk salah satu episode penutup, mengingat antusiasme audiens yang tinggi sejak pengumuman muncul.

Respons dari komunitas kreator dan publik figur terlihat jelas lewat komentar di unggahan pengumuman tersebut. Jamie Laing, yang juga dikenal sebagai penyiar Radio 1 sekaligus podcaster, menulis: “The G.O.A.T.” Elizabeth Day—sebagai penulis dan pembawa acara—memberikan komentar dengan nada pujian: “Knowing when to stop – and leaving on such a high, after shaping the culture – is the quintessential power move.” Sementara itu, Tinie Tempah turut menyampaikan dukungan dengan kalimat singkat: “Smashed it!”

Selain membicarakan episode dan tamu, Dimoldenberg juga menyinggung akar kemunculan Chicken Shop Date. Ia pernah menjelaskan bahwa acara ini tumbuh dari rangkaian wawancara dengan seniman grime yang ia lakukan saat masih remaja untuk majalah The Cut.

Ia mengatakan: “I started Chicken Shop Date as part of a youth club, and we made a magazine, and everything I learned there, the connections I made, the mentoring I got, set me up for the career that I have today.” Dari penuturannya, program itu bukan lahir dari ruang hampa, melainkan berangkat dari komunitas dan pengalaman awal di dunia media.

Di sisi lain, ia juga tercatat vokal mendukung program pelatihan serta skema magang untuk membantu anak muda masuk ke dunia kerja. Dukungan itu muncul sebagai bagian dari pandangannya bahwa peluang tidak selalu datang secara otomatis, dan perlu ada jembatan nyata bagi generasi baru.

Meski begitu, Dimoldenberg menekankan bahwa keberhasilan Chicken Shop Date tidak datang dalam sekejap. Dalam penuturannya, ia menggambarkan proses panjang yang harus ia jalani untuk meyakinkan pihak-pihak yang relevan agar bersedia hadir sebagai narasumber.

Ia menuturkan: “Some people think it’s been, like, two years,” kemudian menjelaskan lebih jauh soal perjuangannya: “I spent so much time trying to persuade publicists, managers and talent to come on the show.” Pernyataan itu menunjukkan bahwa membangun visibilitas untuk acara yang menampilkan figur publik tidak bisa hanya mengandalkan momentum.

Ia juga menyebut konteks media sosial pada awal kemunculan acara. Dimoldenberg mengatakan bahwa pada 2014, media sosial belum dipandang sebagai tempat terbaik untuk mempromosikan album, film, atau produk terbaru seorang selebritas. Dengan perubahan lanskap media sejak saat itu, Chicken Shop Date akhirnya menemukan tempatnya di ekosistem hiburan berbasis percakapan.

Ia kemudian menjelaskan bahwa Chicken Shop Date telah berkembang hingga sejajar dengan platform besar yang selama ini menjadi rujukan selebritas untuk mendapatkan perhatian media, seperti acara bincang-bincang Graham Norton atau BBC Radio 1. Ia menyampaikan hal itu dalam wawancara bersama The Guardian pada bulan lalu.

Kini, di titik ketika program memasuki fase penutup, pesan utama dari Dimoldenberg tetap sama: ia menutup satu bab, bukan sekadar mengakhiri rutinitas. Ia menyatakan bahwa ia akan melangkah ke “a new one”, sekaligus menyiratkan bahwa penggemar akan mendapat penutup yang masih bisa dinikmati sebagai rangkaian akhir.

Dengan “a few final dates” yang dijanjikan, banyak pihak kemungkinan akan menantikan bagaimana episode-episode terakhir itu menyelesaikan perjalanan Chicken Shop Date—dari pertanyaan yang tak lazim hingga jeda-jeda khas Dimoldenberg yang selama ini menjadi bagian dari identitas acara.

Laporan ini memuat kabar tersebut pada 3 September 2026 pukul 12:12 BST, dan kemudian diperbarui tiga jam setelah penerbitannya.