jurnalistik.co.id – Sejumlah atlet dilaporkan “tak terpantau” setelah Commonwealth Games di Glasgow berakhir pada Minggu. Laporan tersebut disampaikan kepada Polisi Skotlandia setelah para peserta bertanding dan tidak kembali bersama rombongan tim mereka.
Menurut keterangan Polisi Skotlandia, mereka menerima laporan terkait beberapa atlet yang dinyatakan “unaccounted for” di masa setelah pelaksanaan pesta olahraga tersebut selesai. Pihak kepolisian menyatakan penyelidikan sedang berlangsung untuk memahami situasi masing-masing individu.
Polisi Skotlandia terima laporan atlet “unaccounted for”
Perwakilan Polisi Skotlandia menyampaikan, “Police Scotland has received reports of several athletes who are unaccounted for.” Dalam kesempatan yang sama, mereka juga menambahkan, “Inquiries are ongoing to assess the circumstances, and early engagement is taking place with the Home Office.”
Proses penelusuran ini, sebagaimana disampaikan, dilakukan untuk menilai keadaan yang melatarbelakangi para atlet yang tidak kembali. Polisi juga menekankan adanya keterlibatan awal dengan Home Office.
Media olahraga NBS Sport melaporkan bahwa empat anggota skuad tinju Uganda tidak muncul untuk penerbangan pulang setelah rangkaian acara berakhir. Laporan tersebut menyebut satu orang dari tim menyatakan para atlet memiliki rencana untuk mencari suaka di Skotlandia.
Dalam laporan lain, Pakistan Today turut menyampaikan klaim serupa. Media tersebut menyebut petinju Qudratullah tidak bergabung dengan rekan setimnya saat terbang kembali ke Pakistan, serta tidak ditemukan di kamar ketika pihak berwenang melakukan pemeriksaan.
Empat petinju yang dikabarkan hilang dari skuad Uganda kemudian disebut oleh media lokal dengan nama Nuhu Batte, Angel Katushabe, Ibrahim Kemis, dan Emily Nakalema.
NBS Sports juga melaporkan bahwa mereka telah berbicara dengan salah satu dari empat petinju yang disebut hilang. Dalam percakapan tersebut, atlet yang dimaksud mengklaim bahwa para atlet berniat mencari suaka dan melanjutkan karier tinju mereka di sebuah negara yang diyakini menawarkan fasilitas latihan dan peluang yang lebih baik dibandingkan kondisi di tanah air.
Masih menurut laporan NBS Sports, petinju itu menyampaikan permohonan agar masyarakat Uganda memahami keputusan tersebut dan tidak menghakimi pilihan mereka.
Sementara itu, juru bicara Team Uganda pada Commonwealth Games menyampaikan kepada BBC Scotland News bahwa pihak tim tidak memberikan komentar.
Berita Terkait
Setelah insiden tersebut, anggota skuad Uganda lainnya dilaporkan telah berangkat menuju negara mereka.
Pengaturan keberadaan selama ajang menjadi bagian yang turut diperhatikan. Para atlet diharapkan meninggalkan lokasi penyelenggaraan sesuai ketentuan “Glasgow 2026 length of stay policy”. Dalam kebijakan itu, akomodasi berakhir dua malam setelah cabang olahraga masing-masing atlet selesai.
Glasgow 2026 selanjutnya juga menjelaskan dukungan koordinasi dengan pihak terkait. Juru bicara Glasgow 2026, Sophie Ashcroft, mengatakan, “Over the last two weeks, we have welcomed 3,000 athletes from 74 nations and territories of the Commonwealth to Glasgow.” Ia menambahkan bahwa ketika atlet dan staf pendukung meninggalkan kota, penyelenggara tetap bekerja sama dengan mitra yang lebih luas, termasuk Police Scotland, Border Force, serta UK Visas & Immigration.
Dalam rangkaian informasi yang sama, penyelenggara menegaskan bahwa kerja sama tersebut dimaksudkan agar penutupan ajang berlangsung dengan aman dan terjaga.
Kasus serupa pada edisi 2014
Kasus atlet yang menghilang setelah kompetisi bukanlah hal baru dalam sejarah Commonwealth Games. BBC mengingat bahwa pada 2014, dua pemain rugby asal Uganda juga menghilang setelah turnamen berakhir.
Keduanya kemudian ditemukan sedang bermain rugby di Cardiff untuk sebuah tim kecil. Salah satu pemain yang kemudian dikenal bernama Philip Pariyo, akhirnya dijatuhi hukuman penjara selama empat setengah tahun setelah dinyatakan bersalah atas pemerkosaan seorang perempuan di Cardiff.
Home Office juga disebut menjalankan pemeriksaan yang lebih ketat terhadap orang-orang sebelum perhelatan olahraga besar seperti Commonwealth Games. Selain itu, mereka disebut bekerja bersama sponsor acara untuk memperkuat kontrol terkait pihak yang dapat masuk ke Inggris untuk berpartisipasi.
Jika nantinya muncul pengajuan suaka, proses tersebut akan dinilai berdasarkan pertimbangan masing-masing kasus. BBC menyebut bahwa aplikasi akan diperlakukan dengan mempertimbangkan fakta-fakta di lapangan dan bukti yang tersedia.
Commonwealth Games sendiri berakhir pada Minggu setelah 11 hari kompetisi. Penyelenggara menyampaikan bahwa format yang dirapikan menghadirkan 10 cabang olahraga di empat lokasi di Glasgow. Dalam keterangan penyelenggara, format tersebut disebut “saved and reinvented” ajang, menyusul keraguan atas masa depan kompetisi ketika tuan rumah awal, Victoria, menarik diri.
Dengan berakhirnya ajang, fokus kini berada pada upaya memastikan setiap atlet tetap berada dalam proses yang semestinya, sekaligus menelusuri keadaan para atlet yang dilaporkan tidak terpantau. Polisi Skotlandia menyatakan penyelidikan masih berlangsung untuk menilai kondisi yang terjadi setelah pertandingan berakhir.












