jurnalistik.co.id – Sehari setelah beberapa kutipan dari buku Earl Spencer, sejumlah surat kabar Inggris kembali menyoroti serangkaian tuduhan baru dalam “perseteruan kerajaan” yang mereka kaitkan dengan King Charles dan pihak keluarga Diana, saudara kandungnya.
Fokus utama pemberitaan pada edisi hari itu adalah petikan yang, menurut media, telah beredar setelah Daily Mail menampilkan kutipan eksklusif dari memoir Earl Spencer yang akan datang.
Di tengah sorotan itu, Daily Star memilih judul yang menempatkan “Giddy King” sebagai gambaran tentang reaksi King Charles. Surat kabar tersebut mengklaim bahwa dalam buku Earl Spencer, Charles disebut “giddily elated like a lottery winner” ketika ia menerima telepon terkait kematian Diana.
Namun, klaim-klaim dalam buku itu langsung dihadapkan pada penyangkalan. Istana Buckingham, menurut pemberitaan, secara tegas mendorong kembali soal kredibilitas buku tersebut. Salah satu pernyataan yang dikutip menyebut: “His Majesty is mindful that the pain of fraternal grief can cloud reason, affect judgment and colour memory in ways others do not recognise, even many years after such a loss.”
Daily Mirror menyoroti perkembangan yang disebutnya sebagai “war of words” sekaligus “Earl’s astonishing claims” setelah cuplikan dipublikasikan. Dalam memoar tersebut, Earl Spencer—sebagaimana diberitakan Mirror—menyebut bahwa Diana mempertimbangkan untuk mengakhiri hidupnya, tetapi ia menegaskan bahwa “her love for her sons stopped her”.
Sementara itu, Daily Mail yang memuat kutipan eksklusif dari memoir Earl Spencer menggambarkan isi buku tersebut memunculkan rangkaian konflik kata-kata yang tajam. Surat kabar itu menyebut buku Swan Song: Diana, My Sister “so raw and revealing” dan mengklaim buku tersebut “sparked a bitter war of words” antara King dan saudara Diana, Earl Spencer.
Dalam bingkai tuduhan Daily Mail, ada pula klaim bahwa almarhum Ratu “dramatically offered to restore Princess Diana’s royal title on the day of her funeral”, sesuai yang disebut dalam buku Earl Spencer.
Daily Express juga ikut memberi ruang pada pembelaan terhadap Charles. Menurut koran ini, mantan kepala komunikasi King—yang diberitakan sebagai figur yang pernah mendampingi Charles saat masih Pangeran—menyatakan bahwa pada saat itu ia “was absolutely emphatic that we were to respect Diana’s memory”, sebagaimana tercantum dalam pemberitaan Express.
Berita Terkait
Pemberitaan berikutnya datang dari The Times yang juga menempatkan judul terkait klaim Earl Spencer. Salah satu bagian yang disebut The Times adalah pernyataan yang mengarah pada penilaian reaksi King Charles terhadap kematian Diana, yang—menurut surat kabar tersebut—digambarkan dengan pemikiran: “how this event might free him to marry the woman he loved”.
Surat kabar i melaporkan bahwa Istana Buckingham berada dalam posisi “on the defensive”, dan menilai tuduhan terbaru berpotensi “escalate the row”. Sementara itu, The Sun menyoroti pertanyaan tentang waktu dan motif serangan Earl Spencer terhadap raja, dengan mempertanyakan: “why is he doing this to the King now?”
Menurut The Sun, orang dalam kerajaan mempertanyakan “motives of Earl Spencer’s vicious attack on the King”. Lebih lanjut, koran tersebut mengutip seorang sumber yang mengatakan bahwa “grief-stricken Charles fought for his ex-wife to have a royal funeral”.
Gaya pemberitaan Metro tampil kontras dengan kemasan yang lebih ringan: koran itu mengutip semboyan “It’s keep calm and carry on” saat pembaca melihat foto Kate, Princess of Wales, yang disebut sedang bermain shinty dalam perjalanan ke Skotlandia bersama Prince William. Di waktu yang sama, Metro juga menulis bahwa Charles, 77 tahun, sedang menjadi tuan rumah sebuah pertemuan bertema AI.
Di luar rangkaian berita keluarga kerajaan, beberapa surat kabar lain mengangkat isu ekonomi dan kebijakan. Daily Telegraph, misalnya, menulis bahwa pengelola pariwisata memberi peringatan kepada pemilik rumah liburan agar bersiap menjual properti jika rencana pemerintah mengenakan pajak pada sewa wisata sebagai rumah kedua, bukan sebagai bisnis.
Telegraph juga menyebut bahwa Partai Buruh sedang mempertimbangkan rencana tersebut menjelang Budget bulan depan. Finansial Times, melalui pemberitaannya, menyinggung peringatan Bank of England bahwa suku bunga berpotensi naik selama krisis energi di Timur Tengah.
The Independent memimpin dengan foto Nicholas Brandram. Keluarganya, sebagaimana dilaporkan, menegaskan bahwa ia bukan sosok yang disebut “Putney pusher” dan menyalahkan Metropolitan Police atas kematiannya. Surat kabar ini juga memberitakan rencana Reform UK untuk “tax breaks for crypto investors”.
Di bagian lain, Guardian melaporkan pernyataan Perdana Menteri Inggris yang menurut koran itu menegaskan Inggris harus sepenuhnya berkomitmen mencapai target net zero pada 2050. Guardian menggambarkan komentar Burnham sebagai “strongest yet on the issue”.












