jurnalistik.co.id – Earl Spencer membantah kritik yang muncul setelah memoarnya mengenai Putri Diana disorot karena memuat sejumlah pernyataan yang menyinggung Raja Charles. Dalam wawancara dengan Laura Kuenssberg di BBC, ia menyatakan bahwa penulisannya adalah bentuk âduty…as an eyewitness to historyâ dan berupaya menuliskan hal-hal yang menurutnya benar.
Wawancara tersebut dipaparkan menjelang rilis memoar di hari Selasa, tepat ketika kabar di media memicu respons dari pihak istana. Spencer juga mengatakan ia ingin âto put things down once and for all that were trueâ, merujuk pada materi yang ia sampaikan lewat buku berjudul Swan Song: Diana, My Sister.
Awal malam ketika Diana meninggal
Spencer menceritakan bahwa ia berada di Afrika Selatan saat Diana meninggal dunia akibat kecelakaan mobil di Paris pada dini hari 31 Agustus 1997, bersama Dodi Fayed dan pengemudi mobil. Ia menyebut mendapat telepon di tengah malam dari kakaknya, Lady Jane Fellowes, yang mengatakan Diana mengalami kecelakaan namun âitâs not too seriousâ.
Menurut Spencer, panggilan berikutnya berubah semakin mengkhawatirkan. Ia mengatakan, âAnd then my sister Jane said, âI’m afraid she’s died.’ It started… as a little prang, and then it became a broken leg, perhaps a head injury, and then death.â
Nada Charles saat kabar disampaikan
Ia juga menggambarkan jam-jam setelah berita itu. Spencer mengatakan ia mendapat telepon dari Pangeran Charles di rumahnya di Cape Town, saat Charles menjelaskan bagaimana ia menyampaikan kabar kepada Pangeran William dan Pangeran Harry di Balmoral Castle.
Spencer menyatakan ia merasakan âa sort of giddy toneâ. Ia menjelaskan, âI’d had a lot of calls that day from people who cared, who were stunned… and I just felt there was a lightness in his tone about Diana’s death that really jarred with me.â
Dalam bukunya, Spencer membandingkan nada Charles seperti âlottery winnerâ. Ia mengatakan ia menduga reaksi sang pangeran berkaitan dengan kemungkinan peristiwa itu membuatnya bebas untuk menikahi Camilla, calon istrinya yang kelak menjadi Ratu Camilla.
Ketika Kuenssberg menanyakan apakah ia bisa memastikan itu pemikiran Charles, Spencer menjawab, âI cannot be sure, I’m saying that’s what I assume from the tone is a possibility.â
Klaim soal prosesi pemakaman dan respons istana
Spencer menuturkan bahwa ia berdiskusi dengan seorang pejabat istana terkait pengaturan pemakaman. Ia mengatakan pejabat itu menyampaikan bahwa William dan Harry akan berjalan di belakang peti ibunda mereka.
Spencer menyebut ia tidak setuju. Ia mengatakan ia menyampaikan kepada pejabat tersebut bahwa itu bukan yang menurutnya Diana inginkan, sebelum pembicaraan berakhir.
Tak lama setelahnya, ia mengatakan menerima telepon dari Pangeran Charles yang menanyakan penentangannya. Spencer mengutip percakapan itu: âI said, ‘Well, of course not, sir, she wouldn’t want it’. And then he said, ‘Well, I walked behind Lord Mountbatten’s coffin.’ And I said, ‘Yes, but you were 30 and he wasn’t your mother’.â
Spencer juga mengklaim Charles bereaksi dengan emosi. Ia menyatakan Charles âballistic… and ranted for a whileâ mengenai pandangannya bahwa âSpencer’s sense of dutyâ tidak cukup memadai, sebelum akhirnya berkata, âWe’ll forget her [Diana] soon enoughâ.
Spencer kemudian mengatakan ia sangat terkejut. Ia menuturkan, âI really was so stunned and after a stunned silence I said ‘I can not believe you just said that’ and I hung up on himâ, saat sesi wawancara di kediamannya, Althorp.
Atas cerita tersebut, Buckingham Palace menyampaikan respons yang isinya menolak klaim dalam memoar. Istana menyatakan bahwa Raja Charles âwas mindful that the pain of fraternal grief can cloud reason, affect judgement and colour memory in ways others do not recognise, even many years after such a lossâ.
Pembelaan Spencer terhadap kutipan âkata-kata persisâ
Menjawab pernyataan istana, Spencer mengatakan, âI can tell you here and now, those are exactly the words he said.â Ia juga menegaskan ia hanya pernah mendapat dua panggilan dengan Pangeran Charles sepanjang hidupnya.
Spencer menyebut ia âwas hyper-alert to what he was sayingâ dan menyatakan kata-kata itu sesuai yang ia dengar. Ia menambahkan, âGenuinely, that is what he said. ‘I don’t hear him saying he didn’t say that.â
Ia mengatakan ia juga menyampaikan informasi itu kepada âclose friends and familyâ. Saat Kuenssberg menanyakan apakah publik seharusnya mempercayai dirinya atau Raja, Spencer menjawab, âWell, I’m telling the truth… what else would have made me hang up on the King that day?â
Spencer juga menanggapi kemungkinan Pangeran William dan Harry memandang klaim yang muncul kembali nyaris tiga dekade kemudian. Ia menyebut frasa, âwill not be a surpriseâ bagi kedua bersaudara itu.
Ia menambahkan bahwa pidato pemakaman yang terkenalâdi mana ia mengatakan kualitas Diana tidak akan pernah âextinguished from our mindsââmenurutnya merupakan âa direct rebuttalâ terhadap komentar yang ia kaitkan dengan Charles.
Alasan menulis: âduty… as an eyewitnessâ dan batas yang ia pilih
Berita Terkait
Spencer menyebut motivasinya menulis buku sebagai âduty… as an eyewitness to historyâ serta karena ia merasa berada di âfinal season of my lifeâ ketika orang tuanya meninggal dunia di usia enam puluhan. Ia mengatakan ia ingin âput things down once and for all that were trueâ.
Ia juga menegaskan, âThis is not a threat, it’s just a fact, I know lots of things about the King which I chose not to include in the book because they were not relevant.â
Ketika ditantang tentang kesan ancaman, ia menjawab, âNo, not at all a threat, it’s just the reality.â
Kuenssberg menanyakan mengapa Spencer memasukkan kisah percakapan ketika Diana mengatakan Charles sedang jatuh cinta pada ajudan atau valet-nyaâklaim yang menurut Spencer dinilai tidak mungkin. Spencer menjawab bahwa konteksnya adalah pembicaraan ketika Diana menyampaikan bahwa pernikahannya sudah berakhir.
Ia menyatakan, âIt’s in the context of a conversation where Diana is telling me that her marriage is over,â lalu menyebut buku itu sebagai penghormatan kakak kepada adiknya: âIt’s a brother’s tribute, a loving tribute to a sister.â
Spencer juga menyebut Swan Song sebagai âsign offâ dan âfinal wordâ. Ia menyatakan, âI’m not here to bang on about Diana, this is my final word, celebration of her, and I will step off into the sunset now and not be available for comment.â
Kekhawatiran soal keamanan Harry dan Meghan
Spencer menyinggung perlakuan media terhadap Pangeran Harry dan Meghan, serta menyatakan ia enggan membahas secara detail. Namun ia mengungkap kekhawatiran terkait keamanan Harry.
Ia mengatakan, âI would say that I personally worry about the fifth-in-line to the throne who’s served in the military not having any police protection.â Ia menambahkan bahwa sebagai paman yang melihat adiknya meninggal dalam keadaan yang menurutnya sangat dapat dicegah, ia cenderung âveer towards protectionâ.
Disebutkan bahwa komite yang mengurus pengamanan kerajaan dan VIP, dikenal sebagai Ravec, akan meninjau ulang tingkat perlindungan polisi untuk Harry dan Meghan setelah keduanya dan kedua anak mereka menjadi penduduk penuh waktu di Inggris, bukan sekadar tamu.
Dalam bagian lain, Spencer juga mengatakan ia melihat âechoes of that nowâ dalam situasi saat iniâsebagai kemiripan dengan bagaimana Diana sempat âreally brought low by all that criticismâ.
Harapan agar William dan Harry menyelesaikan perbedaan
Spencer menyatakan ia tidak mengambil pihak. Ia mengatakan ia âon my deceased sister’s sons’ side, both of themâ dan jika salah satu dari mereka menginginkan bantuan, ia akan hadir untuk keduanya.
Ia juga menegaskan ia tidak terlibat dalam kubu mana pun, kecuali sebagai figur âbenignâ yang berharap. Spencer menyebut ada âa lot of reasons on both sidesâ mengapa hubungan dua bersaudara itu sampai pada tahap seperti sekarang.
Ia menambahkan, âI hope one day it’s resolved,â namun ia mengaku tidak mengetahui detail yang lebih halus, sehingga ia merasa akan bersifat mengganggu bila melangkah lebih jauh selain menyatakan bahwa seorang ibu tentu ingin dua putranya bahagia dan saling menyayangi.
Hubungan dengan wawancara Panorama dan keputusan 2021
Kuenssberg menanyakan kemungkinan kaitan wawancara BBC Panorama tahun 1995 dengan jurnalis Martin Bashir terhadap situasi menjelang kematian Diana. Ia menyinggung bahwa setelah tayangan tersebut, Diana mengaku memiliki hubungan di luar nikah dan menyinggung perasaan tidak berharga akibat urusan Charles dengan Camilla Parker Bowles.
Spencer menyebut ia membuat âa connectionâ antara kecelakaan dan wawancara Panorama. Ia mengatakan bahwa laporan 2021 menemukan Bashir bertindak dengan cara âdeceitfulâ, termasuk membuat pernyataan palsu lewat rekening bank tiruan yang seolah menunjukkan adanya pembayaran untuk menjaga Diana tetap dalam pengawasan.
Spencer menyebut bahwa cara tersebut membuat baik dirinya maupun Diana menjadi âconnedâ. Ia juga mengatakan, âPeople said, ‘Oh, she was paranoid,’. She wasn’t paranoid. She was convinced that she couldn’t trust people because the evidence was there. And, you know, I think that left her vulnerable that night.â
BBC dan Bashir meminta maaf kepada Raja Charles, Spencer, serta Pangeran William dan Harry setelah laporan 2021 diterbitkan. Dalam pernyataan Tim Davie, BBC menyampaikan bahwa proses pengamanan wawancara dinilai tidak memenuhi standar yang seharusnya diterima audiens.
Pandangan soal monarki modern
Spencer juga menyampaikan dukungannya terhadap monarki, tetapi dengan preferensi pada bentuk yang lebih modern. Ia mengatakan ia âall for a monarchy, but I like a modern monarchyâ.
Ia menyebut protokol yang âjarringâ dalam penggambaran monarki dengan istilah yang sangat mengabdi. Ia berujar, âYou know, you mentioned the statement earlier, ‘His Majesty says’, I just don’t think it’s healthy for a human being to be seen in such archaic, servile terms.â
Ketika ditanya apakah ia mendukung bentuk monarki ini setelah memoar yang baru ia tulis, Spencer menyatakan âI doâ. Ia menambahkan bahwa dalam buku tersebut ia tidak membahas Raja Charles sebagai figur monarki, melainkan menggambarkan situasi â30-odd years agoâ dan apa yang terjadi pada masa itu.
Spencer menyampaikan juga bahwa Kuenssberg akan menyuguhkan wawancara penuh di BBC iPlayer dan akan disiarkan di BBC One pada pukul 18:30 BST pada hari Minggu.











