Olahraga

Gaud dan Mandhana Bawa India Kuasai Hari Kedua England vs India di Lord’s

×

Gaud dan Mandhana Bawa India Kuasai Hari Kedua England vs India di Lord’s

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: England vs India: Kranti Gaud and Smriti Mandhana dominate day two at Lord's

jurnalistik.co.id – Inggris memasuki hari kedua dengan harapan memperkecil jarak, tetapi pertandingan one-off Test di Lord’s justru berayun kuat ke pihak India. Saat laga dilanjutkan, kondisi pemukul terbilang membaik dan tuntutan terhadap pertahanan tuan rumah makin berat.

Setelah India menorehkan 285 pada innings pertama, Inggris melanjutkan permainan dari posisi 21-1. Namun sampai akhir, mereka tersingkir 170, sehingga India unggul 115 dan sekaligus memberi tekanan besar untuk sisa laga.

Cuaca panas dan permukaan yang terasa lebih ramah bagi pukulan membuat sesi berikutnya berjalan dengan ritme berbeda. India akhirnya menutup hari kedua dengan 154-1, dengan Mandhana masih tidak tersingkir 69*.

Keunggulan itu menjadi 269 jelang hari ketiga, sebuah angka yang langsung mengubah kalkulasi Inggris. Dengan defisit besar dan waktu tersisa, tuan rumah harus menjaga ritme bola sekaligus mencari celah pada momen-momen yang paling menentukan.

Mandhana menunjukkan ketenangan khasnya dengan melanjutkan kontribusi saat penutupan hari. Ia menyusun kemitraan awal yang kuat dengan Shafali Verma, menambah 88 untuk wicket pertama, sebelum Shafali harus berhenti pada skor 33 ketika disingkirkan Sophie Ecclestone.

Babak berikutnya memperlihatkan bagaimana India memanfaatkan setiap kesempatan yang ada. Ecclestone memang mencatat 1-46 untuk Inggris pada innings kedua, tetapi wicket yang diperolehnya tidak cukup mengubah arah permainan yang sudah condong sejak awal hari.

Di sisi lain, Kranti Gaud menjadi tokoh paling menonjol dalam fase ketika Inggris mencoba bertahan. Ia menutup innings Inggris dengan angka 5-37 dan sekaligus menorehkan catatan bersejarah sebagai wanita pertama yang masuk papan kehormatan Lord’s pada level Test.

Gaud bekerja konsisten dengan akurasi yang tidak mudah diprediksi. Setelah mengakhiri upaya Tammy Beaumont pada malam sebelumnya, ia terus menekan jajaran pemukul Inggris: Maia Bouchier tersangkut di belakang untuk 23, Alice Capsey tersingkir dengan bola yang “nipple-backer” untuk sembilan, sebelum kemudian Gaud mengunci momen penting saat menjatuhkan kapten Nat Sciver-Brunt lbw untuk 44.

Rangkaian itu turut meruntuhkan tumpuan Inggris ketika perlawanan paling nyata justru datang dari kemitraan Sciver-Brunt dan Amy Jones. Kemitraan mereka sempat berlari sampai 84, tetapi ketika Jones harus keluar di angka 52, runtuhnya enam wicket terakhir terjadi dengan cepat—hanya menambah 39 run sebelum innings berakhir.

Di tengah situasi sulit, ada satu catatan yang ikut mewarnai hari kedua: jumlah penonton tercatat sebagai rekor untuk satu hari pada pertandingan wanita kelas Test di Lord’s. Angka 15.243 melampaui rekor sebelumnya, 11.918 di Melbourne pada Women’s Ashes tahun 2025.

Setelah Inggris tersingkir 170, fokus berpindah pada tugas India menjaga keunggulan dan mengatur laju pukulan menuju hari ketiga. Mandhana sendiri sempat jujur soal kekecewaannya pada hari pertama ketika terhenti di 83 dan gagal mengubahnya menjadi abad—namun di akhir hari ini ia tampak siap melanjutkan permainannya.

Mandhana terlihat mampu menghadapi serangan Ecclestone dengan lebih efektif, termasuk saat ia memilih tembakan ke arah jarak jauh. Sementara itu, eksekusi para spiner Inggris terasa belum cukup untuk memunculkan keraguan berarti pada batters, terutama karena permukaan tidak memberi banyak kemiringan seperti yang diharapkan.

Shafali dan Mandhana kembali menghadirkan pasangan kidal-kanan yang menyulitkan. Kemitraan mereka juga mencatat tonggak bersejarah: menjadi kemitraan pertama dalam kriket putri yang menembus 900 run Test sebagai pasangan, dengan rata-rata 75,08 untuk keduanya dalam 13 innings bersama.

Ecclestone membuka peluang dengan menyudahi Shafali, ditangkap sub-fielder Emma Lamb. Sesudah itu, Mandhana mendapat dukungan dari Yastika Bhatia yang akan melanjutkan pada skor 39 ketika permainan kembali digelar di hari ketiga.

Bagi Inggris, tugas berikutnya adalah menghadirkan ancaman nyata dari bowling di sisa waktu yang ada. Mereka bisa berharap permukaan memberi bantuan tambahan saat play resum, terutama mengingat para bowler dituntut bekerja lebih lama tanpa jeda yang cukup setelah innings pertama.