Olahraga

Allan Nascimento Meninggal Usia 34 Tahun, UFC: Ditemukan Tak Responsif Setelah Serangan Jantung saat Tidur

×

Allan Nascimento Meninggal Usia 34 Tahun, UFC: Ditemukan Tak Responsif Setelah Serangan Jantung saat Tidur

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Allan Nascimento: UFC fighter dies at the age of 34

jurnalistik.co.id – UFC mengumumkan kabar duka atas meninggalnya petarung asal Brasil, Allan Nascimento, pada usia 34 tahun. Menurut promosi tersebut, Nascimento ditemukan tidak responsif pada Senin pagi setelah mengalami serangan jantung saat tidur.

UFC menyatakan bahwa tim medis yang merespons segera melakukan upaya. Namun, pada akhirnya Nascimento dinyatakan meninggal di lokasi kejadian.

“Kami ikut merasakan kesedihan terdalam. Pikiran dan doa kami menyertai keluarga, teman, rekan satu tim, serta orang-orang terkasih Allan, di tengah masa yang sangat sulit ini,” demikian pernyataan UFC.

Kronologi sebelum dinyatakan wafat

Dalam laporan UFC, Nascimento—yang dikenal sebagai petarung kelas terbang (flyweight)—dilaporkan dalam kondisi tidak merespons setelah insiden yang diduga serangan jantung. Kejadian terjadi saat ia tidur, sebelum akhirnya ditemukan pada Senin pagi.

UFC tidak merinci detail medis lebih lanjut, tetapi menegaskan bahwa upaya penanganan dari petugas kesehatan tidak dapat mengubah hasil. Ia dinyatakan meninggal di tempat kejadian.

Perjalanan karier di UFC

Nascimento telah bergabung dengan UFC sejak tahun 2021. Laga terakhirnya berlangsung pada Juni, ketika ia mengalami kekalahan melalui keputusan terbelah (split-decision) dari Mitch Raposo.

Dengan rangkaian tersebut, catatan keseluruhan karier MMA Nascimento tercatat 22 kemenangan dan tujuh kekalahan. Di UFC, ia memiliki rekor 4-2.

Selain kiprahnya di oktagon, Nascimento juga dikenal aktif dalam lingkungan latihan yang kuat di Brasil. Ia berlatih di Chute Boxe dengan pelatih Diego Lima.

Dari basis tersebut, Nascimento turut dikenal sebagai rekan latihan bagi sejumlah nama besar, termasuk Charles Oliveira dan Elves Brener, serta petarung lain yang juga bernaung dalam ekosistem Chute Boxe.

Tribut dari rekan-rekan satu tim

Kabar duka itu mendapat respons dari para tokoh yang dekat dengan Nascimento. Charles Oliveira, yang juga pernah menjadi bagian dari lingkaran latihan, menyampaikan unggahan sebagai bentuk penghormatan.

Oliveira menulis, “Hari ini saya kehilangan seorang saudara yang diberikan oleh dunia pertarungan. Terima kasih telah selalu ada di samping saya, berbagi matras dan sudut corner. Saya tidak punya apa pun selain rasa syukur karena bisa berlatih bersama Anda, di sudut saat persiapan, dan hanya sekadar menghabiskan waktu. Saya sayang kamu, kawan; kamu legenda.”

Elves Brener juga ikut memposting pesan yang sama, sekaligus menegaskan kedekatannya selama perjalanan bersama. Ia menulis, “Terima kasih atas perjalanan yang indah ini, saudaraku. Kamu selalu menjadi sosok yang luar biasa, dan hari ini adalah hari yang sangat menyedihkan bagi kami semua di Chute Boxe. Saya akan membawa kamu selamanya di dalam hati, champion.”

Chute Boxe sendiri mengabarkan kehilangan mereka melalui pernyataan di media sosial. Tim tersebut menyebut Nascimento sebagai “petarung, teman, kompetitor yang berdedikasi, dan manusia yang luar biasa.”

Dalam pernyataan lanjutan, Chute Boxe menuliskan bahwa Nascimento “mendapatkan rasa hormat dan kekaguman dari semua orang yang berkesempatan mengenalnya.” Mereka juga menyoroti karakter Nascimento di luar dan di dalam matras: tekad, kerendahan hati, rasa hormat, dan semangat bertarung.

Chute Boxe menutup pesan dengan kalimat, “Kehadiranmu akan dirindukan dengan cara yang tak terukur. Beristirahatlah dengan tenang, Allan. Nama, cerita, dan warisanmu akan hidup selamanya lewat bintang kami.”

Kematian Allan Nascimento meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan-rekan, dan seluruh komunitas MMA. Di tengah capaian yang ia bangun sejak bergabung dengan UFC, kenangan serta pengaruhnya di lingkungan latihan tetap akan dikenang oleh banyak pihak yang pernah bekerja, berjuang, dan bertumbuh bersama.