jurnalistik.co.id – Sejumlah surat kabar edisi Minggu menempatkan sorotan pada rencana penerbitan buku baru serta isu-isu yang terus memantik perdebatan publik. Di halaman depan, klaim-klaim yang menyangkut keluarga kerajaan berdampingan dengan cerita lain dari dunia olahraga, hiburan, hingga kebijakan kesehatan dan keamanan.
Pusat perhatian datang dari pemberitaan tentang memoar Earl Spencer. Beberapa headline menyoroti komentar yang dikaitkan dengan King Charles III setelah wafatnya Diana, Princess of Wales, dan menyebut adanya respons resmi dari pihak istana.
Dalam pemberitaan itu, Mail on Sunday mengangkat slogan “Gaslit by the King”. Koran tersebut menautkan kabar dengan pernyataan yang dirilis Buckingham Palace, yang menyatakan bahwa kesedihan saudara bisa “colour memory”.
Di sisi lain, Earl Spencer sendiri membantah tuduhan bahwa ia menulis memoar semata-mata demi uang. Ia juga dikutip menyatakan bahwa Diana akan “cheering from the rafters” di tengah pengumuman mengenai bukunya.
Sunday Times turut memuat perspektif yang lebih tajam. Koran ini mengutip komentar dari sejumlah teman yang tidak disebut namanya, yang menyebut Spencer sebagai “hypocrite” sekaligus “peddling Diana’s privacy”. Dalam liputan itu, Earl Spencer digambarkan sebagai pihak yang “much-married”.
Lebih jauh, gambaran visual juga ikut ditampilkan melalui kartun yang menampilkan Andrew Mountbatten-Windsor membaca buku Earl Spencer. Dalam ilustrasi tersebut, Andrew digambarkan bereaksi dengan nada ketus soal keberanian Spencer “membuat malu” pihak kerajaan.
Di halaman lain, muncul pula pembahasan yang menyasar rencana penulisan buku oleh seorang tersangka terkait kasus hilangnya Madeleine McCann. Sunday Mirror menyebut ada “fury” terkait rencana itu, menyusul pengungkapan bahwa tokoh yang dimaksud ingin menceritakan versi sendiri.
Pemberitaan menyinggung Christian Brueckner, yang pernah menjadi terpidana pemerkosa dan kemudian dibebaskan dari penjara di Jerman tahun lalu setelah menjalani hukuman untuk perkara yang tidak berkaitan. Surat kabar tersebut melaporkan bahwa ia ingin “cash in on the mystery” dengan menghadirkan sisi ceritanya.
Berita Terkait
Sementara itu, Sunday Telegraph membawa sejumlah isu politik. Koran ini mengutip pemimpin Konservatif Kemi Badenoch yang mengatakan PM “fiddles as Putin threatens to burn Europe”.
Telegraph juga menyoroti kabar mengenai Andrew Mountbatten-Windsor. Menurut laporan koran itu, ia dikatakan berada dalam kondisi “living in limbo” terkait penyelidikan kepolisian atas hubungan yang dikaitkan dengan Jeffrey Epstein, yang pernah dinyatakan bersalah sebagai pelaku kejahatan terhadap anak.
Berpindah ke dunia hiburan, headline The Sun on Sunday menyebut “Kangaroo” dalam konteks pembicaraan tentang Wayne Rooney. Koran itu menulis bahwa mantan pesepak bola yang kini menjadi komentator berada dalam “advanced talks” untuk bergabung dalam jajaran pemeran program “I’m a Celebrity Get Me Out of Here”.
Di ranah seni dan pengalaman pribadi, Observer menampilkan sorotan pada Nkechi Simms. Koran tersebut melaporkan bahwa ia menempuh “quest to retrieve her care files”, yang menjadi tema besar di halaman depan.
Sunday People menyoroti isu lain yang berkaitan dengan pengawasan produk pelangsing berbasis AI. Koran itu menyebut adanya kegagalan apotek dalam pemeriksaan pil diet yang menggunakan AI, sekaligus menampilkan gambar yang dimanipulasi dengan bantuan kecerdasan buatan untuk memperlihatkan betapa mudahnya orang “cheat BMI review”.
Dari olahraga, Daily Star menampilkan pernyataan mantan pemain Premier League Neil “Razor” Ruddock. Ia menyebut bahwa sepak bola modern “needs more hard men”, dan koran itu juga memuat foto Earl Spencer dengan caption “I’m not bitter.”
Terakhir, Sunday Express menurunkan isu keamanan publik melalui laporan tentang “flood” senjata tajam ilegal yang masuk ke Inggris. Disebutkan bahwa 2,729 bilah pisau memasuki negara itu pada paruh pertama tahun ini, dan para kampanye menyatakan jumlah tersebut mungkin hanya “the tip of the iceberg”.
Secara keseluruhan, edisi koran Minggu ini memperlihatkan bagaimana ruang opini dan narasi media beralih dari dinamika keluarga kerajaan menuju kasus kriminal dan persoalan sosial lainnya. Perpaduan antara klaim-klaim, pembelaan, serta rencana penerbitan buku membuat daftar headline terasa padat—dan, pada saat yang sama, memperpanjang perdebatan yang belum benar-benar mereda.












