Internasional

Uganda akhirnya bergabung di Invictus Games Pangeran Harry setelah Raja memberi kepastian

×

Uganda akhirnya bergabung di Invictus Games Pangeran Harry setelah Raja memberi kepastian

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Uganda will now take part in Harry's Invictus Games after King's reassurance

jurnalistik.co.id – Uganda memastikan akan kembali mengambil bagian dalam Invictus Games yang digagas Pangeran Harry. Langkah itu menyusul kepastian yang disampaikan pihak istana setelah adanya pembicaraan telepon dari Buckingham Palace.

Menurut konfirmasi para pemimpin militer Uganda, keputusan tersebut merupakan perubahan sikap setelah pekan lalu mereka sempat menyatakan ingin menarik diri dari ajang bagi veteran yang mengalami luka. Mereka menilai pergantian keputusan itu terkait dukungan yang diberikan Istana kepada rencana keterlibatan Uganda.

Di dalam penjelasan resmi militer Uganda, disebutkan bahwa komunikasi terjadi melalui Sir Clive Alderton, yang merupakan principal private secretary Raja. Dalam percakapan tersebut, Sir Clive menyampaikan bahwa Raja tidak memiliki keberatan atas partisipasi Uganda dalam permainan olahraga itu.

Raja disebut menyatakan ā€œno problemā€ terkait keikutsertaan Uganda. Dukungan tersebut dipandang sebagai sinyal positif dari Buckingham Palace, yang akan membantu Pangeran Harry dalam agenda olahraga bagi prajurit dan tenaga layanan yang terluka.

Sebelumnya, keterlibatan Uganda sempat tampak berada di ujung kegagalan. Situasinya dikaitkan dengan dampak dari surat yang dikirim pihak istana, yang menjelaskan status Pangeran Harry dan Meghan sebagai kerabat kerajaan non-pekerja (non-working royals).

Surat tersebut menegaskan bahwa Harry dan Meghan adalah warga negara privat dan tidak dapat menjalankan penugasan resmi kerajaan. Dalam konteks itulah, rencana Uganda sempat dinilai bisa terdampak oleh kekhawatiran hubungan dan dukungan dari pihak istana.

Jenderal Muhoozi Kainerugaba, yang menjadi panglima militer Uganda, menyebut penarikan diri dilakukan agar tidak terlihat sebagai sikap yang menentang Raja. Ia menyatakan penarikan itu dilakukan ā€œ not to be construed as being opposed to His Majesty King Charles III ā€.

Setelah narasi awal itu, muncul keterangan tambahan bahwa pembicaraan pribadi antara Sir Clive Alderton dan Jenderal Kainerugaba akhirnya meredakan kekhawatiran. Kekhawatiran tersebut berkaitan dengan kemungkinan Raja tidak mendukung Uganda untuk ikut dalam Invictus Games yang akan digelar di Birmingham tahun depan.

Juru bicara militer Uganda menyebut Sir Clive ā€œencouraged the CDF [Chief of Defence Forces] to proceed with preparationsā€ untuk melanjutkan persiapan. Dalam percakapan telepon, Jenderal Kainerugaba juga dinyatakan menerima pesan Raja dan kejelasan dari Buckingham Palace.

Militer Uganda melaporkan bahwa Jenderal Kainerugaba ā€œappreciated the King’s message and clarity provided by Buckingham Palace on the subject,ā€ serta menjanjikan UPDF akan melanjutkan persiapan ā€œpromising that the UPDF [Ugandan People’s Defence Force] would resume preparations to participate in the upcoming gamesā€.

Meski demikian, keterangan resmi juga menyisakan satu bagian yang belum sepenuhnya jelas. Belum diketahui apakah pihak istana yang memulai perubahan rencana dengan menghubungi pihak Uganda, atau justru pihak Uganda yang lebih dulu mengontak Buckingham Palace untuk menanyakan pandangan mereka.

Jenderal Muhoozi Kainerugaba sendiri adalah putra Presiden Uganda. Ia mengumumkan niat menarik diri dari ajang tersebut pada hari Rabu pekan lalu melalui unggahan di media sosial X.

Dalam pengumuman itu, ia menegaskan prinsip bahwa partisipasi perlu menunggu persetujuan Raja. Ia menyatakan, ā€œWe shall not participate in anything that does not have His Majesty’s approval,ā€.

Dengan adanya kepastian yang kemudian disampaikan, persetujuan yang dimaksud kini disebut telah tersedia. Keputusan ini sekaligus menutup kemungkinan konflik yang sempat terbentuk di tengah penantian status dan arahan dari pihak istana.

Uganda pada awalnya hanya diumumkan sebagai peserta Invictus Games pada bulan Juli. Karena perubahan yang terjadi di pertengahan waktu, langkah terbaru ini menjadi penegasan ulang bahwa Uganda akan melanjutkan peran mereka dalam ajang tersebut.

Perubahan keputusan itu juga disebut mengakhiri serangkaian polemik yang sebelumnya terkait dengan surat Istana tentang status Sussexes. Surat itu mempertegas bahwa Pangeran Harry dan Meghan merupakan private citizens yang tidak dapat menjalankan tugas kerajaan secara resmi, sehingga menimbulkan kesan ketegangan ketika keduanya menyesuaikan diri di Inggris.

Seorang sumber kerajaan menyatakan bahwa kini hasil yang diperoleh bersifat positif bagi semua pihak. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pihak Uganda atas pengertian yang diberikan selama proses berlangsung.

Dengan resolusi tersebut, kekhawatiran mengenai dukungan Raja kepada Uganda untuk tampil di Birmingham tahun depan mereda. Para pemimpin militer pun menyatakan akan menyelesaikan persiapan agar keikutsertaan UPDF dapat kembali berjalan sesuai rencana.

Invictus Games dan pergeseran keputusan

Invictus Games menjadi panggung olahraga bagi veteran yang mengalami cedera, sekaligus ruang untuk pemulihan dan dukungan komunitas. Dalam pemberitaan ini, keterkaitan antara agenda Pangeran Harry, komunikasi Buckingham Palace, dan kepastian persetujuan Raja menjadi titik penentu perubahan sikap Uganda.

Dari rangkaian penjelasan yang disampaikan, inti perubahannya berawal dari komunikasi tingkat tinggi dan penegasan sikap istana. Setelah adanya pesan bahwa Raja ā€œno problemā€ atas partisipasi, Uganda memilih untuk melanjutkan kembali persiapan.

Secara keseluruhan, langkah terbaru tersebut menegaskan bahwa isu yang sempat mengemuka akibat surat soal status non-pekerja Sussexes tidak berujung pada kegagalan partisipasi Uganda. Keputusan ini membuka jalan agar kontingen Uganda dapat hadir dalam Invictus Games di Birmingham tahun depan.