jurnalistik.co.id – Earl Spencer mengungkapkan bahwa ia merasakan adanya “nuansa ringan” dalam nada suara Pangeran Charles saat mereka berbicara melalui telepon setelah kematian Putri Diana. Ia menyampaikan hal itu dalam wawancara yang ditayangkan BBC.
Spencer mengatakan bahwa pada panggilan tersebut, ia merasa ada semacam “giddy tone” ketika Charles menyampaikan kabar duka terkait Diana, Putri Wales. Menurutnya, ia justru menangkap nada yang terasa kontras dengan situasi yang tengah terjadi.
Dalam percakapan dengan Laura Kuenssberg dari BBC, Earl Spencer menjelaskan bahwa ia menerima telepon dari Charles di kediamannya di Cape Town. Charles, kata Spencer, lalu menceritakan bagaimana ia menyampaikan berita duka kepada Pangeran William dan Harry di Balmoral Castle.
Spencer menuturkan pengamatannya secara langsung kepada BBC: “I felt there was a sort of giddy tone,” kata Earl Spencer. Ia menambahkan bahwa pada hari yang sama ia sudah menerima banyak panggilan dari orang-orang yang peduli dan ikut terhenyak oleh kabar tersebut.
Ia melanjutkan, “I’d had a lot of calls that day from people who cared, who were stunned… and I just felt there was a lightness in his tone about Diana’s death that really jarred with me.” Spencer menyatakan kesan “ringannya” nada itu membuatnya merasa tidak selaras dengan peristiwa wafat Diana.
BBC kemudian menyoroti respons resmi dari pihak Istana Buckingham. Menurut laporan tersebut, Buckingham Palace mengeluarkan pernyataan langka pada hari Rabu sebagai tanggapan atas klaim Earl Spencer dalam bukunya, Swan Song: Diana, My Sister, yang dijadwalkan terbit pada Selasa.
Berita Terkait
Dalam pernyataan itu, Istana Buckingham menegaskan bahwa mereka “mindful that the pain of fraternal grief can cloud reason, affect judgement and colour memory in ways others do not recognise, even many years after such a loss”. Pernyataan tersebut pada intinya menyoroti bagaimana duka persaudaraan dapat mempengaruhi cara seseorang menilai situasi serta cara memori bekerja, bahkan bertahun-tahun setelah kehilangan terjadi.
Wawancara lengkap yang memuat cerita Spencer—berjudul Princess Diana: My Sister’s Story—tersedia melalui BBC iPlayer. Program itu juga disebut akan disiarkan di BBC One pada pukul 18:30 BST pada hari Minggu.
Klaim mengenai nada suara Charles dan respons dari Buckingham Palace ini muncul seiring meningkatnya perhatian publik terhadap pernyataan-pernyataan baru dari keluarga Diana. Di tengah perbincangan tersebut, Spencer menempatkan telepon pasca-kabar kematian Diana sebagai momen yang baginya terasa “mengagetkan” karena nada yang ia dengar tidak sejalan dengan suasana duka yang ia rasakan.
Dengan latar waktu dan konteks yang disebut secara spesifik—telepon dari Cape Town, penjelasan Charles mengenai Balmoral, serta jadwal rilis buku Swan Song: Diana, My Sister pada Selasa—wawancara BBC ini menjadi bagian dari rangkaian materi yang mengaitkan kesaksian pribadi dengan respons institusional dari Istana. BBC juga menempatkan bagian penyiaran tersebut sebagai kelanjutan dari liputan terkait keluarga kerajaan dan Putri Wales.
Spencer juga menggambarkan bahwa percakapan telepon itu tidak terjadi dalam ruang hampa, melainkan pada momen-momen yang segera menyusul kabar meninggalnya Diana. Ia menempatkan dirinya sebagai penerima panggilan dari Charles di Cape Town, lalu mendengar penjelasan mengenai bagaimana kabar tersebut ia sampaikan kepada William dan Harry di Balmoral.
Melalui wawancara yang sama, BBC menekankan bahwa apa yang disampaikan Spencer bukan sekadar penuturan pribadi, tetapi bagian dari rangkaian pemberitaan yang menghubungkan kesaksian keluarga dengan klarifikasi institusional. Program berjudul Princess Diana: My Sister’s Story juga disebut dapat ditonton lewat BBC iPlayer, serta akan ditayangkan di BBC One pada pukul 18:30 BST pada Minggu.
Di sisi lain, respons resmi dari Buckingham Palace muncul sebagai tanggapan atas klaim Spencer dalam buku Swan Song: Diana, My Sister. Pernyataan Istana menggarisbawahi bahwa duka persaudaraan bisa mengaburkan penalaran, memengaruhi penilaian, dan ikut membentuk cara seseorang mengingat peristiwa, bahkan bertahun-tahun setelah kehilangan itu terjadi—sehingga klaim Spencer ikut memicu perbincangan publik yang makin luas.










