Olahraga

Mason Mount Bisa Menuntaskan Lini Tengah Man United?

×

Mason Mount Bisa Menuntaskan Lini Tengah Man United?

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Man Utd: Could Mason Mount be the final piece in midfield puzzle?

jurnalistik.co.id – Masa depan lini tengah Manchester United tampak makin jelas setelah dua laga pramusim awal. Di tengah perombakan skuad, Mason Mount mulai terlihat sebagai kandidat yang bisa menyatukan pola permainan Andrey Santos dan rencana Michael Carrick.

Sejak awal musim panas, pembahasan soal midfield United memang menjadi topik utama. Man United sudah menggelontorkan dana besar untuk mendatangkan Andrey Santos dari Chelsea seharga ÂŁ83 juta dan Youri Tielemans dari Aston Villa.

Namun, sejumlah faktor membuat kebutuhan menambah gelandang terasa mendesak. Manuel Ugarte dipastikan absen selama berbulan-bulan akibat cedera lutut, sementara Casemiro meninggalkan klub setelah kontraknya berakhir pada akhir Juni.

Dengan situasi itu, ekspektasi pun mengarah pada kemungkinan hadirnya gelandang ketiga di skuad Carrick. Nama Alex Scott dan Tyler Adams dari Bournemouth sempat muncul dalam berbagai pembahasan, demikian pula spekulasi yang terus beredar soal Manu Kone dari Roma.

Di saat yang sama, kabar dari luar juga ikut mewarnai bursa. Real Madrid dikabarkan bersedia berdiskusi mengenai situasi Aurelien Tchouameni, menyusul klaim mereka ingin mengamankan Rodri, pemenang Piala Dunia, dari Manchester City.

Tetapi, upaya tersebut berhadapan dengan pertimbangan finansial. Gaji yang diprediksi dan potensi biaya transfer Tchouameni dinilai bertentangan dengan tujuan United menjaga kendali anggaran, terutama ketika klub juga menargetkan pemain sayap kiri dan striker untuk melengkapi Benjamin Sesko yang sedang pulih dari masalah tulang kering (shin problem).

Menariknya, dari apa yang terlihat pada dua pertandingan pramusim pembuka, Carrick tampak menemukan alternatif yang lebih dekat. Pertanyaan besar kini mengarah pada kemungkinan Mason Mount menjadi “jawaban” di lini tengah.

Menguatnya sinyal itu terlihat dari kerja sama Mount dan Santos dalam permainan United. Mount, yang bergabung dari Chelsea pada 2023 dengan nilai transfer ÂŁ55 juta, memang sejak awal dipandang punya nilai di sektor tengah.

Selama mayoritas kariernya, ia dikenal bermain sebagai gelandang serang. Namun, kemampuan untuk tampil di central midfield sempat disebut sebagai salah satu alasan mengapa United tertarik memboyongnya.

Meskipun dua musim awal di Old Trafford banyak diwarnai cedera, Mount tetap mampu memberikan dampak yang konsisten pada musim terakhir. Kini, meski pramusim masih terlalu dini untuk kesimpulan final, tanda-tanda hubungan yang produktif bersama Santos sudah mulai muncul.

Dalam dua laga awal—melawan Wrexham di Helsinki dan menghadapi Rosenborg dengan level lawan yang dapat dikatakan terbatas di Trondheim—United memperlihatkan cara yang memberi ruang bagi keduanya. Santos terlihat nyaman berada lebih dalam, membantu tim membaca posisi dan menguasai tempo.

Santos kerap mengambil bola dari area pertahanan lawan, mengidentifikasi celah pada jalur umpan, lalu menekan pihak lawan. Pola ini membuka jalan bagi Mount untuk memaksimalkan kualitasnya ketika menerima bola.

Mount dapat bergerak mencari ruang, sekaligus membawa United naik ke lapangan yang lebih tinggi. Meski ia tidak terlalu dikenal sebagai pemain yang sering mengandalkan duel bertahan, ia juga tidak menghindari tugas mengambil alih perebutan bola.

“I’ve known Andre for a while,” kata Mount. “I’ve watched him from afar, since he broke into the first team at Chelsea. He’s a really good player and reads the game very well.”

Ia melanjutkan dengan penjelasan tentang karakter permainan Santos. “He’s a little bit more defensive, so it allows me to push on a little bit more and work off him. Defensively as well, we’re both players that want to get around it, put tackles in, win the ball back and be aggressive. I’ve really enjoyed it.”

Mount juga menegaskan bahwa posisi yang ia mainkan sudah lama menjadi bagian dari kebiasaannya. “It’s a position I’ve played for many years from a young age. It’s a position that I love and I see myself in.”

Di luar kombinasi taktik, Mount juga menunjukkan sikap sebagai pemain senior pada pekan awal pramusim. Ia meluangkan waktu bersama pemain-pemain muda, dan sebelum laga melawan Rosenborg perhatian itu tampak lebih menonjol.

Mount terlihat menghabiskan waktu dengan Shea Lacey. Gol pembuka Lacey dalam kemenangan 5-0 atas Rosenborg menjadi momen yang, menurut pengamatan di lapangan, seolah makin mendekatkannya pada tempat yang lebih permanen di skuad Carrick.

Beberapa bulan sebelumnya, Mount berbicara kepada jurnalis pada April. Ia menatap musim yang diproyeksikan menghadirkan lebih banyak pertandingan dan juga kembalinya kesempatan bermain di Liga Champions. Kontraknya sendiri akan berakhir pada 2028.

Ia menyampaikan pandangannya dengan nada tegas. “Next season we have a lot more games, which is what you want at a big club,” ucapnya. “Having the pressure of performing and winning games is what we love as players. If it’s a start or coming off the bench, I’m ready.”

Pola sikap seperti itulah yang tampaknya disukai Carrick. Pelatih kemudian memberi Mount peran sebagai kapten untuk sementara pada babak kedua di Norwegia, terjadi setelah Harry Maguire ditarik keluar saat jeda.

Perubahan besar baru dilakukan setelah melewati tanda sekitar satu jam pertandingan, namun keputusan Carrick memberi ban kapten pada Mount sesaat sebelum itu terlihat sebagai sinyal yang jelas. Dalam penilaian Mount sendiri, gaya kepemimpinan tidak harus selalu bersuara keras.

“You have different types of leaders,” kata Mount. “You have ones that are very vocal, but I see myself as one who leads by example and never stops working. I’ve been captain previously, years ago, so I love the role.”

Ia menambahkan bahwa komunikasi dengan pemain muda menjadi aspek yang ia hargai. “Especially with a lot of younger players on the pitch, and off it as well, being able to speak to them and make them feel comfortable, it’s something I really like.”

Sisa waktu menuju penutupan bursa transfer masih lebih dari lima pekan. Meski begitu, United kemungkinan tetap akan terus dikaitkan dengan pemain-pemain bergaji besar.

Bagi pramusim saat ini, yang terpenting adalah bagaimana United bisa membangun fondasi. Dari dua pertandingan awal itu, Mount terlihat sedang membangun argumen kuat bahwa klub sebenarnya sudah memiliki kebutuhan di lini tengah—setidaknya untuk langkah berikutnya bersama Carrick.