Entertainment

RuPaul’s Drag Race UK memperkenalkan “Ru Generation”

×

RuPaul’s Drag Race UK memperkenalkan “Ru Generation”

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: RuPaul's Drag Race UK welcomes the "Ru Generation"

jurnalistik.co.id – Gelombang baru para queen yang tumbuh bersama Drag Race UK kini siap berhadapan di musim delapan. Mereka mengikuti jejak satu hal yang sama: harapan mendengar kata-kata ajaib RuPaul, “Condragulations, you’re a winner, baby”.

Sejak edisi Inggris memperkenalkan kontestan ke panggung kompetisi, program ini telah berjalan tujuh tahun. Perjalanan panjang itu memberi ruang bagi munculnya angkatan yang benar-benar “dibesarkan” oleh pertunjukan, dan kini dikenal sebagai “Generation Ru”.

Mereka akan bersaing memperebutkan mahkota serta hadiah uang tunai sebesar ÂŁ25,000. Di antara 12 kontestan yang terjun musim ini, Mocha melihat dirinya bagian dari kelompok yang sedang naik daun.

Mocha, queen berusia 26 tahun asal Essex, menyebut drag-nya lahir dari pengaruh Drag Race UK. “My drag has always been inspired by Drag Race because that’s why I started,” ujarnya, sebelum menambahkan keyakinan bahwa tontonan tersebut membuatnya menyadari semua minat yang dulu ia punya bisa digabung dalam satu identitas panggung.

Ia merinci bahwa ia ingin menjadi perancang busana, penyanyi, penari, sekaligus ahli rias. “I think watching Drag Race made me realise that all of these things that I grew up wanting to do – like be a fashion designer, be a singer, like be a dancer, do makeup – it’s actually all these things combined and I can be all of them at once.”

Bagi Mocha, proses menuju kompetisi bukan sekadar mengejar popularitas layar kaca. Ia menegaskan bahwa drag menuntut kecintaan dan ketekunan yang nyata. “Drag is hard and you’ve got to love it, you’ve got to have a passion for it,” katanya.

Meski Drag Race sering dipandang sebagai “hadiah” di akhir perjalanan, Mocha menempatkannya bukan sebagai tujuan utama. “Drag Race is the extra-special prize you get at the end, but it’s not the main goal in that way.”

Queen yang berbasis di London, Flesh, juga menilai dirinya “100% Generation Ru”. Flesh mengatakan ia menemukan drag melalui queen yang lebih dulu tampil di franchise Amerika, lalu dari awal ia langsung terpikat ketika mengikuti musim perdana Drag Race UK.

“And from the first season of the UK franchise I was hooked, I was a fan. It has always really been my blueprint.“ Dengan latar itu, Flesh menyusun gaya yang ia sebut sebagai “supermodel of Soho”, sambil mengembangkan identitasnya bersama sang sahabat Bones.

Bones merupakan bintang Drag Race UK Superstar yang menjadi juara pada musim sebelumnya. Flesh menyebut dirinya sempat merasa sangat gembira atas kemenangan Bones, namun di saat yang sama muncul rasa takut saat menghadapi kompetisi tahun ini.

Ia mengaku fokus pada upaya membuktikan diri, sehingga perasaan “terrified” itu datang bersamaan dengan kegembiraan. “I found drag through queens who had featured in the American franchise,” kata Flesh, sebelum mengungkap dukungan dan kedekatan yang ia bangun dalam komunitasnya.

Generasi baru, tapi biaya hidup jadi beban

Di balik antusiasme, ada kekhawatiran dari penonton: apakah panggung drag di Inggris cukup kuat untuk terus menumbuhkan musim baru yang berjalan rutin setiap tahun. Sisi ini mengemuka ketika banyak queen berlomba di berbagai tantangan Drag Race UK, namun dukungan industri lokal dipertanyakan.

Kontestan termuda pada musim delapan, Naya Thorn, terpilih ketika berusia 23 tahun. Ia merasa queen-queen baru memang bermunculan di seluruh Inggris, tetapi ia juga mengingatkan bahwa program akan mendapat manfaat bila lebih banyak karakter yang “matang” dan berwarna dari berbagai lapisan scene ikut terlibat.

Namun, Naya menyoroti kenyataan yang terasa di banyak sisi: tekanan biaya hidup. Ia berasal dari Dudley, West Midlands, dan mengaku hampir harus mundur karena biaya persiapan yang sangat menekan. “Naya, from Dudley, West Midlands, says the expense of preparing for the show almost led her to drop-out,” tulis sumber yang menjadi acuan.

Naya melanjutkan penjelasan dengan nada personal tentang dukungan yang ia perlukan di rumah. “It really upsets me that there’s a lot of people that would do well on the show and should have that platform that feel like they can’t go on because of how expensive it seems to be getting,” katanya.

Meski begitu, ia tetap memberi penegasan bahwa hambatan uang bukan alasan untuk berhenti bermimpi. “But I am here to prove to everyone, you don’t need that much money.”

Flesh yang selama lima tahun menjalankan pertunjukan drag juga melihat perubahan di ruang publik. Ia menyebut animo untuk pertunjukan langsung menurun, dan ia menduga lonjakan biaya turut memengaruhi hal tersebut.

Menurut Flesh, layar televisi tetap menarik karena menghadirkan “the joy and the power of drag from the comfort of your own home”. Namun, pengalaman itu tidak selalu sejalan dengan realitas pendapatan para performer di dunia nyata. “Expectations remain at a Drag Race level and our income and opportunities in the real world do not reflect that,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa media sosial kini menjadi “double-edged sword”. Meski platform digital penting untuk mengumumkan pertunjukan langsung, “the more you show… the less inclined people are to go”, katanya.

Flesh juga menekankan perlunya dukungan yang melampaui batas kendaraan Drag Race. Ia menutup pandangannya dengan kalimat yang tegas: “If the public aren’t willing to support drag outside of the Drag Race vehicle” then “we won’t be able to sustain Drag Race”.

Sementara itu, Paris Baby ikut berharap musim baru ini memantik perhatian lebih luas terhadap drag. Ia menyebut dirinya “UK’s British Bajan Barbie”, dan menggambarkan perjalanan musim ini sebagai pembuka arah “drag renaissance”.

Paris Baby meyakini tahun ini menjadi momen yang kuat, dan ia berharap respons dari audiens—termasuk di luar Inggris—akan sangat baik. “Hopefully we can bring a little ‘je ne sais quoi’ and reignite the interest in drag,” ucapnya.

Musim delapan dijadwalkan mulai tayang pukul 22:00 BST di BBC Three dan tersedia untuk ditonton melalui BBC iPlayer. Dengan 12 kontestan yang siap mengunci slot menuju mahkota, “Generation Ru” membawa energi baru—sementara isu biaya hidup dan cara komunitas bertahan tetap menjadi latar yang tak bisa diabaikan.