jurnalistik.co.id – Premier dunia musim kedua drama Netflix The Gentlemen berlangsung Rabu malam di London. Di acara tersebut, sejumlah bintang tetap menjaga jawaban rapat ketika spekulasi soal keterlibatan Meghan mencuat.
Tak lama setelah kabar bahwa Duchess of Sussex dikaitkan dalam pembicaraan peran di The Gentlemen beredar, publik menunggu reaksi para pemeran. Namun saat penayangan perdana seri dua digelar, Maya Jama, Hugh Bonneville, Theo James, dan deretan nama lain memilih membatasi komentar.
James, misalnya, menyebut rumor itu menarik untuk disimak namun tetap meragukan. “It’s fascinating to watch, but ultimately it’s a lot of rumour,” ujarnya kepada BBC News.
Maya Jama menegaskan posisi dirinya sebagai orang yang juga baru bergabung ke jajaran pemeran. Ia berkata, “I’d be the last person to know!”
Sementara itu, produser eksekutif acara memilih jalan tengah. Ia menyatakan tidak ingin menjawab dengan kepastian terkait kabar Meghan, tetapi menambahkan bahwa tim menantikan “more energy and surprises” yang akan hadir.
Spekulasi ini muncul ketika The Gentlemen kembali menjadi sorotan. Serial komedi laga garapan Guy Ritchie ini sempat menjadi sukses besar saat pertama kali dirilis pada 2024, lalu kini resmi mendapat lampu hijau untuk musim ketiga.
Meski begitu, pembicaraan yang disebut-sebut melibatkan Meghan masih berada pada tahap awal. Detail proses diskusi maupun kemungkinan peran yang ditawarkan belum diungkapkan.
Acara di Guildhall juga mempertemukan para pemain yang hadir dalam suasana cuaca berganti. Saat para bintang tiba, hujan gerimis yang sempat turun dikabarkan sudah reda, dan Vinnie Jones, Kaya Scodelario, Joely Richardson, serta Ray Winstone terlihat berada di lokasi.
Ketika ditanya soal laporan yang menyebut Meghan, Vinnie Jones menjawab dengan cara yang meredam ekspektasi. Ia mengaku “I’ve heard “only what you have”,” lalu menambahkan candaan, “We’ve got a lot of pretty women in this. So I’m not sure there’s room for any more.”
Scodelario juga memilih nada berhati-hati. “Way above my pay grade,” katanya, sebelum merespons spekulasi dengan jarak. Hugh Bonneville, yang juga bergabung sebagai wajah baru untuk musim dua, berkomentar ia tak memiliki informasi untuk menilai kebenarannya: “no idea”.
Jama menambahkan bahwa tak ada petunjuk khusus yang bisa ia berikan kepada Meghan, terutama karena ia pun baru menjadi bagian dari pemeran. “Oh my God, she’s a seasoned actor. I have no advice for her. She knows what she’s doing,” ungkap Jama.
Berita Terkait
Guy Ritchie, yang juga hadir di premier, tidak menyampaikan pernyataan kepada pers. Namun penulis sekaligus produser eksekutif Matthew Read berbagi pandangan tentang arah musim dua, terutama terkait antisipasi penonton terhadap sesuatu yang lebih dari sekadar lanjutan cerita.
Read menuturkan bahwa tim menginginkan kemunculan “bringing up more energy and surprises in series two and further on in the series”. Ia juga menolak memberi jawaban tegas saat ditanya soal Meghan. “I just don’t think it’s right to speculate at this stage, so I wouldn’t like to say yes or no,” katanya.
Dari sisi narasi, The Gentlemen dibangun di atas konflik yang beralih dari urusan keluarga menuju bisnis kriminal. Pada musim pertama, Eddie Halstead (diperankan Theo James) mewarisi perkebunan rumah pedesaan keluarga kaya setelah kematian ayahnya, sehingga membuat Freddy—saudara yang lebih tua—marah.
Pemilik baru itu lalu mengetahui bahwa bagian dari perkebunan ternyata digunakan untuk menanam kanabis, yang menopang kerajaan obat-obatan bawah tanah yang sangat sukses. Pada musim berikutnya, struktur kejahatan yang sama digambarkan makin meluas dari suasana Inggris pedesaan menuju wilayah Italia yang identik dengan latar danau.
Untuk musim dua, James menekankan pentingnya perkembangan cerita. “If you’re going to do it, you’ve got to make sure it’s better.” Ia menambahkan bahwa tim bekerja keras untuk memastikan dunia serial berkembang, sekaligus membuat cerita makin kompleks dan memberi ruang pada pengembangan karakter. “It was more complex, and we had more character development.”
Pernyataan itu selaras dengan pandangan Scodelario, yang memerankan Susie Glass—salah satu figur paling tangguh dan meyakinkan di serial. Susie mengelola kebun kanabis yang berada di bawah area perkebunan. “We’ve really tried to raise the stakes as much as possible,” kata Scodelario.
Ia mengakui beberapa episode berjalan ke arah yang lebih gelap, namun tetap mempertahankan elemen hiburan yang disukai penonton. “Some of the episodes take a much darker turn, but we still have the fun and the joy that everyone really liked about it.”
Bonneville, yang menyebut pengalaman masuk ke dunia serial ini tidak seragam seperti drama periode pada umumnya, juga berbicara soal dinamika proses produksi bersama Ritchie. Ia menyebut kerja sama tersebut sebagai sesuatu yang penuh kekacauan terkendali namun tetap punya tujuan yang jelas. “wonderfully chaotic, but with a great purpose in mind”.
Sebagai aktor yang sebelumnya tampil di Downton Abbey, ia kemudian melontarkan perbandingan yang bernada humor antara cerita masa itu dan realitas bawah tanah dalam The Gentlemen. “It was exactly the same world,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa masuk ke dunia aristokrasi yang bengkok justru menjadi bagian seru dari proses. “No, it was fun to enter this slightly skewed world of the perverted aristocracy up to no good,” katanya. Ia juga berujar, “I’m sure it was going on at Downton Abbey, but now the lid is lifted on what really happens in these stately homes.”
Dengan segala respons yang cenderung menahan spekulasi, fokus akhirnya kembali ke apa yang akan disajikan musim dua. The Gentlemen seri dua dijadwalkan tayang di Netflix pada 3 September.












