jurnalistik.co.id – Pengumuman album soundtrack GTA 6 kembali menghidupkan perdebatan lama soal keputusan Rockstar untuk merilis gamenya dalam format digital-only.
Rockstar Games menyatakan akan merilis kompilasi soundtrack berisi 34 lagu pada hari yang sama dengan rilis video game yang sangat dinantikan. Album tersebut diumumkan hadir dalam versi CD dan vinyl, sementara isu rilis tanpa piringan fisik untuk gamenya sendiri masih menjadi bahan diskusi.
Dalam pengumuman tersebut, Rockstar menyebut daftar musisinya memuat karya dari “genre-defying roster of the most exciting artists in the world”. Sejumlah nama yang disebut termasuk rapper Travis Scott, penyanyi country Morgan Wallen, serta musisi asal Inggris PinkPantheress.
Bagian awal dari rilis soundtrack juga sudah lebih dulu dibagikan. Enam lagu pertama yang dipublikasikan saat pengumuman memuat rapper Yung Lean, DJ Inggris Fred Again, dan Rolling Stone Keith Richards.
Meski begitu, sejumlah penggemar menyoroti “irony” yang muncul ketika versi fisik justru diterbitkan untuk album soundtrack setelah keputusan terkait game yang sebelumnya dipilih menjadi digital-only. Perdebatan itu kembali mengemuka, terutama karena keduanya dipandang sebagai bagian dari ekosistem rilisan yang saling terkait.
Di dalam waralaba GTA, musik tidak berdiri sebagai elemen tunggal. Permainan ini dikenal memiliki beberapa stasiun radio dengan tema genre tertentu, sehingga pemain dapat berganti saluran saat berkendara. Rockstar juga pernah menyampaikan bahwa GTA 6 akan membawa “dynamic score” serta “evolution of in-game radio”.
Catatan lain yang turut melengkapi konteks adalah pola soundtrack seri GTA pada masa lalu. Sebagian besar komposisinya menggunakan musik berlisensi dari musisi yang sudah mapan, namun tetap ada ruang bagi lagu-lagu orisinal yang ikut dimasukkan.
Musik GTA yang mengangkat popularitas artis
Berita Terkait
Keberadaan lagu dalam sebuah game GTA kerap dipandang mampu membuka audiens baru bagi artis. Contohnya, data Spotify menunjukkan lagu Tom Petty, “Love is a Long Road”, yang dipakai dalam trailer pertama GTA 6, mengalami lonjakan sebesar 36,979% setelah klip tersebut dipublikasikan.
Lonjakan serupa disebut juga terjadi pada “Hot Together” oleh The Pointer Sisters, yang menjadi pengiring trailer kedua. Sementara itu, koleksi lagu yang dipakai pada “Extended Look” baru-baru ini di Netflix juga dikabarkan menarik pendengar baru dalam minggu setelah acara tersebut tayang.
Menurut laporan dari publikasi musik dan gim MusicEXP, lagu “But I Think It’s a Dream” yang dirilis pada tahun 1980 oleh Captain & Tennille mencatat kenaikan paling menonjol. Spotify mencatat perubahan dari 70 streaming dalam satu minggu menjadi 80,744. Di sisi lain, “Devil Woman” oleh Cliff Richard disebut sudah menembus lebih dari satu juta streaming, sedangkan “Cars and Girls” dari Prefab Sprout melonjak dari 49K menjadi 187K streaming mingguan tambahan.
MusicEXP juga mencatat adanya peningkatan aktivitas di aplikasi deteksi musik Shazam pada lagu-lagu yang tampil dalam siaran berdurasi 26 menit. Pola respons seperti ini dianggap sejalan dengan cara konsumen menemukan dan mencari tahu lagu ketika ditampilkan dalam tayangan terkait.
Penolakan sebagian musisi terhadap penggunaan musik
Di tengah sorotan soal rilisan fisik dan digital, ada pula catatan bahwa tidak semua artis bersedia memberi izin musiknya dipakai dalam game. Martyn Ware dari band synth pop Heaven 17, misalnya, menegur Rockstar di media sosial dengan mengklaim perusahaan menawarkan “pitiful” deal untuk memakai lagu hit 1983 berjudul “Temptation”.
GTA 6 sendiri diperkirakan akan menjadi salah satu rilis hiburan terbesar di era modern. Game ini ditargetkan rilis pada 19 November, dan pendahulunya, GTA 5, tercatat memecahkan rekor saat rilis pada 2013 serta telah terjual lebih dari 200 juta kopi sejak saat itu.
Untuk promosi, dua trailer resmi GTA 6 disebut mengumpulkan hampir 500 juta penayangan secara gabungan di YouTube. Adapun “extended look” di Netflix dilaporkan menempati puncak tangga streamer, meski sebelum rilis muncul sejumlah kebocoran yang melanda periode menjelang tayangnya.
Sementara itu, Rockstar juga disebut tengah terlibat dalam sidang employment tribunal di Skotlandia untuk membela diri terhadap tuduhan bahwa perusahaan memecat secara ilegal sekelompok mantan karyawan yang berupaya membentuk serikat pekerja. Perusahaan membantah tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa pemutusan kerja dilakukan dengan alasan pelanggaran berat (gross misconduct).












