jurnalistik.co.id – Zoe Backstedt tampil meyakinkan saat balapan time trial putri di Kejuaraan Dunia Jalan UCI di Montreal, dan mengunci medali perak. Atlet asal Wales berusia 21 tahun itu finis 40,11 detik di belakang juara bertahan asal Swiss, Marlen Reusser.
Backstedt melanjutkan kiprahnya dari level usia muda ke persaingan elite. Ia sebelumnya meraih gelar time trial putri kategori under-23 pada tahun lalu, namun kali ini memilih tantangan yang lebih tinggi di kelas utama Kejuaraan Dunia.
Di lomba tersebut, Backstedt memulai balapan dari urutan ketiga dari belakang. Saat tiba di garis akhir, ia mencatat waktu yang langsung menjadi tolok ukur, dengan catatan finis 5,43 detik lebih cepat dibanding Franziska Koch dari Jerman yang akhirnya meraih perunggu.
Reusser menjadi pembalap terakhir yang berlomba. Pada titik pemeriksaan awal, selisihnya terhadap Backstedt bahkan sudah melebar hingga lebih dari 10 detik. Namun pada fase berikutnya, Reusser menggenjot ritme untuk menutup jarak dan memastikan kemenangan.
Marlen Reusser mempertahankan gelar time trial Kejuaraan Dunia dengan waktu 50 menit 24,44 detik. Kemenangan itu sekaligus menambah koleksi medali emasnya di disiplin ini menjadi yang kedua, setelah keberhasilannya tahun lalu di Rwanda.
Tekanan di lintasan berangin dan teknis
Menurut laporan perlombaan, Backstedt menjalani duel yang keras pada lintasan yang berangin sekaligus menuntut teknik. Kondisi tersebut membuat setiap perubahan ritme berpengaruh besar terhadap stabilitas tenaga hingga menit-menit akhir.
Meski demikian, Backstedt tetap mampu mempertahankan performa hingga akhir dan mempertahankan posisinya di jalur podium. Hasilnya menjadi catatan penting bagi tim balap Britania Raya, karena medali Inggris di disiplin time trial putri ini hanya merupakan yang ketiga sepanjang sejarah kejuaraan dunia.
Catatan sebelumnya datang dari Emma Pooley yang pernah meraih emas pada 2010, serta menambahkan perunggu pada tahun berikutnya. Dengan perak yang diraih Backstedt di Montreal, tongkat prestasi itu kembali berlanjut untuk Inggris.
Berita Terkait
Reusser datang sebagai favorit, Backstedt membuktikan lonjakan
Reusser masuk ke Kejuaraan Dunia sebagai pembalap yang sedang berada dalam performa terbaik. Selain status juara bertahan, ia juga telah mengoleksi dua medali perak dunia serta satu perunggu di disiplin time trial.
Dari sisi Backstedt, penampilannya mencerminkan keberhasilan transisi dari prestasi usia muda ke panggung elite. Sebelum lomba ini, ia pernah menjadi juara dunia untuk kategori junior serta time trial under-23, dan kini membuktikan bahwa kemampuan tersebut bisa bersaing ketat di level tertinggi.
Di musim ini, Backstedt juga menorehkan capaian ganda di Kejuaraan Nasional Inggris. Ia meraih kemenangan baik di lomba jalan putri maupun pada nomor time trial dalam ajang tersebut.
Di Montreal, rangkaian faktor—mulai dari urutan start, dinamika penguasaan tempo, hingga perubahan jarak pada checkpoint—menggambarkan betapa kompetitifnya nomor time trial putri. Backstedt memang harus menerima perbedaan jarak 40,11 detik dari Reusser, tetapi perak yang diraih tetap menegaskan posisi kuatnya sebagai salah satu nama yang sedang naik daun di disiplin ini.
Kemenangan Reusser menutup lomba dengan waktu 50 menit 24,44 detik, sementara Backstedt mempertahankan kinerja konsisten yang cukup untuk membawa pulang medali perak. Franziska Koch melengkapi podium dengan perunggu setelah tertinggal 5,43 detik dari waktu Backstedt, mengukuhkan persaingan sengit di belakang juara.
Dalam balapan yang berlangsung di lintasan berangin, perubahan kecil pada cara mengatur ritme terbukti sangat menentukan. Stabilitas tenaga pada fase akhir menjadi pembeda antara sekadar menjaga kecepatan dan mampu finis dengan selisih yang tetap kompetitif.
Bagi Backstedt, posisi start di urutan ketiga dari belakang tidak mengurangi tekanannya. Ia tetap mampu merespons dinamika perlombaan, sementara Reusser yang tampil paling akhir sempat tertinggal jauh di titik pemeriksaan awal sebelum menutup jarak untuk memastikan kemenangan.
Perak yang dibawa pulang Backstedt sekaligus mempertegas peran time trial putri sebagai ruang akumulasi sejarah bagi Inggris. Sebelumnya, Emma Pooley pernah mencatat emas pada 2010 dan menambah perunggu setahun setelahnya, lalu pada Montreal giliran Backstedt melanjutkan rangkaian itu.









