Entertainment

Robert Kraft: Ed Sheeran Minta Donasi US$2 Juta untuk Bantuan setelah Polemik Macklemore

×

Robert Kraft: Ed Sheeran Minta Donasi US$2 Juta untuk Bantuan setelah Polemik Macklemore

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Robert Kraft says Ed Sheeran asked him to donate $2m to aid after Macklemore backlash

jurnalistik.co.id – Robert Kraft mengungkap bahwa Ed Sheeran meneleponnya dan meminta komitmen donasi sebesar 2 juta dolar AS untuk bantuan di kawasan tersebut, menyusul polemik yang melibatkan Macklemore. Kraft menyatakan permintaan itu muncul setelah Macklemore sebelumnya menantang dia untuk menyamai donasi 1 juta dolar AS.

Kontroversi bermula ketika Kraft, pemilik New England Patriots dan juga pengelola venue Gillette Stadium, memutuskan Macklemore dicabut dari posisi pengisi pembuka tur Ed Sheeran. Keputusan itu diumumkan Kraft lewat pernyataan kedua pada minggu ini, setelah situasi memanas di tengah sorotan publik.

Pada Senin, Kraft menyampaikan bahwa Macklemore tidak lagi menjadi opening act di tur Loop Tour milik Sheeran yang dijadwalkan berlangsung di Gillette Stadium dekat Boston. Kraft menilai rapper tersebut melakukan “hate speech”, dan menyebut penyingkiran itu sebagai langkah yang diambil demi venue agar tidak menjadi ruang untuk ujaran kebencian.

Menanggapi keputusan tersebut, Sheeran mengatakan bahwa keputusan untuk mencabut Macklemore bukan berasal dari dirinya. Sheeran menyatakan bahwa pihak promotor yang membuat langkah itu, serta memilih untuk tidak terlibat dalam debat publik terkait Gaza.

Rabu, Macklemore kemudian menaikkan tensi diskusi dengan menyatakan rencana donasi 1 juta dolar AS untuk organisasi-organisasi Palestina. Dalam pernyataannya, Macklemore menantang Kraft agar menandingi jumlah tersebut, sehingga memunculkan dorongan baru untuk menutup jarak perbedaan langkah di depan publik.

Dalam pernyataan yang juga disampaikan atas nama Gillette Stadium, Kraft—yang berusia 85 tahun—menjelaskan percakapan dengan Sheeran. Kraft menyatakan: “Earlier today, before Macklemore challenged me to match his donation, Ed called me and asked me to commit $2 million to match his donation to aid in the region to fight this humanitarian crisis.”

Masih dalam keterangan yang sama, Kraft menambahkan: “Ed now plans to reach out to other venue owners and our goal is to continue to work together to build bridges.” Menurut penjelasan itu, Sheeran berniat menghubungi pemilik venue lain, sementara tujuan yang ingin dibangun adalah “jembatan” antar pihak.

Kraft juga mengisyaratkan bahwa dukungan bagi warga Palestina bukanlah hal yang baru baginya. Ia menyebut bahwa ia telah lama “supported efforts that create opportunity for Palestinians”. Di sisi lain, Kraft menyatakan ia berupaya membawa “young Palestinians and Israelis together to build businesses, create jobs, and forge relationships”.

Pernyataan Kraft ditutup dengan kalimat reflektif mengenai nilai perlindungan terhadap nyawa. Ia berkata: “I have dedicated much of my life to building bridges between all people,” lalu menambahkan, “I believe deeply that all lives are worth protecting.”

Saat publik menyoroti apakah Kraft menggalang pemilik stadion lain untuk melarang Macklemore, Kraft tidak menyebut secara rinci langkah tersebut. Namun, Macklemore sendiri, yang memiliki nama asli Benjamin Haggerty, sebelumnya menampilkan seruan “free Palestine” dan memperlihatkan gambar kehancuran di Gaza selama dua penampilannya bersama Ed Sheeran di New Jersey pada awal bulan ini.

Menurut jadwal yang disebutkan, Macklemore dicabut pada Senin, hanya beberapa hari sebelum tur itu dijadwalkan kembali bergulir di Philadelphia, Pennsylvania, pada Sabtu. Keputusan tersebut memicu respons berlapis, terutama dari dukungan para pengisi pembuka lain.

Sheeran juga berusaha memisahkan dirinya dari keputusan pencabutan Macklemore. Ia menyatakan pada Selasa bahwa dirinya tidak bertanggung jawab atas penghilangan Macklemore sebagai opening act dalam tur.

Alasan Kraft dan bantahan Macklemore

Kraft, yang disebut beragama Yahudi, menegaskan pada Senin bahwa ia mengambil keputusan untuk menghalangi Macklemore tampil di Gillette Stadium karena venue tersebut tidak ingin “provide a platform for hate speech”. Ia mengaitkan tuduhannya dengan keberadaan “a broader history of antisemitic rhetoric” pada diri Macklemore, sementara Macklemore membantah tuduhan itu.

Dalam versi Kraft, rapper pro-Palestina itu dinilai “only sharing selective information and ignoring the actions of Hamas”. Macklemore menolak pandangan tersebut, dan perbedaan klaim ini kemudian turut menguatkan pembahasan di media dan ruang publik.

Di saat yang sama, seluruh pengisi pembuka lain dari tur AS Sheeran diketahui keluar dari lineup sebagai bentuk solidaritas pada Macklemore. Mereka meliputi Finneas, yakni saudara dari Billie Eilish, kemudian Aaron Rowe, serta band Lukas Graham, selain Irish folk band Beoga.

Keempat nama tersebut disebut ikut bergabung dalam penampilan di atas panggung setiap malam bersama Sheeran. Namun, setelah Macklemore disingkirkan, keputusan untuk menarik diri menjadi bagian dari eskalasi protes yang terkait dengan pandangan tentang kebebasan berekspresi.

Macklemore menyampaikan bahwa pencabutan namanya dari tur dianggap menciptakan efek menggigil terhadap kebebasan berbicara. Ia juga mengumumkan bahwa ia akan menyumbangkan seluruh 1 juta dolar AS dari “net earnings” yang diperolehnya dari Loop Tour.

Dalam rencananya, dana itu akan disalurkan kepada enam organisasi Palestina. Macklemore menuliskan: “to bring the conversation back to where it belongs: to the Palestinian people.” Ia juga menyatakan, “This is a manmade injustice, and I believe it requires immediate political change,” melalui unggahan di media sosial.

Di tengah rangkaian pernyataan tersebut, Kraft kini mengaitkan responsnya dengan permintaan Ed Sheeran untuk menyamai jumlah donasi dan menempatkan tujuan pada bantuan kemanusiaan. Sementara itu, Sheeran tetap menegaskan bahwa ia tidak ingin terjebak pada debat publik yang melebar.