Olahraga

Eva Olid ditunjuk Man Utd sebagai manajer tim wanita, menggantikan Marc Skinner

×

Eva Olid ditunjuk Man Utd sebagai manajer tim wanita, menggantikan Marc Skinner

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Eva Olid: Man Utd set to appoint ex-Hearts boss as new women's manager

jurnalistik.co.id – Manchester United bersiap menunjuk Eva Olid sebagai manajer tim wanita. Penunjukan ini dilakukan setelah Marc Skinner resmi meninggalkan perannya pada Senin, lewat kesepakatan bersama.

BBC Sport memahami bahwa mantan pelatih Hearts tersebut akan mulai menjalani pertemuan dengan skuad United pada Rabu. Proses pengaturan kontrak diselesaikan saat klub mendekati awal musim Women’s Super League (WSL).

Olid yang berasal dari Spanyol berusia 40 tahun. Ia menggantikan Skinner sekitar sebulan sebelum kompetisi WSL dimulai, sehingga transisi kepemimpinan diharapkan bisa berjalan lebih cepat bagi tim.

Musim lalu, Olid membawa Hearts meraih gelar liga pertama mereka di Scottish Women’s Premier League (SWPL). Keberhasilan tersebut menjadi capaian penting setelah ia mulai memimpin klub pada 2021.

Hearts kemudian memperpanjang masa kerja Olid pada 2021, dengan kontrak yang dirancang hingga musim panas 2026. Kontrak itu juga memuat opsi perpanjangan satu tahun berikutnya, sebelum akhirnya klub mengumumkan pada April bahwa Olid akan berpisah pada akhir musim melalui kesepakatan mutual.

Selama periode kepelatihannya, Olid juga mengantarkan Hearts menuju final domestik pertama dalam sejarah mereka. Namun, perjalanan tersebut berakhir dengan kekalahan dari Rangers pada Piala Skotlandia 2024.

Di klasemen liga, Hearts sempat menempati peringkat keempat pada dua musim berturut-turut di bawah asuhan Olid. Pada 2024-25, tim turun ke posisi kelima, sebelum kembali tampil dominan pada musim berikutnya hingga finis dengan keunggulan dua poin atas Rangers dan akhirnya meraih trofi perdananya.

Sementara itu, Skinner meninggalkan United setelah lima tahun memimpin tim. Dalam rentang tersebut, ia berhasil membawa United meraih trofi mayor pertama melalui kemenangan di final Women’s FA Cup pada 2024.

Skinner juga mengantar United untuk tampil di fase grup Women’s Champions League untuk pertama kalinya pada musim sebelumnya. Selain itu, timnya dua kali berada di posisi runner-up pada tiga final piala domestik, sebelum akhirnya peran tersebut berhenti pada Senin.

Kepergian Skinner tidak terlepas dari penilaian bahwa ada kebutuhan investasi yang lebih besar pada skuad. Dalam laporan yang sama, disebutkan bahwa musim panas United berjalan relatif tenang, dan klub kemudian mengubah pendekatan rekrutmen dengan mengincar pemain-pemain yang lebih muda.

Langkah ini diarahkan untuk membangun kesuksesan jangka panjang yang lebih berkelanjutan. Salah satu kebutuhan yang disebut sebagai syarat utama pengganti Skinner adalah sosok pelatih yang punya rekam jejak dalam mengembangkan pemain.

United akan memulai perjalanan WSL mereka dengan laga tandang melawan London City Lionesses pada 4 September. Dengan jadwal tersebut, penunjukan Olid diharapkan memberi stabilitas menjelang fase awal kompetisi sekaligus menyatukan kembali visi tim dalam persiapan musim baru.

Pengaturan pergantian pelatih ini juga menegaskan betapa klub ingin menjaga ritme persiapan di masa-masa krusial menjelang kompetisi. Dengan jadwal pertemuan bersama skuad yang akan dimulai pada Rabu, Olid memiliki ruang untuk menyelaraskan pendekatan taktis sekaligus membangun kembali komunikasi dengan pemain sebelum WSL memasuki fase awal.

Bagi Olid, transisi peran dari Skinner ke dirinya berlangsung pada waktu yang relatif rapat, namun tetap diberi momentum melalui penjadwalan kontrak dan tahapan administrasi yang sudah diselesaikan ketika klub mendekati awal musim. Pengalaman memimpin Hearts sejak pertengahan periode 2021 hingga berakhirnya kerja melalui kesepakatan bersama diharapkan membuatnya lebih cepat membaca kebutuhan tim dan merapikan strategi latihan.

Di sisi lain, United jelas menempatkan pengembangan pemain sebagai salah satu fokus yang ingin diperkuat setelah evaluasi kebutuhan investasi. Karena itu, alasan utama pencarian pengganti Skinner tidak berhenti pada pencapaian di lapangan, melainkan juga pada kemampuan membentuk pemain dalam jangka panjang. Harapannya, stabilitas yang dibangun jelang laga pembuka tandang melawan London City Lionesses pada 4 September dapat menjaga kesinambungan visi tim saat musim berjalan.