jurnalistik.co.id – Earl Spencer menyampaikan kepada BBC bahwa ia melihat adanya kemiripan perlakuan pers terhadap Putri Diana, serta cara Harry dan Meghan kemudian disorot media.
Dalam kesempatan itu, Spencer menilai kritik pers yang ditujukan pada Diana telah “brought low”, dan ia menyebutnya sebagai sesuatu yang menyedihkan ketika gema perlakuan serupa muncul dalam kehidupan Harry dan Meghan saat ini.
Menurut Spencer, pengulangan pola itu menimbulkan kekhawatiran, bukan sekadar perbedaan liputan biasa.
Ia juga berbicara tentang pengaruh media dengan istilah “cancerous”, yang—menurut pandangannya—terlihat pada bagaimana hidup mereka dibentuk oleh sorotan yang terus berulang dari pemberitaan.
Spencer menegaskan, orang-orang seharusnya bisa belajar dari contoh yang diberikan Putri Diana.
Baginya, pembelajaran tersebut bukanlah ajakan untuk mengabaikan kabar, melainkan peringatan agar publik memahami dampak ketika kritik dan narasi media tidak berhenti.
Ia kemudian menggunakan ungkapan bahwa bagi siapa pun yang “destroyed daily” oleh pers tabloid, maka yang bekerja adalah “cancerous influence” dalam kehidupan mereka.
Di bagian lain, Spencer mengatakan ia merasa ada “pity” melihat adanya kemiripan yang ia anggap muncul kembali pada Harry dan Meghan.
Baginya, itu bukan kebetulan yang dapat dianggap wajar, melainkan semacam gema dari pola yang pernah menimpa saudarinya.
Perbandingan perlakuan media
Spencer menyebut bahwa cara Putri Diana “brought low” melalui kritik pers menjadi latar penting untuk memahami penilaiannya tentang pemberitaan terhadap pasangan Duke dan Duchess of Sussex.
Ia tidak hanya berhenti pada anggapan umum, melainkan mengarah pada kemiripan perlakuan yang, menurutnya, dapat dilihat dari cara sorotan media membentuk persepsi publik.
Dalam pandangannya, pemberitaan yang berulang dan tajam dapat membuat seseorang terus berada dalam tekanan, sampai titik yang sulit dipulihkan.
Ia lalu menempatkan Harry dan Meghan dalam konteks itu, dengan mengatakan ia melihat jejak perlakuan yang sama—seperti pantulan—dalam kehidupan keduanya.
Berita Terkait
Ungkapan “pity” yang ia gunakan menunjukkan penilaian emosionalnya, sekaligus menegaskan bahwa ia menganggap situasi tersebut layak disesalkan.
Pada saat yang sama, frasa “cancerous influence” yang ia sebutkan berfungsi sebagai penegasan atas dampak yang ia yakini merusak secara bertahap.
Spencer menggambarkan bahwa bagi yang mengalami “destroyed daily” oleh pers tabloid, pengaruh itu bukan sekadar pemberitaan, melainkan kekuatan yang merembes ke kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, ia menyarankan orang untuk mengambil pelajaran dari apa yang terjadi pada Diana.
Bagi Spencer, pelajaran tersebut terkait dengan bagaimana kritik pers dapat berubah menjadi pola yang menekan, bukan sekadar penilaian sesaat.
Jadwal wawancara di BBC
Dalam wawancara tersebut, Spencer membahas pandangannya mengenai keterkaitan pengalaman Diana dan sorotan pers terhadap Harry dan Meghan.
Wawancara lengkap bersama Laura Kuenssberg, berjudul Princess Diana: My Sister’s Story, dijadwalkan tersedia di iPlayer mulai pukul 16:00.
Acara itu juga akan tayang di BBC One pada pukul 18:30 BST pada hari Minggu.
Pada bagian penutup, Spencer menekankan gagasannya bahwa pengaruh pers tabloid dapat menjadi “cancerous influence” bagi siapa pun yang “destroyed daily” olehnya.
Ia menyampaikan pesannya sebagai ajakan agar publik tidak menganggap pola seperti itu sebagai hal yang biasa, melainkan sebagai tanda yang perlu dipahami dampaknya.
Menurutnya, melihat kembali contoh Putri Diana seharusnya menjadi titik rujukan agar kemiripan yang ia khawatirkan tidak terus berulang.
Spencer juga menempatkan perbincangan itu sebagai cara membaca hubungan antara kritik yang dilancarkan media dan bagaimana dampaknya bisa merembet menjadi tekanan berkepanjangan, bukan sekadar gelombang liputan yang lewat.
Ia menggambarkan bahwa ketika sorotan tabloid berulang dan terus menargetkan, publik dapat kehilangan batas antara pemberitaan dan narasi yang perlahan memengaruhi cara seseorang dipandang, hingga akhirnya memunculkan rasa iba seperti yang ia nyatakan ketika melihat situasi Harry dan Meghan.
Dalam penutup wawancara, penekanannya kembali pada pesan agar orang tidak menormalkan pola semacam itu, karena baginya kata “cancerous” dan gambaran “destroyed daily” merujuk pada pengaruh yang dirasakan dalam keseharian, sebagaimana contoh yang ia hubungkan dengan Putri Diana.












